Sketsa News
Home Berita Terkini, News Nyaris Terungkap! Misteri Mayat di Kardus Kalideres, Polisi Periksa DNA 4 Jomblo Tetangga

Nyaris Terungkap! Misteri Mayat di Kardus Kalideres, Polisi Periksa DNA 4 Jomblo Tetangga

Sketsanews.com – Polisi melakukan uji tes DNA terhadap 4 orang tetangga Putri Nur Fauziah atau Neng (9). Keempatnya berstatus jomblo, belum menikah.

“Jadi ada empat orang, Agus (42), Asmuni (Pelor), dan Roni (42), Roso (33). Keempatnya dibawa ke Polsek Kalideres, Selasa (6/10/2015) malam. Kemudian Polisi mengambil air liur (swap mukosa) untuk dilakukan uji DNA-nya,” ujar Ahyar, di samping rumah duka, Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (7/10), dikutip dari Merdeka.

“Jadi semua yang dites DNA oleh Polisi ini statusnya sedang jomblo semua,” kata Ahyar.

Sementara itu di tempat berbeda, Kepala Bidang Kedokteran dan Forensik Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Musyafak, membenarkan bahwa pihaknya memang mengambil sampel DNA dari empat orang pada Selasa (6/10). Dirinya mengatakan guna melakukan pencocokan atas yang ditemukan pada tubuh korban.

“Sampel DNA itu nantinya akan dicocokkan dengan DNA air mani yang ditemukan di tubuh korban. Apabila cocok, maka bisa kemungkinan diduga kuat itu pelakunya,” kata Musyafak ketika dikonfirmasi, Rabu (7/10).

** Keterangan Gambar : Makam Neng. ©2015 merdeka.com/diaz abraham

 

Mengerucut ke Agus “Residivis” ?

Agus, seorang ‘residivis’ kasus Narkoba yang jadi salah satu terduga pelaku, punya gelagat agak aneh di hari Neng ditemukan meninggal. Di mana sebelumnya dirinya sempat diamankan oleh Kepolisian, Minggu (4/10).

“Dia waktu itu kelihatan membakar kardus-kardus. Agak aneh, sebab biasanya Agus menjual kardus-kardus miliknya,” ujar tetangga Agus, Supartini (58), Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (7/10).

Sementara itu di tempat berbeda, Ketua RW 7 tempat Neng tinggal, Agus Hermansyah, mengatakan, agak aneh dengan Agus yang belum dipulangkan polisi sampai sekarang. Padahal empat warga lainnya yang menjalani tes DNA pada Selasa (6/10) malam, sudah pulang kembali ke rumahnya hari ini, Rabu (7/10).

“Makanya, saya juga aneh ini dengan status Agus. Apakah sudah tersangka, atau masih saksi. Ini kan sudah 4 hari sejak dia dibawa Polisi, tapi belum pulang-pulang,” pungkas ketua RW 7.

Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Krishna Murti menduga, pelaku pembunuhan bocah sembilan tahun itu adalah seorang residivis yang telah diamankan sebelumnya.

“Kami mengerucut arah penyelidikan kepada pelaku yang memiliki beberapa latar belakang tertentu,” ujar Krishna kepada wartawan, Rabu (7/10), dikutip dari Merdeka.  (in)

%d blogger menyukai ini: