Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, Internasional, News Tuduh Serangan Rusia Perkuat ISIS, tapi Obama Blunder

Tuduh Serangan Rusia Perkuat ISIS, tapi Obama Blunder

tuduh-serangan-rusia-perkuat-isis-tapi-obama-blunder-k6L
Sketsanews.com – Presiden Amerika Serikat mengecam serangan udara Rusia di Suriah yang dia tuduh justru memperkuat ISIS. Tapi, Obama sendiri blunder setelah mengakui bahwa pasukan pemberontak moderat Suriah yang dilatih AS tidak bersedia melawan ISIS dan hanya fokus melawan pasukan rezim Suriah.

Dalam komentarnya di depan publik untuk yang pertama kalinya sejak Rusia meluncurkan serangan militer di Suriah, Obama menuduh serangan Kremlin kontraproduktif dan tidak bisa membedakan antara target kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dan oposisi moderat Suriah.

Presiden AS yang masa kecilnya pernah tinggal di Menteng, Jakarta, itu terang-terangan mengatakan bahwa Rusia sudah melemahkan peluang pemberontak moderat Suriah untuk menggulingkan rezim Presiden Suriah, Bashar al-Assad.

Obama mengungkapkan, ”Oposisi moderat di Suriah adalah salah satu yang (diharapkan), jika kita ingin memiliki transisi politik. Dan kebijakan Rusia menyasar orang-orang itu di bawah tanah atau menciptakan situasi di mana mereka terpenggal, dan (serangan Rusia) itu hanya memperkuat ISIS,” ungkapnya, seperti dikutip Sindonews.com, Sabtu (3/10/2015).

Namun, pada saat yang sama, Obama mengakui bahwa dukungan Pentagon terhadap pemberontak moderat tidak bekerja seperti yang direncanakan. Sebab, para pemberontak moderat Suriah hanya menganggap Presiden Assad sebagai target utama dan mereka tidak bersedia untuk menghadapi ISIS.

Obama menambahkan,”Pelatihan dan program pembekalan adalah sebuah inisiatif spesifik Departemen Pertahanan (AS) untuk melihat apakah kita bisa membuat oposisi moderat fokus menghadapi ISIS di bagian timur negara itu. Dan saya yang pertama untuk mengakui bahwa itu tidak bekerja dengan cara itu seharusnya, dan saya berpikir bahwa Departemen Pertahanan akan mengatakan hal yang sama,” Tambahnya.

Dia bersumpah untuk terus mendukung pemberontak moderat Suriah untuk memastikan transisi politik ke demokrasi. ”Masalahnya di sini adalah Assad dan kebrutalannya pada rakyat Suriah. Itu kepentingan kami untuk memastikan bahwa kita terlibat dengan oposisi moderat di Suriah karena akhirnya rezim Suriah akan jatuh. Rezim Assad akan jatuh, dan kita harus memiliki seseorang yang bekerja dengan kita, bahwa kita dapat membantu mengambil potongan-potongan dan menjahit kembali bersama, menjadi negara koheren kohesif,” pungkas Obama.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, ketika pidato di Sidang Majelis Umum PBB, mengusulkan pembentukan koalisi terpadu untuk melawan ISIS dan kelompok teror lain di Suriah. Koalisi itu, harus melibatkan otoritas setempat, yakni rezim Suriah sebagai pemilik kedaulatan.

Rusia sendiri membantah serangannya di Suriah tidak ditargetkan pada ISIS. Buktinya, serangan pesawat-pesawat jet tempur mereka kemarin berhasil menghancurkan pusat komando dank amp-kamp pelatihan ISIS. Namun, Rusia mengakui serangannya tak hanya ditujukan pada ISIS tapi juga kelompok teror lain, seperi al-Nusra yang oleh PBB sudah dinyatakan sebagai kelompok teroris. (Su)

%d blogger menyukai ini: