Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, Internasional, News Cegah Pengungsi Ke Eropa, Erdogan ditawari 45,5 Triliun?

Cegah Pengungsi Ke Eropa, Erdogan ditawari 45,5 Triliun?

Sketsanews.com – Uni Eropa dikabarkan akan menawarkan bantuan dana sebesar 3 miliar euro atau sekitar Rp 45,5 triliun ke Turki. Syaratnya, Turki menampung arus imigran Timur Tengah agar tak lagi membanjiri Eropa.

** Para Pengungsi merintis jalan sendiri setelah melintasi perbatasan di Zakany, Hongaria 16 Oktober 2015. (REUTERS / Laszlo Balogh)

** Migran Sudan, Muhammad berjalan di ‘New Jungle’ kamp darurat karena suhu musimnya dingin tiba di Calais, Perancis utara, 16 Oktober 2015. (REUTERS / PHILIPPE WOJAZER)

Seperti dilansir Reuters, tawaran tersebut dilontarkan dalam rapat para pemimpin Uni Eropa di Brussels pada Jumat (16/10/2015). Selain bantuan dana, mereka juga membahas kemungkinan kemudahan pemberian visa bagi warga Turki yang ingin ke Eropa dan memperkuat pembicaraan soal kemungkinan bergabungnya Turki ke Uni Eropa.

** Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker (kanan) menyambut Presiden Turki Tayyip Erdogan di markas Komisi Uni Eropa di Brussels, Belgia. (Foto: Reuters via timesofmalta.com)

** Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk, (kiri) dan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan (via dunyabulteni.net)

“Pertemuan intensif kami dengan para pemimpin Turki dalam beberapa minggu terakhir untuk satu tujuan: Membendung arus migrasi yang masuk melalui Turki ke Uni Eropa. Rencana ini merupakan langkah yang besar,” kata Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk, yang memimpin pertemuan tersebut, dikutip dari CNNIndonesia.

Selain menjanjikan berbagai hal kepada Turki, para pemimpin Uni Eropa juga sepakat mengkoordinasikan pengawasan perbatasan untuk memperlambat masuknya imigran yang melintasi Turki dari Asia.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengatakan bahwa penawaran tersebut masih sekadar draf dan belum tentu disetujui.

Dalam pernyataannya, Erdogan mengkritik perlakuan Uni Eropa terhadap negaranya. Ia mengatakan bahwa selama beberapa tahun belakangan, Turki sudah melakukan hal tersebut tanpa pamrih, tapi tak ada negara yang peduli.

“Mereka mengumumkan akan menampung 30 ribu hingga 40 ribu pengungsi dan mereka dinominasikan anugerah Nobel karena hal itu. Kami menampung 2,5 juta pengungsi, tapi tak ada orang yang peduli. Sudah berapa lama kami meminta bantuan?” kata Erdogan dikutip dari CNNIndonesia yang melansir dari Reuters.

** Pengungsi Suriah tiba di Lesvos, Yunani. (via telegraph.co.uk)

Turki menampung pengungsi secara sukarela, kata Erdogan, karena menyadari bahwa stabilitas di Eropa bergantung pada keamanan di negaranya. Namun, upaya Turki untuk masuk sebagai salah satu negara anggota Uni Eropa selalu terjegal.

“(Sekarang) mereka terus berkata, ‘Kami tidak dapat melakukan apapun tanpa Turki.’ Itu sangat jelas, tapi mereka tidak jelas. Mengapa Anda tidak membiarkan Turki masuk Uni Eropa?” tutur Erdogan.

Migran Suriah menyeberangi bawah pagar berduri saat mereka memasuki Hungaria lewat perbatasan dengan Serbia, dekat Roszke, 27 Agustus 2015.
** Migran Suriah menyeberangi bawah pagar berduri saat mereka memasuki Hungaria lewat perbatasan dengan Serbia, dekat Roszke, 27 Agustus 2015. (Reuters)

Erdogan mendesak Uni Eropa pada hari Senin untuk mempertimbangkan zona aman, dan tidak ada zona-terbang di Suriah. Adanya zona tersebut untuk menyelesaikan krisis migran diwilayah itu. Turki mengisyaratkan kesiapan dalam membahas seruan Eropa untuk kamp pengungsi di Turki.

Lebih lanjut Erdogan menunjukkan fakta bahwa Turki telah menampung lebih dari 2 juta pengungsi asal Irak dan Suriah, dibandingkan Eropa yang menampung beberapa ratus ribu pengungsi. Ankara juga menghabiskan “$17.8 bilion” guna menampung pengungsi dan hanya menerima bantuan “$417 million,” dilansir dari DW.

(in)

%d blogger menyukai ini: