Sketsa News
Home Berita Terkini, News Tiga Orang Jaringan Santoso Diterbangkan Dari Poso ke Makassar

Tiga Orang Jaringan Santoso Diterbangkan Dari Poso ke Makassar

Terpidana teroris Poso, Ambo Intan (tengah) dengan pengawalan ketat Densus 88 saat pemindahaannya di Bandar Udara Sulatan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (1/10). Tiga terpidana kasus teroris Poso dipindahkan dari Jakarta untuk menjalani masa tahanan di Lapas Kelas I Gunugsari Makassar, yakni Ambo Intang alias Ambo alias Pak Ambo, Fadli Ghani Ibrahim alias Rodik alias Mamat dan Riyanto alias Antho Margono alias Abu Ulya. ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang/pd/15
Terpidana teroris Poso, Ambo Intan (tengah) dengan pengawalan ketat Densus 88 saat pemindahaannya di Bandar Udara Sulatan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (1/10). Tiga terpidana kasus teroris Poso dipindahkan dari Jakarta untuk menjalani masa tahanan di Lapas Kelas I Gunugsari Makassar, yakni Ambo Intang alias Ambo alias Pak Ambo, Fadli Ghani Ibrahim alias Rodik alias Mamat dan Riyanto alias Antho Margono alias Abu Ulya. ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang/pd/15

Sketsanews.com – Tiga terpidana teroris Poso jaringan Santoso tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.setelah mereka diterbangkan dari Poso.

Menggunakan pesawat Lion Air bernomor penerbangan JT-778, Ambo Intan alias Ali bin Cora (26), Muhammad Fadli Gani Ibrahim alias Rodik alias Mamat (23) dan Ariyanto alias Ato Margono alias Abu Ulya (30) akan menempati sel di Lembaga Pemasayarakatan (Lapas) klas I Makassar, Sulawesi Selatan sejak hari ini.

Para terpidana diangkut oleh mobil jenis Avanza hitam berplat nomor DD 1221 UL dan mobil jenis Inova Putih bernomor polisi DD 174 HY, setelah turun dari pesawat. Personil Detemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri serta Satgas Teroris dari Kejaksaan Agung dikerahkan untuk mengawal ketiganya

“Ketiganya sudah di vonis dan akan menjalani masa hukuman di Lapas klas I Makassar. Sidang sudah dilakukan di Jakarta, kemudian terpidana di limpahkan ke Makassar karena mereka berasal dari Sulawesi,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Makassar, Deddy Suwardy Surachman,dikutip Okezone.com Kamis (1/10/2015).

Ambo Intan alias Ali bin Cora asal Kera, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, beralamat di Poso Jalan Museum II Kelurahan Patah, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, divonis bersalah dijatuhi hukuman penjara enam tahun delapan bulan.

Kemudian Fadli Ghani Ibrahim alias Rodik alias Mamat asal Poso, Kabupaten Poso Utara Sulawesi Tengah divonis bersalah dijatuhi hukuman penjara lima tahun.

Dan Riyanto alias Antho Margono alias Abu Ulya asal Kecamatan Poso, Kota Poso, Provinsi Sulteng divonis bersalah dijatuhi hukuman 13 tahun penjara.

Ketiganya merupakan anggota organisasi Mujahidin Indonesia Timur (MII) jaringan Santoso. Mereka ditangkap di lokasi berbeda.

Ambo Intan ditangkap di Bengkulu karena selain terlibat teroris, ia juga terlibat kasus pembunuhan dua anggota Intel Polres Poso, yakni almarhum Bripka Andi Sapa dan Aipda Sudirman. Setelah mengembangkan keterangan tersangka Ambo, polisi menangkap Fadli Gani Alias Mamat dan Riyanto alias Antho.

Terpidana ini dinyatakan terlibat dalam pelatihan bersama sejumlah teroris lainnya yang tertangkap telah mengikuti latihan teror ala militer di Tamanjeka wilayah Poso, Sulteng termasuk menyebarkan teror bom di sejumlah tempat.(Ki)

%d blogger menyukai ini: