Sketsa News
Home Berita Terkini, Internasional, News Koleksi 13 Senjata, Penembak Brutal Chris Harper Tewas di kampus Umpqua Community – Oregon

Koleksi 13 Senjata, Penembak Brutal Chris Harper Tewas di kampus Umpqua Community – Oregon

Penembakan brutal kembali terjadi di Gedung Sains Umpqua Community College di kota Roseburg, negara bagian Oregon, AS. Polisi mengatakan seorang tersangka penembak, Chris Harper-Mercer (26) telah tewas, setelah terjadi baku tembak dengan polisi., Kamis (1/10/2015) dilansir dari VoaIndonesia.

Seluruh kawasan itu kemudian dikarantina dan orang-orang dianjurkan untuk menjauhi kampus tersebut yang letaknya sekitar 250 kilometer dari ibukota Oregon, Portland.

Para pejabat mengidentifikasi pelaku sebagai Chris Harper Mercer yang berusia 26 tahun

Penyidik federal Amerika telah menemukan 13 senjata yang dimilikinya, termasuk 6 senjata api yang ditemukan di kampus tersebut dan tujuh di apartemen pria bersenjata itu.

Senjata yang ditemukan di perguruan tinggi di Roseburg, Oregon, dalam aksi ini saja, Mercer membawa enam pistol, satu senapan laras panjang, dan lima kotak peluru.

 

Chris Mintz Pahlawan Penembakan Oregon

Nama seorang korban terluka, Chris Mintz, disebut-sebut sebagai pahlawan karena mencegah Mercer keluar dari ruangan, dihimpun dari CNNIndonesia.

Timah panas dari senapan Mercer memang menembus tubuh veteran tentara Amerika Serikat ini. Namun, Mintz berhasil menghimpun tenaga dan keberanian untuk mencegah Mercer melakukan aksi lebih jauh.

Berlumuran darah, Mintz memohon kepada Mercer, mengatakan bahwa hari itu merupakan ulang tahun putranya. Meskipun sempat melepaskan beberapa peluru lagi, Mercer akhirnya berhenti melangkah.

“Pelaku tidak dapat keluar dari ruang kelas karena Chris menghentikannya,” ujar mantan kekasih Mintz yang juga merupakan ibu dari putranya, Jamie Skinner.

Hingga akhirnya polisi tiba di lokasi dan Mercer pun tewas dalam baku tembak.

Polisi sedang berusaha menentukan mengapa si penembak, bernama Chris Harper Mercer yang berusia 26 tahun, melakukan penembakan di kampus hari Kamis, menewaskan 9 orang dan melukai 7 lainnya sebelum tewas dalam tembak-menembak dengan polisi.

Reaksi OBAMA Atas Penembakan di Kampus Oregon

Presiden Barack Obama dengan marah menanggapi penembakan itu beberapa jam kemudian, dengan tampil di televisi seraya meminta rakyat Amerika agar mendorong Kongres untuk meloloskan undang-undang mengenai senjata api yang “masuk akal.” Ia mengatakan mayoritas warga Amerika, termasuk para pemilik senjata api yang taat hukum, menginginkan undang-undang yang lebih keras.

Obama mengatakan rakyat Amerika semakin tidak peka terhadap apa yang telah menjadi kejadian rutin di Amerika, yaitu penembakan massal, yang disusul dengan pernyataan Gedung Putih, dan tanggapan oleh mereka yang menentang pengawasan senjata api yang lebih ketat. Ia mengatakan argumen bahwa semakin banyak senjata api akan membuat rakyat lebih aman tidak dinyatakan dengan sejujurnya.

//www.voaindonesia.com/content/investigator-selidiki-motif-aksi-penembakan-di-oregon/2989094.html

%d blogger menyukai ini: