Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Nasib 225 WNI di Tragedi Mina, Belum Jelas, 4 dari Banjar dan Seorang Purnawirawan TNI Wafat Terinjak

Nasib 225 WNI di Tragedi Mina, Belum Jelas, 4 dari Banjar dan Seorang Purnawirawan TNI Wafat Terinjak

tragedi-mina--2-imageby-alriyadh-com

Sketsanews.com. Ada 225 Warga Indonesia paska tragedi Mina belum melaporkan kembali keberadaannya. Di kota banjar, 4 orang sekeluarga wafat, berdasar laporan keluarga dan belum terdata resmi.

4 Orang dari Keluarga Dede Harlan di Kota Banjar Jabar wafat Terinjak

Dilansir dari tribunnews, Dede Harlan (70), warga Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, mengatakan, kedua anaknya beserta para istrinya itu adalah Atang Gumawang, Ima Rismawati, Dikdik Mochamad Tasdik, dan Ira Kusmira.

Sementara itu anak bungsunya adalah Irfan, Siska dan saudara lainya yaitu Ati Rohyani, selamat dengan beberapa luka pada tubuhnya akibat terinjak-injak saat kejadian.

“Saya mendapatkan kabar kepastian dua anak dan dua menantu meninggal di Mina dari anak lainnya Irfan Firdaus yang sama sedang di Arab menunaikan Ibadah Haji. Seluruh keluarga yang pergi ke Arab ada tujuh orang,” kata Dede di rumah duka Jumat sore (25/9/2015) sekitar pukul 16.00 WIB.

“Pastinya empat keluarga yang meninggal tadi sore dari adik korban yang sama lagi Mekah. Semua keluarga berangkat di Kloter 61. Sekarang kami hanya bisa pasrah,” tambah Dede.

 

Purnawirawan TNI di Sleman Wafat Terinjak

Dari detiknews, Keluarga di Sleman mendapat kabar bahwa Ardani Ali Sirodj (75) menjadi korban tewas dalam tragedi Mina. Anak Ardani, Taufik Arifianto menceritakan ke keluarga tentang betapa mengerikannya kondisi di Mina saat jemaah haji terinjak-injak.

Ardani berangkat hendak melempar jumroh dengan menggunakan kursi roda dan didorong oleh sang anak, Taufik. Saat di pertengahan jalan, ribuan jamaah yang berada di depan keduanya tampak berbalik arah. Keduanya tak bisa menghindari arus tersebut.

“Kursi roda (Ardani) terdorong sampai jatuh, dan terinjak-injak,” ujar keponakan korban, Hapsoro di rumah duka, Kenteng, Nogotirto, Gamping, Sleman, Jumat (25/9/2015).

“Jemaah yang di depannya malah balik. Jadi papasan. Itu satu rombongan dari Sleman. Saya nggak kebayang padahal pakai kursi roda,” imbuhnya.

Ardani memang sehari-hari tak menggunakan kursi roda. Namun saat di Tanah Suci purnawirawan TNI itu disarankan menggunakan kursi roda, terutama karena perjalanan dari pemondokan ke lokasi lempar jumroh cukup jauh.

Keluarga bersama para tetangga juga telah melaksanakan salat gaib setelah salat Jumat siang tadi. Mereka pun mengaku sudah ikhlas.

“Takmir Masjid Kenteng sepakat, setelah salat Jumat melakukan salat Gaib. (Ardani) dimakamkan di sana,” ujar salah seorang kerabat Muhammad Wahidan Alwi.

 

225 Orang Belum Melaporkan Kembali

“Jemaah yang dilaporkan belum kembali ke tenda di Mina mulai saat kejadian sampai dengan tanggal 25 September 2015 pukul 07.00 WAS, sebanyak 225 orang,” tutur Kepala Daerah Kerja Arsyad Hidayat dalam jumpa pers di kantornya, Jumat (25/9/2015).

Berikut rincian jemaah Indonesia yang belum kembali ke maktabnya:

a. Kloter BTH 14 sebanyak 14 orang
b. Kloter SUB 48 sebanyak 19 orang
c. Kloter JKS 61 sebanyak 192 orang

Maktab ketiga kloter ini bertempat di Mina Jadid. Arsyad Hidayat mengatakan kemungkinan jemaah yang belum kembali ke maktab berada di hotel di Makkah karena jaraknya lebih dekat ke jamarat.

(in)

%d blogger menyukai ini: