Sketsa News
Home Berita Terkini, News Reshuffle Kabinet Jilid 2, dari Isu, Intruksi, Peluang hingga Goyang “Duo Singa Istana”

Reshuffle Kabinet Jilid 2, dari Isu, Intruksi, Peluang hingga Goyang “Duo Singa Istana”

Sketsanews.com – Momentum jelang setahun pemerintah Joko Widodo (Jokowi), sinyal perombakan kabinet santer menggema. Sinyal awal dari Wakil Ketua DPR Fadli Zon, yang mengakui mendengar adanya kabar pergantian menteri jilid kedua, sedang dari F-PDIP DPR menerbitkan larangan meninggalkan Jakarta hingga akhir Oktober 2015.

** Presiden RI Joko Widodo @jokowi (via kabarpengamat.blogspot.com)

Pernyataan Fadli Zon; mau ada semacam reshuffle jilid II

Dikutip dari laman Tribunnews,  Fadli Zon di Gedung DPR, Jakarta, pada Kamis (15/10/2015), mengatakan, “Kan kabarnya memang demikian mau ada semacam reshuffle jilid II karena kemarin baru Menko (menteri koordinator yang di-reshuffle). Tapi kita lihat saja nanti.”

Fadli menuturkan bila presiden merasa kabinet saat ini kuat maka tidak diperlukan lagi reshuffle. Tetapi, bila ternyata ada evaluasi kabinet kembali maka hal tersebut merupakan hak prerogatif presiden.

“Tapi kalau kita lihat dari sisi kinerja, banyak juga yang dijanjikan presiden itu tidak mencapai target bahkan dalam beberapa sisi di bidang ekonomi mengalami kemunduran yang cukup drastis,” katanya.

 

Selebaran “Instruksi” Fraksi PDIP DPR RI

Dari salinan surat yang diterima detikcom, Minggu (18/10/2015), lembaran itu bertanda kop surat ‘Fraksi PDIP DPR RI’. Surat tersebut bernomor 179/F-PDIP/DPR-RI/X/2015 dengan keterangan perihal, ‘instruksi’.

Berikut isi surat perintah tersebut:

Jakarta 9 Oktober 2015

Nomor: 179/F-PDIP/DPR-RI/X/2015
Lamp: –
Perihal: Instruksi

Kepada Yth.
Pimpinan dan Anggota
Fraksi PDI Perjuangan DPR RI
di-
Jakarta

Merdeka!!!

Mencermati dinamika politik terkini, kepada seluruh Anggota Yth, diinstruksikan untuk;

1. Standby di Jakarta pada tanggal 19 – 30 Oktober 2015.
2. Menjadwal ulang rencana kunjungan kerja yang sudah teragenda pada waktu tersebut.
3. Tetap berkoordinasidengan Pimpinan Poksi/Fraksi.

Demikian instruksi disampaikan untuk mendapat perhatian, terima kasih.

PIMPINAN FRAKSI
PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

Ketua Olly Dondokambey (tanda tangan)
Sekretaris Bambang Wuryanto (tanda tangan)

***

Anggota F-PDIP Hendrawan Supratikno membenarkan soal surat itu. Namun Hendrawan menyebut surat itu terkait dengan masa reses DPR yang akan dimulai setelah 30 Oktober 2015.

“Itu terkait dengan masa reses dan isu-isu strategis soal kerakyatan,” ujar Hendrawan saat dikonfirmasi detikcom soal surat tersebut, Minggu (18/10/2015).

 

Tak Berkaitan dengan Nasdem

Wakil Ketua Fraksi Partai NasDem DPR RI, Johnny G Plate, menilai tidak ada relevansinya antara persoalan politik yang tengah menerpa partainya dengan isu reshuffle kabinet.

Karena itu, dia menilai tidak ada kaitannya berkurang atau bertambah jatah kursi kabinet NasDem di kabinet karena persoalan politik yang tengah dihadapi NasDem.

Persoalan politik dimaksud adalah penetapan tersangka dugaan korupsi oleh KPK kepada Sekjen NasDem Rio Capella.

“Apakah itu reshuffle kabinet jilid 1,2,3 itu kewenangan presiden. Presiden yang tentukan berapa banyak bagaimana sesuai kebutuhan presiden,” tegas Jhonny saat ditemui disela peluncuran buku karya almarhum Brigjen (Purn) Aloysius Benedictus Mboi di Bentara Budaya Kompas Gramedia, Jakarta, Jumat (16/10/2015), dilansir TribunNews.

 

Isu Menggoyang “duo singa Istana”

Seiring isu reshuffle kabinet jilid dua, elite PDIP kembali menyenggol ‘duo singa Istana’ yang tersisa. Salah satu dari ‘duo singa’ itu pun angkat bicara.

‘Duo singa’ adalah istilah untuk menyebut Menko Polhukam Luhut Pandjaitan dan Menteri BUMN Rini Soemarno. Sebelumnya istilahnya adalah ‘trio singa’, sebelum PDIP sukses mendorong Seskab Andi Widjajanto direshuffle pada rotasi menteri jilid satu.

Lalu apa kata Luhut menanggapi sentilan PDIP yang seolah tak berhenti mengusiknya?

“Nggak tahu saya, tanya aja ke PDIP. Tadi kan ada tuh PDIP coba tanya aja,” kata Luhut saat dikonfirmasi wartawan di sela-sela acara silaturahim dengan pengurus parpol terkait pilkada serentak di Hotel Borobudur, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (16/10/2015).

Luhut menuturkan sampai kini dirinya belum mendengar adanya rencana reshuffle kabinet jilid dua. Namun bagi Luhut dirinya adalah menteri yang hanya menurut kata Presiden.

“Nggak tahu tergantung Presiden mau apa kita nurut aja,” katanya dilansir dari detikcom.

 

Peluang PAN

Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Partai Amanat Nasional (PAN) Aziz Subekti, telah menyiapkan sejumlah nama apabila perombakan kabinet benar-benar terjadi. “Nama-nama itu sudah ada. Tidak lebih dari lima orang,” ujar Azis saat dihubungi Tempo pada Jumat, 15 Oktober 2015.

“Bahwa sinyalemen mengajak PAN untuk mengatasi persoalan ekonomi, ke pemerintahan, ke pembangunan, itu betul. Kalau soal menteri atau bukan, kita tidak bisa menerjemahkan itu. Tapi Pak Zulkifli Hasan juga selalu menceritakan kepada kami di DPP soal pertemuannya dengan Presiden bahwa pertemuan itu terbuka, berlangsung dengan lancar,” kata Azis.

(in)

%d blogger menyukai ini: