Sketsa News
Home Berita Terkini, Foto, Headlines, News Kronologi, Foto dan Daftar Nama Korban Pendaki Gunung Lawu yang Terbakar

Kronologi, Foto dan Daftar Nama Korban Pendaki Gunung Lawu yang Terbakar

Sketsanews.com – Musibah tewasnya 6 pendaki gunung lawu asal Ngawi dilaporkan kali pertama ke petugas pos 1 oleh seorang pendaki asal Semarang bernama Maisuri Salim. Saat itu saksi mengetahui ada lima jasad manusia yang kondisinya hangus terbakar di sekitar pos 3 Gunung Lawu wilayah Magetan.

** Foto korban Pendaki Gunung Lawu (via tempo.com)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan, Jawa Timur, segera mengerahkan tim untuk mengevakuasi seluruh rombongan pendaki yang dilaporkan terjebak kebakaran di Pos 3 lereng Gunung Lawu.

“Seluruh kendaraan operasional, mobil maupun trail saya perintahkan untuk melakukan evakuasi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magetan, Agung Lewis kepada detikcom melalui sambungan telepon seluler, Minggu (18/10/2015).

** Kesibukan tim SAR mencari pendaki Gunung Lawu (Edhie Prayitno Ige/Liputan6.com)

Selain itu, Agung juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan untuk mengerahkan seluruh ambulan dan puskesmas serta tenaga kesehatan untuk membantu proses evakuasi.

“Kepala Dinas Kesehatan sudah menyanggupi dan segera mengkoordinir tenaga medis dan ambulan untuk membantu proses evakuasi,” ungkapnya.

Untuk sementara, sudah 13 pendaki asal SMK Yosonegoro sudah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat karena adanya kebakaran di hutan di lereng gunung. Rombongan ini berbeda dengan enam pendaki yang ditemukan tewas terbakar.

** Penutupan pendakian Gunung Lawu di Cemoro Sewu, Magetan, Sabtu (17/10/2015)(via harianjogja.com)

Kronologi Penyelamatan Para Pendaki Gunung Lawu

Dihimpun dari laman Merdeka, BNPB menyebut kebakaran tersebut terjadi akibat pembakaran api unggun yang belum dipadamkan oleh para pendaki. Kebakaran ini telah menyebabkan petak 73 KPH Gunung Lawu dipenuhi api hingga menyebabkan sejumlah pendaki lainnya terjebak.

Berikut kronologi proses penyelamatan para pendaki dari Gunung Lawu:

  1. Pukul 08.00 WIB terlihat kepulan asap di sekitar Pos 3 Cemoro Sewu.
  2. Pukul 09.30 WIB Tim gabungan dari Perhutani, Anggota Koramil 0804/02 Plaosan dan masyarakat menuju TKP untuk melaksanakan pemadaman.
  3. Pukul 13.40 WIB Tim gabungan yang sedang menuju TKP mendapatkan informasi dari pendaki atas nama Saudara Mansur Salim (46), alamat Desa Rowosari Kec Tembalang Kab Semarang Jateng bahwa telah menolong 1 orang pendaki tepatnya antara Pos 4 dan Pos 3 atas nama Dita Kurniawan (18), pelajar SMK Yosonegoro Magetan, alamat Desa Candirejo Kec/Kab Magetan dan mendapat informasi juga dari pendaki yang telah ditolong bahwa ada 8 orang korban yang masih terjebak di atas.
  4. Pukul 14.00 WIB, Dita Kurniawan, dibawa turun ke Pos 1 dan menceritakan bahwa pada Sabtu (17-10-2015) telah mendaki melalui jalur Cemoro Kandang bersama 13 orang, namun 11 orang temannya belum diketahui keberadaannya karena terpisah dalam perjalanan.
  5. Pukul 14.20 WIB Tim gabungan menemukan 1 korban atas nama Saudara Eko Nurhadi (45), alamat Ngawi dalam keadaan luka bakar 50 persen (perut, tangan dan wajah).
  6. Pukul 14.30 WIB Korban dievakuasi ke POS 1 Pemberangkatan, selanjutnya Korban dievakuasi menuju RSUD DR Sayidiman Magetan.
  7. Sampai dengan Pkl 18.00 WIB Tim gabungan TNI, Polri, Perhutani, BPBD, AGL (Anak Gunung Lawu) dibantu Masyarakat Cemoro Sewu dan Singolangu masih melaksanakan penyisiran dan evakuasi.
  8. Hasil penyisiran sementara sampai dengan saat ini diperoleh informasi korban kebakaran hutan yang terjadi di antara Pos 3 dan Pos 4 adalah 8 orang dengan rincian 6 orang meninggal, 2 orang dalam kondisi kritis dan masih dalam proses evakuasi.

** Evakuasi korban Pendaki Gunung Lawu (via news.viva.co.id)

Daftar Nama Korban Pendaki Gunung Lawu

Daftar dihimpun dari VivaNews, dari pantauan di lokasi, hingga pukul 21.00 waktu setempat, sebanyak lima korban sudah berhasil dievakuasi. Dari jumlah itu, dua diantaranya merupakan pendaki yang ditemukan tewas terpanggang.

Dari data terhimpun, korban yang berhasil dievakuasi yakni,

  • Korban pertama yakni Eko Nurhadi asal Ngawi Jawa Timur. Ia dievakuasi pada pukul 14.00 dan kini telah dirujuk ke RSUD dr Soedono.
  • Korban kedua yakni Novi Dwi Estiwanti warga Desa Beran, Ngawi. Saat ini korban sudah di UGD RSUD dr Soedono Madiun.
  • Korban ketiga yakni Nanang Setyo, warga Ngawi. Nanang diketahui baru dievakuasi sekira satu jam yang lalu dibawa dari pos pendakian Cemoro Sewu Magetan.
  • Korban berikutnya adalah dua orang tewas yang belum diketahui identitasnya. Saat ini kedua jasad korban masih dibawa ke RSUD dr Sayidiman Magetan.

Para pendaki yang menjadi korban ini diketahui terjebak kebakaran di Gunung Lawu saat turun menuju pos Cemoro Sewu.

Pos pendakian Cemoro Sewu, ditutup sejak hari Jumat 17 Oktober 2015 lalu. Para pendaki, menuju puncak Gunung Lawu berangkat dari pos pendakian Cemoro Kandang.

Sejauh ini empat korban tewas lain masih belum terevakuasi. Petugas gabungan dan tim SAR masih berupaya menurunkan korban ke lokasi evakuasi terdekat.

** Sketsa Peta Jalur Lawu (via sukamendaki.blogspot.co.id)

 

Gunung Lawu dari Wikipedia

Gunung Lawu (3.265 m) terletak di Pulau Jawa, Indonesia, tepatnya di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Gunung Lawu terletak di antara dua kabupaten yaitu Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah dan Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Status gunung ini adalah gunung api “istirahat” (diperkirakan terahkir meletus pada tanggal 28 November 1885) dan telah lama tidak aktif, terlihat dari rapatnya vegetasi serta puncaknya yang tererosi. Di lerengnya terdapat kepundan kecil yang masih mengeluarkan uap air (fumarol) dan belerang (solfatara). Gunung Lawu mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan hutan Ericaceous. Gunung Lawu adalah sumber inspirasi dari nama kereta api Argo Lawu, kereta api eksekutif yang melayani Solo Balapan-Gambir.
Gunung Lawu memiliki tiga puncak, Puncak Hargo Dalem, Hargo Dumiling dan Hargo Dumilah. Yang terakhir ini adalah puncak tertinggi.

Di lereng gunung ini terdapat sejumlah tempat yang populer sebagai tujuan wisata, terutama di daerah Tawangmangu, Cemorosewu, dan Sarangan. Agak ke bawah, di sisi barat terdapat dua komplek percandian dari masa akhir Majapahit: Candi Sukuh dan Candi Cetho. Di kaki gunung ini juga terletak komplek pemakaman kerabat Praja Mangkunagaran: Astana Girilayu dan Astana Mangadeg. Di dekat komplek ini terletak Astana Giribangun, mausoleum untuk keluarga presiden kedua Indonesia, Suharto.

Lebih lengkapnya lihat di tautan wikipedia

(in)

  • sudah separah itu vandalisme di hargo dumilah, sungguh miris kawan-kawan.

%d blogger menyukai ini: