Sketsa News
Home Berita Terkini, Citizen-Jurnalism, News, Tekno-Sains Penjelasan BPPT, Hoax : Broadcast ‘Pancing’ Hujan via Baskom Air Garam

Penjelasan BPPT, Hoax : Broadcast ‘Pancing’ Hujan via Baskom Air Garam

Sketsanews.com – Barusan admin menerima Broadcast yang merisi ajakan untuk “memancing hujan” via Baskom yang diisi air garam. Broadcast ini sudah menyebarluas sejak sebulan yang lalu, dan beberapa website juga “maincopas,” konten yang belum diverifikasi kebenarannya.

Berikut penjelasan dari BPPT yang dihimpun dari DetikNews.

 

Penjelasan BPPT : “menciptakan hujan bukan sesederhana itu,” menanggapi ‘Pancing’ Hujan via Baskom Air Garam

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memberi penjelasan soal ramainya pesan berantai berisi ajakan cara memancing hujan menggunakan baskom berisi air garam. BPPT menegaskan menciptakan hujan bukan sesederhana itu.

“Dengan 1 ember air tiap rumah dan ajakan ratusan ribu rumah, berharap ada jutaan meter kubik uap air. Dengan asumsi 1 ember sama dengan 10 liter air, maka total air yang hendak diuapan hanya ribuan meter kubik. Diperlukan ratusan juta ember untuk mendapatkan jutaan meter kubik. Itu pun jika semua air yang ditempatkan di ember menguap semua. Dan dipastikan tidak akan mungkin,” kata Peneliti Meteorologi Tropis BPPT Tri Handoko Seto dalam keterangannya, Sabtu (12/9/2015).

Menurut Tri, hujan bukanlah mekanisme semikro itu. Perlu banyak persyaratan agar terbentuk awan hujan. Selain penguapan yang sangat banyak, juga perlu pola angin tertentu yang mengarahkan uap air sehingga terjadi kondensasi di suatu wilayah.

“Tentu saja ini terkait dengan kondisi cuaca skala luas. Keberadaan gunung bisa saja mengakibatkan terbentuknya awan, tetapi untuk menjadi hujan juga perlu lingkungan yang mendukung,” lanjutnya.

Pada saat ini, air laut di sekitaran Jambi, Sumsel dan Riau tetap menguap airnya. Namun pola angin mengakibatkan uap air tertarik ke utara dan timur laut. Sehingga awan terbentuk di wilayah utara dan timur laut wilayah Indonesia.

Namun bukan tidak mungkin tiba-tiba terjadi perubahan pola angin pada skala yang lebih kecil sehingga terbentuk awan. Tim BPPT telah siaga untuk menyemai awan yang mungkim tumbuh agar bisa menjadi hujan.

Bagi Tri, yang terpenting saat ini kita harus bisa menjaga agar jangan ada lagi pembakaran lahan maupun hutan di saat kemarau. Jika melihat pelaku kebakaran, langsung laporkan ke pihak berwajib. Atau kita juga bisa saja bergabung ke dalam gerakan-gerakan pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

 

Ini isi Hoax pesan berantai Broadcast : ‘Pancing’ Hujan via Baskom Air Garam

[Hoax]

Mohon bantuan seluruh warga Indonesia: Tolong bantu saudara kita di jambi, riau n daerah sumatra lainnya. Disana hanya tersisa 5% udara yang layak. Hanya dengan langkah kecil.

Sediakan baskom air yang dicampur garam dan diletakkan diluar, biarkan menguap, jam penguapan air yang baik adalah sekitar pukul 11.00 s.d jam 13.00, dengan makin banyak uap air di udara semakin mempercepat Kondensasi menjadi butir air pada suhu yang makin dingin di udara.

Dengan cara sederhana ini diharapkan hujan makin cepat turun, semakin banyak warga yang melakukan ini di masing-masing rumah, ratusan ribu rumah maka akan menciptakan jutaan kubik uap air di Udara.

Lakukan ini satu rumah cukup 1 ember air garam, kamis tgl 22 Oktober 2015, jam 11 siang serempak..

Mari kita sama2 berusaha utk mnghadapi kabut asap yg kian parah ini..

Pesan ini adalah saran dari BMKG Indonesia

Mohon diteruskan..

Kita selamatkan nasib anak2,balita,ibu hamil yang sudah mulai terkontaminasi oleh kabut asap yang tebal.

Terima kasih – mohon teruskan ke semua teman dan kerabat ?
Semoga menjadi amal ibadah untuk kita semua.

[/Hoax]

@SaveWorld #Melawan asap

***  , Anak-anak tetap sekolah di tengah kepungan asap yang pekat di jalan lintas Palangkaraya-Banjarmasin 20-10-2015.
Image paling atas juga diambil dari Akun Twitternya 
.

(in)

%d blogger menyukai ini: