Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Tak Kuasa Bongkar Sendiri, “Harga Mati” 10 Gereja Singkil di Bongkarkan Satpol PP

Tak Kuasa Bongkar Sendiri, “Harga Mati” 10 Gereja Singkil di Bongkarkan Satpol PP

Sketsanews.com – “Harga Mati” diterapkan pemerintahan Aceh untuk mengakhiri konflik horizontal antar umat beragama. Pemerintah berasalasan pembongkaran 10 gereja ini sudah merupakan kesepakatan berbagai pihak.


** Sudah diputuskan 10 gereja dibongkar dan 13 lainnya akan diurus izinnya. (via bbc.com)

Dihimpun dari BBC, Pemerintah Aceh Singkil mengerahkan sekitar 20 satpol PP untuk melakukan pembongkaran tahap pertama terhadap 10 gereja yang dinyatakan tak memiliki izin, Senin 19 Oktober 2015.

 

Komnas HAM Menentang

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menentang rencana pemerintah menghancurkan 10 gereja di Aceh Singkil, Aceh. Pemerintah tidak punya alasan kuat menghancurkan rumah ibadah.

Anggota Komnas HAM Imdadun Rahmat mengatakan, rencana ini muncul atas desakan sejumlah ormas. “Keputusannya membongkar 10 gereja pada 19 Oktober sampai 15 hari ke depan,” kata Imdadun di kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhari, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2015) dikutip dari MetroTVNews

** Ruang pengaduan Komnas HAM.  (via OkeZone.com)

 

‘Harga Mati’ Pembongkaran 10 Gereja Singkil

Pemerintah beralasan pembongkaran 10 gereja sudah merupakan kesepakatan antara berbagai pihak, dan awalnya -seperti dijelaskan Dandim Aceh Singkil Letkol Arif Sjaerozi kepada BBC- diharapkan akan dilakukan pihak gereja sendiri.

Namun seperti dikatakan pendeta Paima Berutu dari GKPPD, para jemaat tidak bersedia membongkar gereja sendiri.
“Kami tidak tega untuk membongkar rumah ibadat kami sendiri,” kata Paima Berutu.

“Hari Minggu kemarin, Bupati Aceh Singkil memang menyarankan kami bongkar sendiri. Tapi semalam, kami jemaat gereja, sepakat satu gereja untuk menyerahkannya kepada pemda.”

Menurut Camat Suro, Abdul Manaf, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan warga terkait kesepakatan antara pemerintah daerah dan pemuka agama Kristen.

“Kita sudah komunikasikan perihal pembongkaran, sekaligus bersama jemaat kita menghitung-hitung. Biaya ganti ruginya,” jelas Abdul Manaf kepada Edi Sugianto Putra yang meliput untuk BBC Indonesia.

Bagaimanapun -menurut Bupati Aceh Singkil, Safriadi- selain 10 gereja yang sudah diputuskan dibongkar, ada 13 gereka yang akan ‘dibiarkan’ dengan pengajuan izin diajukan ke pemerintah Provinsi Aceh.

** Personil Satpol PP Kabupaten Aceh Singkil, membongkar Gereja Misi Inzil (GMII) Siompin, Kecamatan Suro, Aceh Singkil. Ada 10 rumah ibadah tidak memiliki izin sepakat dibongkar di kabupaten tersebut. SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI (via SerambiNews.com)

 

Ketua Dewan Stasi Rumah Ibadah Katolik Mandumpang Menerima Pembongkaran Gereja

Hal itu dibenarkan Doli Manik, Ketua Dewan Stasi Rumah Ibadah Katolik Mandumpang. Pihaknya mengaku menerima keputusan pembongkaran rumah ibadah demi kebaikan bersama. “Jika ini sudah menjadi keputusan terbaik dari Pemerintah Daerah kami bisa menerima. Walau dalam hati kecil merasa sedih,” kata Doli Manik, dikutip dari SerambiNews

** Warga menyaksikan proses pembongkaran gereja ilegal (via SerambiNews.com)

 

Daftar Nama 10 Gerejadi Aceh Singkil yang dibongkar

Berikut ini 10 gereja di Aceh Singkil yang terancam dibongkar, dikutip dari MetroTVNews:
1. GKPPD Desa Sukamakmur, Kecamatan Gunung Meriah
2. GKPPD Pertabas
3. GKPPD Kuta Tinggi
4. GKPPD Tutuhan
5. GKPPD Dangguran, Kecamatan Simpang Kanan.
6. GKPPD Mandumpang
7. GKPPD Siompin
8. GMII Siompin, Kecamatan Suro
9. GKPPD Situbuhtubuh, Kecamatan Danau Paris.
10. Gereja Katolik Lae Balno, Danau Paris.

(in)

%d blogger menyukai ini: