Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Identifikasi dan Verifikasi Jenazah Korban Mina 2015 Berakhir, Total 129 WNI Wafat

Identifikasi dan Verifikasi Jenazah Korban Mina 2015 Berakhir, Total 129 WNI Wafat

Masa panjang verifikasi dan identifikasi pencarian jenazah Jamaah Haji 2015 Indonesia berakhir dengan temuan korban 2 jemaah asal Jawa Barat. Keduanya berasal dari kloter embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS 61) yang teridentifikasi yaitu Nugroho Muhammad Sofwan Hadi dan Nji Saadah Eno Martawijaya.

Hal tersebut disampaikan Arsyad Hidayat selaku Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekkah PPIH 1436H/2015M, di Mekkah, Arab Saudi pada Jumat dini hari (16/10/2015) yang dihimpun SketsaNews dari laman AntaraNews.

Arsyad mengatakan, “Akhirnya PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) bisa mengidentifikasi dua jamaah yang menjadi korban peristiwa Mina.”

“Penemuan ini juga menjadi tanda berakhirnya pencarian korban Mina di pemulasaran mayat Al Muashim,” lanjut Arsyad.

** Korban Tragedi Mina 2015 segera ditangani Tim Medis (via Okezone.com)

 

Jumlah Total WNI Jamaah Haji 2015 yang Meninggal dalam Tragedi Mina 2015 menjadi 129 orang

Total jamaah haji Indonesia yang menjadi korban meninggal dalam peristiwa tersebut sebanyak 129 orang terdiri dari 124 jamaah dari Tanah Air dan lima WNI yang telah bermukim di Arab Saudi, dikutip dari antaranews pada Jumat (16/10/2015).

Laman GlobalIndo melansir dari Kantor berita Associated Press, Jumlah korban meninggal dunia 1.399 dari data resmi 18 negara asal jemaah haji, Kamis (8/10/2015). Adapun data terakhir yang dirilis Pemerintah Arab Saudi dua hari pasca insiden Mina menyebutkan, jamaah haji yang meninggal dunia sebanyak 769 orang dan 934 lainnya luka-luka dalam insiden Mina.

Berdasarkan data sebelumnya yang dikumpulkan dari 18 negara, Indonesia menempati peringkat ketiga terkait jumlah anggota jemaah yang meninggal dalam insiden Mina, yakni 120 anggota jemaah. Korban terbesar dialami jemaah asal Iran, yaitu 465 orang, disusul Mesir (148).

Setelah Indonesia, jumlah jemaah terbanyak yang meninggal dalam insiden Mina ialah Nigeria (99), Pakistan (89), India (81), Mali (70), Banglades (63), Senegal (54), Benin (51), Kamerun (42), Etiopia (31), Maroko (27), Aljazair (25), Ghana (12), Chad (11), Kenya (8), dan Turki (3).

** Tragedi Mina 2015, Bencana Haji Terburuk (via inilah.com)

 

Sulitnya Identifikasi dan Verikasi Pencarian Jenazah Korban Tragedi Mina 2015

“Tim DVI, sudah melaksanakan semua tugasnya sesuai prosedur. Hanya, data dua data antemortem yang dibawa tim ada yang tidak sesuai dengan jenazah manapun yang jadi korban tragedi Mina,” kata Masudi di Markas Besar Polri, Jakarta, Kamis (15/10/2015) dilansir GlobalIndo.

Antemortem adalah data yang didapatkan semasa korban masih dalam keadaan hidup. Dalam proses identifikasi jenazah, data tersebut dicocokkan dengan data postmortem, yakni data yang didapatkan dari korban setelah meninggal dunia.

Data antemortem bisa berupa sampel DNA, sidik jari, atau susunan gigi. Jika data cocok, maka jenazah dapat dipastikan teridentifikasi sebagai pemilik data antemortem yang sesuai.

“Kami punya data antemortem, Arab Saudi punya data postmortem. Tim DVI dan Arab Saudi bekerjasama untuk merekonsiliasi berdasarkan data itu,” kata Masudi.

Data antemortem yang dimiliki Polri pun sudah diserahkan kepada otoritas Arab Saudi. Karena itu, tim di negara tersebut bisa meneruskan proses identifikasi.

Direktur Eksekutif DVI Komisaris Besar Anton Castilani mengatakan Polri adalah satu-satunya tim yang diperkenankan turut membantu proses identifikasi.

Selain membantu proses identifikasi, kata Anton, tim DVI juga ditugaskan untuk menjalin hubungan baik dengan otoritas Saudi untuk mempermudah kerjasama seandainya hal serupa terjadi lagi. “Kami berharap ini kejadian terakhir, tapi tentu harus bersiap jika terjadi lagi.”

Selain itu, dia juga mengusulkan kepada petugas penyelenggara haji agar mengumpulkan data antemortem sebelum memberangkatkan jemaah ke Arab Saudi. Tak hanya itu, diharapkan petugas juga dibekali kemampuan identifikasi agar bisa turut membantu tim DVI.

*** DVI Indonesia (via ntmcpolri.info)

Sementara itu Ketua Tim Verifikasi dan Identifikasi Korban Mina Letkol Jaetul Muchlis Basyir mengatakan penemuan kedua jenazah terakhir tersebut terbilang cukup sulit mengingat pihaknya harus membuka ulang file dan dokumen korban meninggal akibat peristiwa Mina yang ada di pemulasaran mayat.

“Penemuan dua jenazah tersebut mengalami proses yang cukup sulit karena akses yang sulit ditembus,” kata Muchlis yang juga Kepala Seksi Perlindungan Jamaah Daker Mekkah.

Ia berharap masyarakat maupun keluarga korban bisa memaklumi proses yang terbilang agak lama untuk melakukan identifikasi jenazah karena kendala di lapangan itu. “Semua demi validitas informasi yang disampaikan,” katanya.

Pada bagian lain Kepala Daker Mekkah Arsyad Hidayat mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim pendataan, pemulasaran, dan identifikasi di PPIH maupun tim DVI (Disaster Victim Identification) Mabes Polri yang khusus datang membantu identifikasi korban Mina, serta KJRI Jeddah.
(in)

%d blogger menyukai ini: