Sketsa News
Home News Sopir Angkot Ngaku Intel, Tipu Korban Jutaan Rupiah

Sopir Angkot Ngaku Intel, Tipu Korban Jutaan Rupiah

Sketsanews.com – Lelah berpayah mencari nafkah menjadi sopir angkot, warga Banjarharjo, Semarang Barat, nekat jadi Intelkam Polda Jateng gadungan. Dua korban terpedaya, namun aksinya kandas ketika bertemu Polisi dan tidak bisa menunjukkan KTAnya.

Diberitakan harian Sindo, Imam Hadi Sucipto (52), menipu dua warga Batang, Jawa Tengah, hingga rugi ratusan juta rupiah.

 

Modus Gendam ?

“Kedua korban yakni Turitno (52) warga Kelurahan Kauman dan Samsuri (59) warga Kecamatan Karangasem, Batang. Kemungkinan korbannya digendam, sebab nurut kepada tersangka,” Kapolsekta Batang, AKP Bambang Sugiyanto, Selasa (20/10/2015).

Diungkapkan, Turitno tertipu sebesar Rp 2.050.000. Turitno dijanjikan uangnya akan digandakan hingga Rp4 miliar dengan ritual tertentu. Jika teralisasi, korban akan diberi Rp500 juta.

“Namun saat ditagih korban, tidak kunjung membuahkan hasil. Sedangkan Samsuri dijanjikan tersangka akan diuruskan BPKP kendaraannya dengan biaya Rp1,7 juta. Sehingga total kerugian kedua korban Rp 3.750.000. Namun hanya tersisa Rp 200 ribu, katanya untuk makan dan lain-lain,” ungkapnya.

 

Pengakuan Intelkam Gadungan

Sementara tersangka Imam, mengaku baru pertama kali beraksi. Dia terpaksa melakukannya karena terhimpit kebutuhan ekonomi.

“Dulu saya sopir angkot, karena sudah tidak ada kerjaan dan tidak bisa makan, jadi ngaku-ngaku polisi. Untuk nakut-nakuti saja. Pistol mainan itu beli di Pasar Johar Semarang,” ujarnya.

Dia mengaku tidak menggendam para korbannya, meskipun para korban benar-benar tunduk dihadapannya. Sementara ritual yang dilakukannya hanya untuk formalitas saja.

“Saya ajak bakar dupa dan kembang 7 rupa dan ritualnya di Pantai Sijepit Batang selama 3 hari, kemudian pura-puranya saya minta doa kepada yang kuasa,” tukasnya.

 

Kronologi Penangkapan Anggota Intelkom Gadungan

“Awalnya kami mendapat laporan warga, bahwa seorang keluarganya sudah beberapa hari tidak pulang dan dibawa seseorang yang mengaku sebagai anggota polisi,” kata Kapolsekta Batang, AKP Bambang Sugiyanto, Selasa (20/10/2015).

Dijelaskan, penangkapan itu dilakukan dengan menghubungi ponsel tersangka dan mengajaknya janjian makan malam. Setelah bertemu, Bambang bersama jajarannya langsung membekuk tersangka.

“Saya bersama provost, Kanit Serse dan Kanit Intel kami. Ngakunya berpangkat AKBP, dari situ kan sudah aneh. Saat ditanya anggota mana, tersangka tidak bisa menjawab. Kami mintai KTA Polri, juga tidak bisa menunjukkan, sehingga langsung kami bawa,” jelasnya.

Polisi sendiri masih melakkukan pemeriksaan intensif kepada tersangka, untuk kemungkinan adanya korban lain. Selain itu, polisi juga mengamankan uang tunai Rp200 ribu, pistol mainan serta kaos Sabhara yang digunakan untuk beraksi.

Pelaku akan dikenai Pasal 378 KUHPidana, mengenai penipuan, dengan ancaman 4 tahun penjara.

(in)

 

%d blogger menyukai ini: