Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Kronologi Pembakaran Gereja di Aceh Singkil

Kronologi Pembakaran Gereja di Aceh Singkil

Sketsanews.com – Sebuah rumah gereja GHKI yang disebut undung-undung dibakar di Desa Sukamakmu, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, Selasa, 13 Oktober 2015. Aksi pembakaran itu dilakukan oleh kelompok orang dalam jumlah besar.

kerusuhan-massa-bakar-gereja-di-aceh-singkil-imageby-youtube

** Gereja di bakar massa di Aceh Singkil (youtube.com)

Usai membakar gereja, massa kemudian bergerak ke lokasi lain. Puluhan polisi bersenjata lengkap yang berjaga tak dapat menghalau massa yang sangat banyak.
*** Polisi melakukan pengamanan (VIVA.co.id/Anhar Rizki Affandi)
Camat Gunung Meriah, Deni Oskandar, membenarkan kejadian tersebut. Saat ini rumah ibadah yang disebut undung-undung tersebut telah hangus dibakar. (dikutip VivaNews).

 

Kronologi berdasar keterangan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti

Dari laman Beritasatu mengabarkan, “Tadi jam 12.00 WIB terjadi bentrok antar masyarakat di Desa Dangguran, Kecamatan Simpang kanan, Aceh Singkil yang memakan korban jiwa satu orang dan 4 orang luka-luka diantaranya 1 TNI,” kata Badrodin dalam rilis di rumah dinasnya Selasa malam.

Menurut jenderal bintang empat ini sebenarnya sejak Senin (12/10) kemarin sudah ada kesepakatan antara Pemda dengan tokoh masyarakat terkait adanya 21 gereja yang bermasalah karena tak memiliki izin.

“Oleh Pemda akan ditertibkan dan atas desakan warga akan dilakukan pembongkaran. Tadi malam sudah ada kesepakatan antara Pemda dan warga untuk membongkar dan itu akan dilakukan pada 19 Oktober nanti,” sambung Badrodin.

Tapi, rupanya, perwakilan warga ini tak diakui oleh warga lain yang kemudian melakukan pembakaran itu. Sehingga warga yang tidak puas itu lalu berkumpul di masjid Kajang Bawah sejak pukul 08.00 tadi.

Jam 10.00 tadi mereka bergerak ke Tugu dan kemudian dihadang pasukan TNI-Polri yang berjaga. Tak patah arah, mereka lalu menuju ke GHKI yang letaknya di lain kecamatan.

“Sebenarnya tiap-tiap gereja tadi sudah dilakukan pengamanan oleh TNI-Polri. Tapi karena objeknya cukup banyak jadi hanya diamankan sekitar 20 orang per gereja sementara massanya sekitar 500 orang,” urai Badrodin.

Massa menyebar dengan sepeda motor dan menuju gereja yang diincar untuk dibakar. Setelah membakar GHKI, massa lalu menuju ke Desa Dangguran dan disinilah terjadi bentrok dengan warga yang menjaga gereja di Dangguran.

“Disitulah terjadi korban. Oleh karena itu langkah Polri, disamping pasukan yang sudah ada di sana, kini diperkuat satu SSK Brimob dari Banda Aceh. Lalu dilakukan penyekatan massa di perbatasan antara Aceh menuju Sumatera utara,” sambungnya.

 

Pemicunya Tahun 1979

“Pertikaian antara umat Islam dan Nasrani itu pemicunya pada 1979, ada perjanjian dari kawan kawan Nasrani hanya membangun satu gereja dan empat undung-undung. Belakangan berkembang masyarakat minta Pemkab menertibkan gereja yang tidak berizin,” kata Kabag Humas Pemkab Aceh Singkil, Kaldum, saat dihubungi merdeka.com.

(in)

  • APA SALAH GEREJA?Silahkanbakar kawan.. karena gereja cuman sebuah bangunan… silahkan hancurkan kawan….karenagereja hanyalah sekumpulan batu, pasir, semen, dan kayu yang disusun dan dinamakan gereja. Silahkan kawan..bakar saja.. karena Gereja bukan Tuhan kami… ratakan saja dengan tanah karena bukan gereja yang kami sembah.. bakar saja kawan karena gereja hanyalah bangunan tempat perkumpulan kami yang percaya padanNYA. Akankah kami akan membalas?Tidak akan kawan… akankah kami memaki dan mengatakan anda sesat?? Tidak akan kawan.. itu bukan kapasitas kami..Silahkan kawan, bakar dan ratakan saja…. karena yang kalian bakar hanyalah gedung.. bukaniman kami dan kepercayaan kami kepadanya. Lihatlah, kami hanyalah kaum minoritas yang mempertahankan keimanan dan kepercayaan kami. Mana mungkin kami bisa membalas.. lagian bukan itu yang diajarkaNYA kepada kami….malahankami akan melipat tangan dan berdoa kepadaNYA supaya mengampuni kamu.Bakar saja kawan karena hal itu tidak akan mengganggu kepercayaan kami Kepada-NYA.Tapikawanbolehkah saya bertanya kawan?? Apakah salah Gereja itu kawan???? Apa salah kami yang agamanya tidak sama dengan kalian?? Tidak bolehkah kami membangun Rumah Ibadah kami di Negara Indonesia ini?? Salahkah kami beragama yang lain daripada mayoritas rakyat indonesia? Tapi bukankah Negara menjamin kemerdekaantiap – tiap penduduknya untuk memeluk agamanya sesuai UUD 1945 pasal 29 ayat 2 ?? tapi.. ah sudalah..Terimakasih kawan atas gereja yang kalian bakar.. semakin membuat kami kuat dan yakin dengan kepercayaan kami. SEMOGA TUHAN MENGAMPUNI PERBUATANMU SEBAB KAMU TIDAK TAHU APA YANG KAMU PERBUAT.

%d blogger menyukai ini: