Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, Internasional, News Agresi Rusia Dukung Rezim Suriah Kesalahan Besar!

Agresi Rusia Dukung Rezim Suriah Kesalahan Besar!

A frame grab taken from footage released by Russia's Defence Ministry October 15, 2015, shows what Russia says is smoke rising after air strikes carried out by the Russian air force on an Islamic State base in Idlib province, Syria. Russia's air force hit 32 Islamic State positions in Syria over the past 24 hours, reducing the intensity of its air campaign to focus on new targets as militants regroup on the ground, the Russian defence ministry said on Thursday. REUTERS/Ministry of Defence of the Russian Federation/Handout via Reuters ATTENTION EDITORS - FOR EDITORIAL USE ONLY. NOT FOR SALE FOR MARKETING OR ADVERTISING CAMPAIGNS. THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. IT IS DISTRIBUTED, EXACTLY AS RECEIVED BY REUTERS, AS A SERVICE TO CLIENTS. REUTERS IS UNABLE TO INDEPENDENTLY VERIFY THE AUTHENTICITY, CONTENT, LOCATION OR DATE OF THIS IMAGE. FOR EDITORIAL USE ONLY. NO RESALES. NO ARCHIVE.
Sketsanews.com – Arab Saudi dan Turki kompak menyampaikan peringatan keras terhadap Rusia yang terus meluncurkan agresi militer di Suriah untuk mendukung rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad. Saudi memperingatkan Rusia bahwa agresi Kremlin di Suriah sebagai kesalahan besar.

Kedua negara dengan mayoritas penduduk Muslim Sunni itu telah mendukung pemberontak atau oposisi moderat di Suriah. Keduanya sudah marah dengan rentetan pemboman Rusia untuk menopang rezim Presiden Assad.

Kemarahan Turki muncul awal bulan ini ketika pesawat jet tempur Rusia yang beroperasi di Suriah sudah dua kali melanggar wilayah udara dari anggota NATO tersebut. ”Rusia adalah membuat kesalahan besar!,” kata Menteri Luar Negeri Turki, Feridun Sinirlioglu, kepada wartawan setelah pembicaraan di Ankara dengan rekannya Menlu Saudi, Adel al-Jubeir. Sebagaimana dilansir Sindonews.com, Jumat (16/10/2015).

Sinirlioglu menambahkan, ”Apa yang dilakukannya tidak akan membawa arti atau manfaat, selain menunda proses transisi untuk membantu Suriah keluar dari kekacauan. Kami akan terus dengan peringatan kami,” tambahnya.

Menlu Saudi, Adel al-Jubeir mengatakan, ”Arab Saudi dan Turki sepakat untuk mendukung oposisi di Suriah. Yang penting adalah solusi politik. Kami sepakat bahwa tidak akan ada peran bagi Bashar al-Assad,” ujarnya.

Menlu Saudi itu menegaskan bahwa penyelesaian krisis Suriah harus sesuai perjanjian Jenewa 2012, yang merekomendasikan transisi politik di Suriah. ”Kami (di Ankara) membahas intervensi kekuatan asing, terutama intervensi Rusia yang merupakan isu yang sangat penting,” tegas Jubeir. (Su)

%d blogger menyukai ini: