Sketsa News
Home Berita Terkini, News Napi Leluasa Keluyuran di Luar Penjara, Ini Saran untuk Kemenkum HAM

Napi Leluasa Keluyuran di Luar Penjara, Ini Saran untuk Kemenkum HAM

Gayus Tambunan (foto JPNN)
Gayus Tambunan (foto JPNN)

Sketsanews.com – Ketua Divisi Monitoring Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia (MaPPI) Ali Aranoval, menilai Kementerian Hukum dan HAM yang kini dipimpin Yasonna Laoly perlu memperhatikan pendidikan bagi para petugas lapas. Sebab, sipir dituntut profesional saat menjaga lapas dan mengawal warga binaan yang mendapat izin untuk keluar.

Integritas para petugas lapas (sipir) ditengarai menjadi salah satu penyebab mudahnya narapidana melenggang bebas tanpa izin resmi.

“Jangka panjangnya, menteri (Yasonna, red) harus menciptakan profesionalitas tegas. Tidak hanya sanksi, tapi pendidikan juga,” kata Ali dalam sebuah diskusi di Jakarta, dikutip jawapos.com Sabtu (26/9).

Dia menyarankan Kemenkum HAM agar membentuk pusat pendidikan kemasyarakatan. Tujuannya untuk mencetak petugas-petugas yang cakap dalam profesionalitas, integritas, dan loyalitas.

Ali lantas mencontohkan sikap Gayus yang bisa dengan mudah makan di restoran usai menghadiri sidang cerai. Menurutnya, Gayus bisa keluyuran karena petugas yang mengawalnya tak bersikap tegas.

“Itu sidang di Pengadilan Agama Jakarta Utara, makan di Jakarta Selatan. Itu murni karena integritas dari petugas,” ujarnya.

Dia melanjutkan, dengan adanya pusat pendidikan kemasyarakatan, para sipir diharapkan mampu menangkis rayuan dan tawaran suap dari warga binaan. Apabila masih juga terjadi pelanggaran, Ditjen PAS wajib memberikan sanksi. “Penggunaan sanksi kode etik harus dilakukan,” tandasnya.

Seperti yang beredar di media sosial, foto Gayus yang menjadi terpidana korupsi pajak keluar dari Lapas Sukamiskin pada 9 September lalu untuk menghadiri sidang perceraiannya di Pengadilan Agama Jakarta Utara. Namun, Gayus kedapatan berpose dengan dua orang wanita di sebuah restoran di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan.(Ki)

%d blogger menyukai ini: