Sketsa News
Home Berita Terkini, Citizen-Jurnalism, Foto, Headlines, Internasional, News Buku Baru dan Pameran Foto di Markas PBB, “Caesar,” Tim Forensik Militer Bashar Assad, Beber 45.000 Mayat Kekejaman rezim

Buku Baru dan Pameran Foto di Markas PBB, “Caesar,” Tim Forensik Militer Bashar Assad, Beber 45.000 Mayat Kekejaman rezim

Sketsanews.com – Pameran foto “Caesar,” seorang tim forensik militer Bashar Assad, mengungkapkan 45.000 mayat kekejian rezim. Foto yang dipamerkan di gedung PBB ini menghadang laju kebijakan Putin, Presiden Rusia yang akan membantu Bashar Assad.

“Orang-orang memiliki luka dalam, beberapa dari mereka mengalami penyiksaan mata dicungkil, gigi patah”:

Buku baru mengungkapkan penyiksaan dan pembunuhan mengerikan dilakukan oleh diktator Suriah, Bashar Assad – Putin, Presiden Rusia ini membantu untuk menjaga kekuasaan.

  • PERINGATAN KONTEN FOTO
  • Fotografer militer ‘Caesar,’ menyelundupkan Foto penyiksaan yang mengerikan dari Suriah.
  • Foto digambarkan sebagai ‘bukti nyata’ penyiksaan sistematis selama perang sipil
  • Dalam buku baru, Caesar berbicara untuk pertama kalinya tentang penderitaan traumatisnya.
  • Orang Suriah ini telah menderita serangan bom barel berkala dan dikabarkan serangan senjata kimia di tangan presiden mereka.
  • Rusia meluncurkan serangan udara di Suriah pekan ini dalam mendukung Presiden Assad

Seorang fotografer militer, menggunakan codename ‘Caesar’, menyelundupkan sedikitnya 45.000 gambar penyiksaan sistematis oleh pasukan pemerintah dari Suriah antara 2011 dan pertengahan 2013. Gambar mengerikan ini telah membantu memicu penyelidikan internasional pada diktator Suriah atas kejahatan terhadap kemanusiaan.

Menggunakan codename Caesar, seorang fotografer militer Suriah mengungkapkan bagaimana ia mempertaruhkan nyawanya untuk mengkompilasi cache menakutkan dari 45.000 gambar mengerikan dari mayat dimutilasi sebagai bukti terhadap Assad. Gambarnya, banyak yang terlalu mengerikan untuk dicetak di sini, telah membantu memicu penyelidikan internasional atas peran diktator Suriah pada kejahatan terhadap kemanusiaan.

** Keterangan Gambar : Seorang fotografer militer, menggunakan codename ‘Caesar’, menyelundupkan lebih 45.000 gambar penyiksaan sistematis oleh pasukan pemerintah dari Suriah antara 2011 dan pertengahan 2013. Gambar mengerikan telah membantu memicu penyelidikan internasional ke dalam diktator Suriah atas kejahatan terhadap kemanusiaan

** Keterangan Gambar : Gambar traumatis ini mengekspos kengerian karena rezim Suriah Presiden Bashar Assad, yang menunjukkan ‘bukti nyata’ penyiksaan sistematis selama perang saudara di negara yang dilanda perang itu.

“Aku belum pernah melihat sesuatu seperti itu,” kata Caesar, yang masih trauma untuk hidupnya. ‘Sebelum pemberontakan, rezim menyiksa tahanan untuk mendapatkan informasi – sekarang mereka menyiksa untuk membunuh.”

Bukti mengerikan Caesar terkandung dalam ‘Operasi Caesar’, sebuah buku baru oleh penulis Perancis Garance Le Caisne.

Mengacu pada jenazah, Caesar mengatakan kepada penulis: “Aku melihat bekas luka yang ditorehkan oleh pembakaran lilin, dan juga tanda bulat kompor – seperti yang Anda gunakan untuk teh panas – yang telah membakar wajah dan rambut seseorang.

“Beberapa orang memiliki luka mendalam, sebagian lagi mata mereka dicungkil, gigi hancur, Anda bisa melihat luka bekas goresan dengan kabel yang Anda gunakan untuk menstarter mobil.’

Caesar secara resmi bagian dari tim fotografer forensik bekerja untuk Assad secara rahasia. Tapi didorong untuk bertindak terhadap hal-hal yang mengerikan yang ia saksikan, Caesar mentransfer gambar mutilasi mayat dari komputer kepolisian kedalam flashdisk antara tahun 2011 dan 2013.

Flashdisk ini diselundupkan ke luar negeri – disembunyikan di sepatu dan ikat pinggang melalui teman-temannya, kemudian diposting ke Internet, dimana mereka sekarang bisa mengaksesnya.

“Kami ingin foto ini keluar, sehingga keluarga orang yang meninggal itu akan tahu bahwa orang yang telah ia cintai telah meninggal dunia,” kata Caesar. “Orang-orang harus tahu apa yang sedang terjadi di penjara dan pusat tawanan. Ketika Bashar Assad jatuh, Anda dapat yakin bahwa rezim ingin menghancurkan bukti.”

** Keterangan Gambar : Rusia meluncurkan serangan udara ke Suriah untuk mendukung Presiden Bashar Assad, gambar mengingatkan dunia bahwa sang pemimpin mengendalikan kekejaman sehingga ISIS dan kelompok-kelompok teror lainnya akan bangga.

Penyiksaan, kelaparan dan tubuh yang terbakar dalam foto tersebut adalah bentuk perlawanan politik rezim Assad. BAnyak dari mereka, yang berada diantara korban pertama rezim, merupakan demonstran yang bangkit melawan diktator.

Mereka hidup seperti di neraka – foto-foto yang tidak dapat dipublikasikan menunjukkan bukti cambukan, pembakaran, kelaparan ekstrim, pengelupasan kulit dan pengebirian.

Rezim Bashar, yang kebijakaannya meneruskan dari kekuasaan bapaknya, Hafidz Al Assad, telah membuat lawan-lawannya “menghilang” selama lebuh dari 40 tahun.

The Syrian Network for Human Rights (HAMnya Suriah -ed) memperkirakan bahwa lebih dari 215.000 orang telah ditahan sejak saat itu -tetapi tidak diketahui berap[a yang masih hidup.

Sementara kebiadaban dari kelompok-kelompok seperti ISIS secara berkala merekam dalam video propaganda diproduksi teroris sendiri, Assad terkenal untuk berusaha menjaga rahasia tindakan kejahatannya.

** Keterangan Gambar : Diktator Assad (kiri) dididik sebagai seorang ahli bedah mata di London, dan menikah dengan Asma Al-Akhras, wanita kelahiran Inggris, seorang mantan bankir investasi yang keluarga besarnya tetap berada di ibukota Inggris. Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) meluncurkan serangan udara di Suriah pekan ini, dalam mendukung Presiden Assad.

** Keterangan Gambar : Relawan Pencari dan kelompok penyelamatan Syria Civil Defence, juga dikenal sebagai White Helm, setelah terjadinya serangan udara Rusia di Talbiseh, Suriah.

Tapi Foto Caesar menunjukkan bahwa ia, seorang penguasa yang berdaulat (rezim Assad), telah menyelami kedalaman sama dengan kelompok teror.

Diktator dididik sebagai seorang ahli bedah mata di London, dan menikah dengan Asma Al-Akhras, wanita kelahiran Inggris, seorang mantan bankir investasi yang keluarga besarnya tetap di ibukota Inggris.

Pasangan ini memiliki tiga anak, dan terus menyerukan agar negara-negara seperti Inggris untuk membantu mereka dalam perang melawan ISIS, yang merupakan salah satu dari banyak kekuatan melawan Assad, dalam salah satu dari perang saudara paling kompleks dan merusak dalam sejarah.

Meskipun klaim bahwa ia memerangi terorisme, kekuasaan Assad telah menindas 15 tahun lebih atas nama negara, kenyataannya terlihat dari segala sesuatu semisal bom barel hingga gas beracun yang digunakan untuk membunuh ribuan warga sipil Suriah, termasuk wanita, anak-anak dan orangtua.

Caesar merupakan orang yang pertama Suriah dari dalam pemerintahan yang memberikan bukti tentang mesin kematian Suriah.

Perang telah menewaskan lebih dari 220.000 orang, sementara jutaan lainnya menjadi pengungsi karena pengeboman yang terus-menerus dari kota-kota besar, kota-kota kecil dan desa-desa.

** Keterangan Gambar :  Caesar secara resmi bagian dari tim fotografer forensik yang bekerja pada Assad secara rahasia. Tapi didorong untuk bertindak terhadap hal-hal yang mengerikan yang ia saksikan, Caesar mentransfer gambar mutilasi mayat dari komputer kepolisian kedalam flashdisk antara tahun 2011 dan 2013. Foto-foto tersebut dipajang di markas PBB di New York (foto)

** Keterangan Gambar :  Perang telah menewaskan lebih dari 220.000 orang, sementara jutaan lainnya menjadi pengungsi karena pengeboman yang terus-menerus dari kota-kota besar, kota-kota kecil dan desa-desa.

** Keterangan Gambar :  Meskipun klaim bahwa ia memerangi terorisme, kekuasaan Assad telah menindas 15 tahun lebih atas nama negara, kenyataannya terlihat dari segala sesuatu semisal bom barel hingga gas beracun yang digunakan untuk membunuh ribuan warga sipil Suriah, termasuk wanita, anak-anak dan orangtua.

Karena perang ini, Caesar berupaya membongkar penyiksaan yang dilakukan Assad terus berlanjut.

Saat Suriah damai, Caesar bekerja sebagai fotografer TKP, memotret gambar kecelakaan lalulintas atau kebakaran rumah yang melibatkan personal militer.

Seperti rezim Nazi era Third Reich, rezim Assad ini sangat birokratis, membuat catatan segala sesuatunya dengan sangat rinci.

Sebagaimana perang yang membinasakan, ada foto begitu banyak mayat melimpah dirumah duka, dan mayat-mayat tersebut diletakkan diluar halaman diterik matahari.

“Mayat membusuk dan menjadi makanan bagi burung dan serangga. Meskipun demikian, pemandangan tersebut ‘menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,'” ungkap Caesar.

Mengingatkan akan pengalamannya yang lalu, Caesar mengatakan, “Beberapa kali dalam sepekan, aku mengambil foto untuk Sami.”

“Ketika aku sendirian di kantor, aku menyalinnya kedalam flashdisk, ia telah memberiku perasaan takut, sekiranya seseorang akan datang dan melihatku.”

“Ketika aku pergi, aku akan menyembunyikan flashdisk dibagian tumitku atau ikat pinggangku. Pada perjalanan pulang, aku harus melewati empat atau lima blokade militer. Aku sangat ketakutan. Aku tidak tahu apa yang terjadi padaku. Para tentara mungkin ingin mencariku, walaupun aku memiliki IDCard tentara.”

Dalam salahsatu isi yang mengerikan dari buku tersebut, Caesar mengatakan ia melihat salah satu temannya sendiri diantara korban yang difoto, “Kami foto tubuhnya tanpa mengetahui siapa dia.”

** Keterangan Gambar :  Seorang wanita menutupi mulutnya saat ia memandang foto yang mengejutkan yang diselundupkan dari Suriah yang dipajang pada markas PBB di New York. Caesar adalah orang pertama Suriah yang memberikan bukti yang menyakinkan dari orang dalam rezim tentang mesin kematian Suriah.

“Tak lama kemudian, karena aku diam-diam mencari informasi mengenai ayahku, aku menyadari bahwa fotonya telah berada ditanganku sejenak dan aku tidak mengenalinya. Dia menghabiskan dua bulan penjara. Dan ini adalah seseorang yang aku gunakan untuk melihat sesuatunya setiap hari.”

Penulis Ms Le Caisne mengatakan, “Aku harus menemukan Caesar. Kemajuan spektakuler yang dibuat oleh ISIS, dan meningkatnya jumlah serangan teroris oleh pengikutnya, yang menenggelamkan pengungkapan kekejaman rezim Suriah.”

Dia menambahkan, “Gambar Caesar bisa menempatkan pelanggaran perlakuan kejam Damaskus lagi. Dia harus ditemukan… Kesaksian yang sangat penting jika kita memahami horor di jantung rezim.”

Caesar awalnya bernaung pada kelompok Islam Moderat yang disebut The Syrian National Movement, dan itu memungkinkan Ms Caisne untuk menemui Sami, seorang insiyur dan kolaborator kepercayaan Caesar yang telah membantu menyelundupkan flashdisk tersebut.

Tak lama kemudian, Ms Caisne berbicara kepada Caesar sendiri, merekam wawancara berdurasi 40 jam, dan ia sekarang menjadi pengungsi tersembunyi pada suatu negara di Eropa.

Sekarang, kekuatan gambar tersebut telah membesar, jaksa di Paris telah membuka penyelidikan awal ke rezim Assad atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Hal ini didukung oleh kementerian luar negeri Prancis, yang telah melakukan serah terima semua katalog foto yang mendalam dan menggelisahkan dari Caesar.

** Keterangan Gambar :  Sebuah video YouTube menunjukkan cuplikan dari apa yang saksi mata dan korban klaim sebagai serangan gas Sarin diluncurkan oleh helikopter pemerintah di kota Suriah, Saraqeb pada Mei 2013.

** Keterangan Gambar : Seorang korban serangan gas diduga di wilayah Ghouta, di pinggiran Damaskus, menunjukkan bikimata dengan erat menyempit yang merupakan gejala dari keracunan gas Sarin, pada Agustus 2013.

Menteri Luar Negeri Laurent Fabius mengatakan, “Pihak berwenang Perancis menerima riuan gambar dari file Caesar.”

“Mengingat keseriusan situasi, saya memutuskan untuk meneruskan foto-foto ini ke sistem peradilan Perancis, sehingga dapat menggunakannya dan memutuskan tindakan apa yang harus diambil, termasuk proses pidana.”

Mr Fabius menambahkan: “Menghadapi kejahatan yang menyakiti hati nurani manusia, ketakutan birokrasi, dihadapkan dengan nilai-nilai kemanusiaan, itu adalah tangung jawab kita untuk bertindak melawan kekebalan hukum pembunuh.”

The Directorate-General of the National Gendarmerie (DGGN), pasukan polisi militer merespon Kementerian Dalam negeri, menganalisis apa yang disebut Laporan Caesar.

Itu ditugaskan untuk membangun kredibilitas foto sebagai bukti, dan Mr Fabius mengatakan: “Foto-foto dari laporan Caesar membuktikan kekejaman sistematis rezim Bashar Assad.”

Rusia telah menggunakan hak veto Dewan Keamanan PBB untuk memblokir setiap penyelidikan pemerintah Suriah di pengadilan pidana internasional, dan pesawat (Rusia) yang sekarang membom musuh Assad di Suriah.

Waktu penuntutan Perancis sangat signifikan, karena Rusia ingin negara seperti Inggris bernegosiasi dengan Assad, dan di katakan, ia diperlukan sebagai sekutu untuk menghancurkan ISIS.

Inggris berposisi melunak pada kejahatan perang yang dilakukan Assad dan menyarankan ia (Assad) bisa tetap berada dalam pemerintahan transisi selama enam bulan.

Tapi Ms Le Caisne mengatakan: “Para teroris dari Negara Islam memberitakan kekejaman mereka di jaringan sosial, negara Suriah menyembunyikan kejahatan dalam keheningan di ruang bawah tanahnya.”

Caesar percaya bahwa Syrian Security Services merasa “tidak bisa dihancurkan,” penulis katakan, “Mereka tidak bisa membayangkan bahwa suatu hari mereka akan dipanggil untuk mempertanggung jawabkan pelanggaran mereka.”

“Mereka tahu bahwa kekuatan besar mendukung rezim. Dan mereka tidak pernah berpikir bahwa foto-foto ini akan keluar dan dilihat oleh dunia yang lebih luas.”

“Faktanya, saya bertanya dalam hati, jika bosnya Security Service tidak lebih bodoh dari yang kita pikirkan. Sibuk dengan penindasan demostran, penjarahan penduduk, pembunuhan, dan mereka lupa bahwa pelanggaran mereka sedang didokumentasikan.”

** Keterangan Gambar :  Keluarga korban berjalan diantara rumah-rumah mereka yang hancur dan mencari koran yang selamat setelah sebuah bom barel dijatuhkan oleh pasukan pemerintahan di Al-Shaar, wilayah sekitar Aleppo, Suriah, pada 17 September 2013.

** Keterangan Gambar :  Seorang pria Suriah membawa kedua putrinya, saat ia berjalan di rerutuhan, menyusul serangan bom barel di wilayah yang dikuasai pemberontak Al-Kalasa di Allepo, Suriah, pada 17 September 2013.

Caesar menunjuk serangan kimia pada Ghouta pada Agustus 2013, ketika pasukan Assad menewaskan 1.400 orang menggunakan bom saraf Sarin.

“Mereka yang bertanggung jawab tahu akan ada bukti apa yang mereka lakukan – namun mereka masih menembakkan roket mereka,” kata Caesar.

Assad pertama kali terancam, terutamanya saat kampanye damai rakyat pro-demokrasi selama musim semi Arab tahun 2011, dan represi kekerasan itu segera menjamur pada seluruh perang.

Ayah Bashar Assad, Hafez, yang bertanggung jawab atas Suriah pada akhir 1970-an dan awal 1980-an, saat itu lebih dari 17.000 tahanan menghilang.

The Syrian Network for Human Rights (SNHR), memperkirakan lebih dari 215.000 orang telah dipenjarakan sejak awal perang saudara saat ini.

Lebih dari 100.000 kasus, keluarganya sama sekali tidak tahu dimana mereka ditahan.

Pada gilirannya, Assad selalu bersikeras bahwa banyak dari 45.000 foto adalah palsu, dan bahwa cerita Caesar dibiayai oleh negara Teluk Qatar, yang berkomitmen untuk menggulingkan nya.

Sebaliknya, Assad selalu bersikeras bahwa banyak dari 45.000 foto tersebut palsu, dan cerita Caesar dibiayai oleh Qatar, yang berkomitmen untuk menggulingkannya.

Menanggapi berita “Operasi Caesar,” Assad mengatakan, “Siapa yang mengambil gambar? Siapa dia? Tak ada yang tahu. Tidak ada verifikasi dari setiap bukti ini, sehingga semua tuduhan tanpa bukti.”

Ketika diberitahu bahwa foto Caesar sebenarnya telah diverifikasi oleh peneliti Eropa yang independen, Assad menjawab, “Tidak ada yang jelas atau terbukti. Gambar-gambar yang tidak jelas tentang mana orang yang mereka tampilkan. Mereka hanya gambar kepala, misalnya, dengan beberapa tengkorak.”

Sumber :

DailyMail, By PETER ALLEN IN PARIS FOR MAILONLINE, dipublish |

(in/sketsanews.com)

%d blogger menyukai ini: