Sketsa News
Home Berita Terkini, Citizen-Jurnalism, News Petisi Kepada Kapolri: “Bebaskan Adlun Fiqri Rahmadhani & Ungkap Praktek Suap Polantas Ternate”

Petisi Kepada Kapolri: “Bebaskan Adlun Fiqri Rahmadhani & Ungkap Praktek Suap Polantas Ternate”

Sketsanews.com – Laman Change.org memuat petisi “Kapolri: Bebaskan Adlun Fiqri Rahmadhani & Ungkap Praktek Suap Polantas Ternate.”  Petisi in dibuat oleh Munadi Kilkoda Ternate, Indonesia ditujukan kepada Kapolri RI, Kapolda Malut, Kapolres Ternate.

Adapun Isi dari petisi yang sudah mendapat tandatangan 1.051 pendukung (diakses pada 3/10/2015 13:56 wib) sbb :

Adlun Fiqri Pramadhani, aktivis AMAN dan Literasi Jalanan ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Ternate karena mengunggah video di YouTube dengan judul “Kelakuan Polisi Menerima Suap“, beberapa waktu lalu. Adlun ditangkap Polisi pada tanggal 28 September 2015 langsung menjadi tahanan Polres Ternate. Di Polres, dia dipaksa oleh beberapa anggota Polantas untuk menghapus video tersebut. Saat ini video tersebut tidak bisa lagi di akses.

Pasal yang dikenakan adalah Pasal 27 ayat (3) UU Nomor 11 tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan tuduhan mencemarkan nama baik salah satu oknum Polantas dan Institusi kepolisian.

Kejadian tersebut bermula dari kegiatan penertiban lalu lintas yang dilakukan oleh beberapa oknum Polantas Ternate di Depan RS Dharma Ibu Ternate pada 26 September 2015. Motor Adlun ditilang karena tidak dilengkapi dengan kaca spion. Selain Adlun, ada juga beberapa pengendara motor yang ditilang. Ketika Adlun menanyakan pelanggarannya ke salah satu oknum Polantas, yang bersangkutan menjawab, berdasarkan UU (tidak dijelaskan UU Nomor berapa) denda yang harus dibayar sebesar Rp 250.000. Beberapa pengendara motor yang ditilang juga diminta untuk membayar pelanggaran yang dilakukan mereka. Oknum Polantas tersebut mengatakan jika mereka (pengendara) mengikuti sidang maka mereka harus bayar sebesar Rp 1.000.000, sementara kalau bayar disini (di tempat tilang) jumlahnya hanya Rp 150.000. Praktek yang ganjil yang melanggar UU Lalulintas tersebut kemudian direkam oleh Adlun dalam bentuk video lalu disebarluaskan ke YouTube dan Facebook.

Adlun kemudian ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Polisi. Ketika beberapa LSM (AMAN, LBH, AJI) dan media massa bertemu dengan Kasat Reskrim Polres Ternate, AKP. Samsudin Lossen mengatakan uang tersebut bukan suap tapi uang titipan tilang. Sementara berdasarkan UU Nomor 22 thn 2009 Tentang Aturan Lalulintas, uang titipan tilang itu seharusnya diserahkan langsung ke pengadilan oleh orang yang di tilang, bukan diserahkan ke Polantas.

Berdasarkan hal tersebut, kami menyuarakan:

1) Mendesak Kapolri RI untuk memerintahkan kepada Kapolda Malut dan Kapolres Ternate agar segera membebaskan Saudara Adlun Fiqri Pramadhani;

2) Mendesak penyidik Polres Ternate untuk mengusut tuntas dugaan suap ke oknum Polantas sebagaimana terdapat dalam video yang dibuat saudara Adlun Fiqri Pramadhani;

3) Mendesak kepada Kapolri untuk melakukan pembinaan secara baik kepada anggotanya yang terlibat dalam kasus suap;

4) Mengutuk semua tindakan oknum Kepolisian yang mengkriminalisasi masyarakat yang menyebar informasi sebagai bentuk dari kebebasan berekspresi dan juga dalam rangka mendorong dilakukan reformasi institusi Kepolisian;
Terima kasih

Munadi Kilkoda

(in/change.org)

%d blogger menyukai ini: