Sketsa News
Home Berita Terkini, Foto, News Fakta, Foto dan Rilis Video Pengakuan Pembunuh Sadis Ibu-Anak di Cakung

Fakta, Foto dan Rilis Video Pengakuan Pembunuh Sadis Ibu-Anak di Cakung

Sketsanews.com – Reserse Satgas Cacing (Cakung-Cilincing -satuan tugas gabungan reserse Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Timur serta Polsek Metro Cakung) berhasil menguak tabir pembunuhan sadis Ibu dan Anak di Cakung, yang mendapat perhatian publik secara luas.

Pihak kepolisian sempat memutar pengakuan Heri Kurniawan, pelaku pembunuhan Dayu Priambarita (45) dan anaknya Yuel Imanuel (5) di Perumahan Aneka Elok, Cakung, Jaktim-saat jumpa pers.

***pengakuan Heri Kurniawan, pelaku pembunuhan Dayu Priambarita (45) dan anaknya Yuel Imanuel (5) di Perumahan Aneka Elok, Cakung, Jakarta. Foto: Mei Amelia (detik.com)

“Ini ada rekaman video pengakuan tersangka. Kami merekam pengakuannya, sekaligus untuk membuktikan tidak ada cara-cara kekerasan yang kami lakukan dalam proses interogasi kepada tersangka,” kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (16/10/2015), dilansir detik.com.

 

Rekaman Interogasi  terhadap tersangka Heri Kurniawan

Dalam video tersebut, Krishna menginterogasi tersangka di ruangannya. Interogasi dimulai dari awal tersangka masuk ke rumah korban.

“Kamu sama siapa ke TKP?,” tanya Krishna dalam video tersebut.

“Sendiri, lalu masuk ke dalam,” jawab Heri.

Heri kemudian menjelaskan, setelah masuk ke rumah korban, pada Kamis (8/10) pukul 12.30 WIB lalu, ia langsung menuju ke dapur korban. Di situ, dia mengambil sebilah pisau.

Rekaman kemudian dilanjutkan dengan adegan prarekonstruksi di TKP, Kamis (15/10) sore. Dalam prarekonstruksi itu, tersangka menunjukkan di mana ia mengambil pisau, yaitu di lemari gantung dapur.

“Terus kemana?,” tanya Krishna.

“Lalu saya keluar dari dapur, ketemu sama ibu (korban Dayu),” ungkap Heri.

Heri lalu menjelaskan bagaimana peristiwa pembunuhan itu terjadi. Ia mendorong korban yang mencoba menghalangi pintu dengan tubuhnya, lalu berhasil masuk dan menusuk korban berulang kali. Dalam adegan prarekon itu, tersangka hanya mempraktekan 2 kali penusukan.

“Cuma segitu saja? Orang luka tusukannya banyak,” lanjut Krishna.

“Iya, karena dia melawan,” jawab Heri.

Heri juga menjelaskan mengapa akhirnya ia menusuk bocah Yuel. “Karena dia megangin kaki saya,” tuturnya.

**  Heri Kurniawan (39), tersangka pembunuh ibu dan anak di Cakung resmi ditahan di Polda Metro Jaya, Jumat (16/10/2015). KOMPAS.COM/ANDRI DONNAL PUTERA 

Ringkasan Kronologi pembunuhan Dayu Priambarita (45) dan anaknya Yuel Imanuel (5) di Perumahan Aneka Elok, Cakung

Dihimpun dari laman CNNIndonesia,  tersangka HK sudah berencana untuk mencuri barang-barang milik korban. Sejak tanggal dua hari sebelum pembunuhan, tersangka sudah mengamati kondisi rumah milik keluarga Heno Pujoleksono.

“Tanggal 8 Oktober karena (rumah) terlihat sepi, tersangka HK masuk ke dalam rumah tersebut untuk mengambil barang yang ada di dalam rumah,” kata Krishna.

Berhasil masuk ruang tamu di rumah tersebut, tersangka tak mendapati barang berharga. Ia lantas masuk ke ruang kamar.

Sebelum masuk ke kamar, tersangka lebih dulu mangambil pisau dapur. Saat itulah ia salah satu korban, Dayu Priambarita yang merupakan istri Heno memergokinya. Dayu pun meneriki maling. Tersangka yang panik lantas membunuh korban dengan pisau dapur.

Aksi pembunuhan itu disaksikan oleh anak Dayu, Yoel Maheswara Leksono. Tersangka pun membunuh bocah berusia lima tahun itu.

 

** Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Mohammad Iqbal (kiri) dan Dir Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti (kanan) memberikan keterangan saat rilis tersangka pembunuhan ibu dan anak di Cakung yang berinisial H di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (16/10/15). Satgas gabungan dari Reskrimum Polda Metro Jaya serta Polres Metro Jakarta Timur berhasil menangkap tersangka pembunuhan di Cakung pada Kamis (8/10/15) yang berlatar belakang pencurian disertai kekerasan yang mengakibatkan kematian. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

 

** Lokasi pembunuhan sadis di Cakung, Jakarta Timur (LIputan6.com/ Richo Pramono)

 

Kondisi Korban Pembunuhan Ibu-Anak di Cakung Saat Olah TKP

Pada olah TKP dilansir Liputan6, dari Polrestro Jakarta Timur dan Polsek Cakung, Minggu 11 September 2015, polisi kembali menelusuri kamar tempat kedua korban ditemukan tewas bersimbah darah. Dia melihat, kondisi kamar terbilang rapi seperti tidak ada perlawanan dari kedua korban.

“Darah masih ada. Tempat itu belum diapa-apain sama polisi. Kan ibunya ditemukan di atas kasur, anaknya di lantai. Kasurnya juga enggak berantakan, kayak enggak perlawanan, sekelilingnya juga rapi,” ungkap Chairul.

Chairul melihat ada beberapa pakaian di sekitar kasur yang kondisinya juga sangat rapi. Dia juga tidak dapat memastikan apa yang membuat korban tidak sempat melawan.

“Kita sih tidak tahu kenapa. Barang kali sedang tidur,” tambah dia.

Chairul mengatakan, keseharian Dayu memang hanya ibu rumah tangga biasa. Kegiatannya pun layaknya ibu rumah tangga pada umumnya, berbelanja dan mengantar anaknya Yuel yang masih TK kemudian menjemputnya kembali.

“Biasanya pukul 10.00 WIB juga sudah pulang ke rumah. Ya, setelah itu di rumah saja. Anaknya kuliah di luar kota, suaminya pengusaha, anaknya satu lagi SMA,” tutup Chairul.

Jasad ibu dan anak tersebut ditemukan sekitar pukul 17.30 WIB Kamis 8 September 2015 dalam kondisi mengenaskan. Luka sobek dan bersimbah darah menjadi penyebab kematian kedua korban, dari benda tajam yang diduga digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban.

Dayu mengalami luka di leher kiri, dagu sebelah kanan, punggung kiri, dada kanan, dan bawah ketiak kanan. Sementara anaknya mengalami luka terbuka di leher.

Kedua korban ditemukan oleh Heno Pujo Leksono, yang tak lain adalah suami dan ayah korban. Dia menemukan istri dan anaknya sudah tidak bernyawa saat pulang ke rumah. Sebelumnya, Heno sempat curiga karena menemukan pintu pagar rumahnya tidak terkunci.

Heri ditangkap oleh aparat Polda Metro Jaya atas kasus pembunuhan istri dan anak pengusaha kusen itu. Heri disebut hendak mencuri, tetapi akhirnya membunuh kedua korban lantaran aksinya ketahuan.

 

 

Ibunda Pembunuh Sadis Ibu dan Anak di Cakung Minta Maaf

“Saya meminta maaf dan sudah mengikhlaskan kalau anak saya salah,” kata WA di rumahnya, Jumat (16/10/2015) sore, dilansir dari Kompas. Dia meminta maaf kepada keluarga korban atas perbuatan sadis anaknya.

WA berpasrah kepada Tuhan mengenai hukuman yang bakal diterima anaknya. Karena kasus ini, keluarga WA yang tinggal di RT 02 RW 06, atau di belakang kompleks rumah korban, jadi sorotan tetangga lainnya.

Bahkan, keluarga WA yang lain terpaksa datang ke rumah untuk menemani wanita paruh baya dan suaminya itu. Akibat hal ini, wanita yang bekerja sebagai penyapu jalan di kompleks lingkungan korban itu kini tidak dapat bekerja.

Heri diketahui memiliki empat orang anak, yang tiga di antaranya dititipkan ke nenek Heri dan satu lagi bersama WA saat ini.

Atas tindakannya, Heri dikenakan Pasal 338 dan Pasal 365 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pembunuhan dan Pencurian dengan Kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup.

(in)

 

%d blogger menyukai ini: