Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, Internasional, News Serangan Rusia di Suriah Bikin Militan Ketakutan

Serangan Rusia di Suriah Bikin Militan Ketakutan

A frame grab taken from footage released by Russia's Defence Ministry October 3, 2015, shows an explosion after airstrikes carried out by Russian air force on what Russia says was an underground explosives warehouse in Raqqa, Syria. Russia's Air Force has made over 20 flights in Syria in the past 24 hours and targeted nine Islamic State objects, Russian news agencies cited a Defence Ministry official as saying on Saturday. REUTERS/Ministry of Defence of the Russian Federation/Handout via Reuters ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. REUTERS IS UNABLE TO INDEPENDENTLY VERIFY THE AUTHENTICITY, CONTENT, LOCATION OR DATE OF THIS IMAGE. IT IS DISTRIBUTED EXACTLY AS RECEIVED BY REUTERS, AS A SERVICE TO CLIENTS. FOR EDITORIAL USE ONLY. NOT FOR SALE FOR MARKETING OR ADVERTISING CAMPAIGNS. NO SALES.
Sketsanews.com – Pemerintah Rusia mengklaim serangan yang mereka lakukan di Suriah telah membuat kelompok-kelompok militan di negara tersebut ketakutan. Rusia setidaknya sudah tiga hari melakukan serangan di Suriah, yang menargetkan ISIS, dan beberapa kelompok teror lainnya.

Dalam pantauan Sindonews.com, Minggu (4/10/2015) kepala staf umum militer Rusia, Kolonel Jenderal Andrey Kartapolov mengatakan, “Dalam tiga hari terakhir kami telah berhasil menghancurkan sejumlah infrastruktur teroris dan secara substansial menurunkan kemampuan tempur mereka,” ujarnya.

Dia menambahkan, “Laporan-laporan dari intelijen kami menunjukkan, bahwa militan mulai meninggalkan daerah di bawah kendali mereka. Ada kepanikan dan desersi di antara mereka,” sambungnya.

Dirinya bahkan menyebut telah menerima laporan bahwa ratusan tentara bayaran di Suriah telah pergi meninggalkan wilayah tersebut, karena takut menjadi korban serangan udara Rusia di Suriah. Mayoritas dari tentara bayaran itu memutuskan untuk kembali ke kampung halaman mereka di Eropa. “Hampir 600 tentara bayaran telah meninggalkan posisi mereka dan sedang berupaya untuk kembali ke rumah mereka di Eropa,” imbuh Kartapolov.

Rusia sendiri dalam kurun waktu tiga hari terakhir setidaknya sudah melakukan 60 kali serangan di Suriah. Rusia telah menghancurkan puluhan target, termasuk di dalamnya kendaraan, rumah, dan gudang persenjataan baik milik ISIS atau milik kelompok teror lainnya.

Sementara itu, Barat dan Eropa sampai saat ini terus mendesak Rusia agar menghentikan, atau setidaknya mengurangi intensitas serangan terhadap basis pemberontak Suriah dan hanya melakukan serangan terhadap basis ISIS. Seperti diketahui Barat dan Eropa adalah pihak yang mendukung pemberontak, untuk membantu mereka menggulingka Bashar al-Assad. (Su)

%d blogger menyukai ini: