Sketsa News
Home Berita Terkini, News Kronologi Mahasiswa Ternate di Bui karena Upload Suap Tilang ke Youtube di #SaveAdlun

Kronologi Mahasiswa Ternate di Bui karena Upload Suap Tilang ke Youtube di #SaveAdlun

Sketsanews.com – Setelah upload Kelakuan Polisi Minta Suap di Ternate di Youtube, Mahasiswa Universitas Khairun, Adlun Fiqri Sigoro ditahan Kepolisian Ternate pada Minggu (27/9/2015) lalu.

Dalam video itu belakangan diketahui adalah seorang petugas Lantas Polres Ternate saat melakukan operasi di pos depan RS Dharma Ibu, Jalan Pahlawan Revolusi Kelurahan Gamalama Sabtu (26/9) pekan kemarin, dilansir Jpnn.

Adlun yang ikut ditilang mengambil gambar oknum polisi yang menilang warga dan meminta bayaran. Dia mendokumentasikan menggunakan hp miliknya. “Banyak korban yang ditilang dimintai uang tilang senilai 125 ribu,” tulis Adlun melalui aplikasi BBMnya, sebelum ditangkap polisi, Senin (28/9).

Mengetahui hal ini, polisi melakukan upaya penyelidikan dan menangkap Adlun Senin (28/9). Setelah ditangakap, Adlun diperiksa dan ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap mencemarkan nama baik institusi polisi dan pribadi polisi yang bersangkutan.

 

Kronologi, dihimpun dari Beritagar

Kasus ini bermula pada 26 September 2015, ketika Adlun ditilang aparat polantas Ternate. Lantaran motor yang dikendarainya tidak memiliki kaca spion.

Saat itu, pria yang aktif bergiat di AMAN Malut dan Literasi Jalanan itu merekam video secara diam-diam dengan kamera ponsel.

Adlun sempat bertanya, “kalau pelanggaran spion itu kena pasal berapa dan dendanya berapa?” Petugas menyebut harga Rp250 ribu, tanpa merinci undang-undang yang dimaksud.

Terekam pula percakapan polisi dengan seorang pengendara lain yang kena tilang. Polisi bertanya, “bapak mau ikut sidang? Ikut sidang itu dendanya satu juta sesuai dengan pelanggaran, kalau di sini dendanya dalam blanko Rp150 ribu.”

Transaksi terjadi, polisi menulis di atas kertas berwarna merah muda, dan pengendara mengeluarkan uang.

Rekaman itu diunggah Adlun ke YouTube dan disebar ke Facebook.

Dua hari setelahnya, Senin (28/9), Adlun mengurus Surat Izin Mengemudi (SIM) di Polres Ternate. Di sana, salah seorang petugas kepolisian mengenalinya dan bertanya, “kamu yang upload video?”.

Adlun sempat dibawa ke ruang Satlantas, sebelum menjalani proses hukum. Hingga artikel ini ditulis (2/10), Adlun masih ditahan.

Tim Aman Malut menyebut, selama pemeriksaan Adlun menerima kekerasan dari polisi. Ia ditendang dengan sepatu lars dan dipukuli.

(in)

%d blogger menyukai ini: