Sketsa News
Home Berita Terkini, Internasional, News Amerika Serikat berencana kerahkan kapal perang ke Laut China Selatan

Amerika Serikat berencana kerahkan kapal perang ke Laut China Selatan

Sketsanews.com – Dalam dua pekan mendatang, Amerika Serikat diperkirakan mengirimkan kapal perangnya ke dekat Kepulauan Spratly yang menjadi perselisihan sejumlah negara di sekitar di Laut China Selatan.
1378010165
Berdasarkan laporan media, langkah itu ditempuh Amerika Serikat untuk menunjukkan bahwa Paman Sam tidak mengakui pengakuan kewilayahan China di sana.

Rencananya kapal perang itu ditempatkan dalam wilayah 12 mil laut, yang dinyatakan China sebagai wilayahnya di sekitar Kepulauan Spratly, tempat negara itu melakukan pembangunan, kata Financial Times dan Navy Times.

foto udara menunjukkan Pulau Pagasa (Harapan), salah satu pulau di Kepulauan Spratly yang menjadi perselisihan sejumlah negara di sekitar Laut China Selatan, di lepas pantai barat Filipina, (REUTERS)
foto udara menunjukkan Pulau Pagasa (Harapan), salah satu pulau di Kepulauan Spratly yang menjadi perselisihan sejumlah negara di sekitar Laut China Selatan, di lepas pantai barat Filipina, (REUTERS)

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chungying, mengatakan dalam jumpa pers berkala, Kamis, China memperhatikan laporan itu dan bahwa China serta Amerika Serikat menggalang komunikasi sangat menyeluruh terkait masalah Laut China Selatan.

“Saya yakin pihak Amerika Serikat sangat mengerti sikap mendasar China menyangkut hal itu,” katanya.

“Kami berharap pihak AS dapat melihat situasi saat ini di Laut China Selatan secara obyektif dan adil, dan China yang secara ikhlas memainkan peranan konstruktif dalam menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan.”

Gedung Putih menolak berkomentar soal kemungkinan Amerika melangsungkan operasi angkatan laut yang rahasia. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dan Pentagon belum memberikan tanggapan terhadap laporan tersebut.

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, sebelumnya mengatakan bahwa ia telah menyampaikan kepada Presiden China, Xi Jinping, ketika Xi melakukan lawatan pertamanya ke Washington pada akhir September, bahwa dia mengkhawatirkan situasi di kepulauan itu.

Xi mengatakan kepulauan itu tidak sedang diisi perlengkapan militer, namun para pengulas di Washington serta pejabat AS mengatakan militer sudah mulai masuk, dan satu-satunya pertanyaan adalah seberapa banyak perangkat militer yang akan dipasang China.

China mengklaim sebagian besar Laut China Selatan, tempat Kepulauan Spratly berada dan jalur perdagangan melalui kapal laut menghasilkan 5 triliun dolar Amerika Serikat setiap tahun. Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei dan Taiwan juga memiliki klaim bertumpuk di wilayah itu.

Sementara itu pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati mengatakan konflik Laut Cina Selatan ancaman dan tantangan keamanan terbesar di Asia Tenggara.

“Ancaman dan tantangan keamanan terbesar di Asia Tenggara saat ini adalah memanasnya konflik Laut Cina Selatan yang melibatkan beberapa negara di ASEAN,” katanya disela sela acara HUT Ke-70 TNI, 5 Oktober, dikutip Antaranews.com di Jakarta.

Dia menambahkan, Laut Cina Selatan salah satu jalur laut tersibuk di dunia yang diakses seluruh dunia.

Posisi Indonesia persis berbatasan dengan Laut China Selatan di barat laut-utara Kepulauan Natuna, Bangka Belitung. Adapun negara-negara ASEAN yang berkonflik tentang klaim kedaulatan di Laut China Selatan itu adalah Vietnam, Filipina, Brunei Darussalam, dan Malaysia.

Secara sendiri-sendiri, mereka berhadapan dengan klaim kepemilikan hampir semua Laut China Selatan yang secara agresif diajukan China, yang memakai kekuatan militernya secara terbuka.

Oleh karena itu, Indonesia sebagai negara terbesar di ASEAN punya peran penting di kawasan. Pada sisi lain, dengan politik luar negeri bebas-aktif, Indonesia tidak pernah menyatakan pihak luar yang berpotensi menjadi ancaman kepentingan nasional.(Ki)

%d blogger menyukai ini: