Sketsa News
Home Berita Terkini, News Pengamat: Pemerintah Gagal Atasi Kemiskinan

Pengamat: Pemerintah Gagal Atasi Kemiskinan

Rektor Paramadina Prof Firmanzah (foto jawapos.com)
Rektor Paramadina Prof Firmanzah (foto jawapos.com)

Sketsanews.com– Rektor Universitas Paramadina, Prof Firmanzah mengatakan, pemerintahan rezim Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla telah gagal mengatasi lonjakan angka kemiskinan.

“Ini perlu jadi perhatian khusus bagi Pemerintahan Jokowi. Karena target angka kemiskinan pada APBNP 2015 dipatok 10,03 persen dan sekarang 11,22 persen,” katanya, dalam diskusi Forum Senator untuk Rakyat bertajuk “Orang Miskin Bertambang Banyak”, Minggu (27/9) dikutip jawapos.com di Restoran Dua Nyonya, Jakarta Pusat.

Indokatornya sudah jelas, data Badan Pusat Statistik (BPS) periode Maret 2015 meningkat sebesar 11,28 persen atau terjadi lonjakan sebesar 860.000 jiwa dibanding periode September 2014 sekitar 10,96 persen

Angka kemiskinan kata Firmanzah masih di tren bertambah. Ia memprediksi orang miskin akan kembali melonjak karena fenomena El Nino atau darurat kekeringan serta kabut asap dan kebakaran hutan di sejumlah daerah terutama Sumatera dan Kalimantan.

Dua daerah itu berbasis sumber daya alam terbarukan baik CPO karet, kepala sawit cokelat dan minerba.

“Hasil survei BPS tahun depan, saya kok hampir yakin angka kemiskinan akan naik. Kenapa? karena adanya fenomena El Nnino sampai kabut asap,” ungkapnya.

Menurut Firmanzah, pemerintah harus segera menangani persoalan kabut asap agar tidak menggangu perekonomian masyarakat.

“Kalau tidak cepat diselesaikan, saya khawatir kabut asap akan menambah angka kemiskinan,” tegasnya.

Menurut dia, Bank Indonesia mencatat rata-rata penurunan angka kemiskinan di Indonesia 0,8 persen pada periode 2005-2009 atau lebih cepat dibandingkan negara-negata tetangga sperti Tiongkok hanya 0,1 persen. “Artinya kita mampu mengentaskan kemiskinan jauh lebih cepat dari Tiongkok,”ujarnya.

Namun, setelah 2009, Indonesia seperti kesulitan mengulangi prestasi periode 2005-2009. Tidak bisa menekan angka kemiskinan bahkan, daya beli masyarakat semakin menurun hingga saat ini.

“Pemerintah kini membutuhkan dana lebih untuk mengatasi masalah kemiskinan,” katanya.(Ki)

%d blogger menyukai ini: