Sketsa News
Home Berita Terkini, Internasional, News Pengebom kuil Bangkok bukan muslim Uighur

Pengebom kuil Bangkok bukan muslim Uighur

Dokumentasi para ahli memeriksa kuil Erawan lokasi ledakan di pusat kota Bangkok, Thailand, Selasa (18/8). Sebuah bom meledak di sebuah kuil populer di Bangkok dan menewaskan 22 orang termasuk delapan warga asing tidak sesuai dengan taktik yang digunakan pemberontak separatis di selatan Thailand, menurut keterangan panglima militer. (FOTO REUTERS)
Dokumentasi para ahli memeriksa kuil Erawan lokasi ledakan di pusat kota Bangkok, Thailand, Selasa (18/8). Sebuah bom meledak di sebuah kuil populer di Bangkok dan menewaskan 22 orang termasuk delapan warga asing tidak sesuai dengan taktik yang digunakan pemberontak separatis di selatan Thailand, menurut keterangan panglima militer. (FOTO REUTERS)

Sketsanews.com – Polisi Kerajaan Thailand menegaskan kembali, Senin, motif pengeboman di kuil di Bangkok pada Agustus merupakan aksi balas dendam atas operasi penumpasan penyelundupan manusia.

Polisi juga menunjukkan kembali sejumlah besar uang tunai yang akan digunakan sebagai hadiah bagi para penyelidik.

“Kami yakin motif utama kejahatan ini adalah langkah otoritas Thailand menghancurkan jaringan perdagangan manusia,” kata kepala polisi, Somyot Pumpanmuang, dalam jumpa pers.

Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Polisi berulang kali mengatakan mereka tidak yakin milisi terlibat dalam kasus ini, sehingga menyingkirkan kemungkinan motif balas dendam atas pemulangan 109 muslim Uighur ke China, pada Juli.

Isu Uighur hal sensitif bagi pemerintah dan setiap kaitan antara pengeboman dengan deportasi atas permintaan China bisa memicu kritikan bahwa kebijakan luar negeri negara tersebutlah yang telah menyebabkan pengeboman itu.

Uighur yang sebagian besar merupakan Muslim, mengatakan mereka lari dari kawasan Xinjiang di China karena dianiaya.

Untuk kedua kalinya dalam sebulan, Somyot muncul dengan tiga gepok tebal uang yang diletakkan di hadapannya dan mengatakan uang sebanyak 3 juta baht itu merupakan ganjaran bagi para penyelidiknya

Langkah penumpasan, yang dilakukan Thailand terhadap perdagangan manusia di kawasan itu pada Mei, menyisakan krisis kemanusiaan internasional karena kelompok-kelompok kriminal meninggalkan kapal-kapal yang penuh imigran di laut dan tidak mau mengambil risiko menyelundupkan mereka melalui Thailand.

setidaknya ada 14 warga asing termasuk di antara korban tewas serangan itu, insiden terburuk dalam sejarah Thailand.

Peristiwa itu pukulan baru bagi industri pariwisata yang baru saja pulih dari dampak demonstrasi pada 2014.

%d blogger menyukai ini: