Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, Internasional, News Analis Sebut 80% Serangan Rusia Tidak Menargetkan ISIS

Analis Sebut 80% Serangan Rusia Tidak Menargetkan ISIS

Sketsanews.com – Kolumnis pertahanan dan wakil editor berbasis di Moskow dari surat kabar online Yezhednevny Zhurnal Alexander Golts, mengatakan, 80 persen dari target serangan Rusia di Suriah adalah daerah yang bukan dikuasai oleh kelompok ISIS.

Seorang analis asal Rusia tersebut mengatakan, serangan udara yang dilancarkan oleh Kremlin tidak menargetkan ISIS. Mayoritas serangan yang dilakukan oleh Rusia, menurut Dia, berada di daerah yang dikuasai oleh kelompok penentang Presiden Suriah, Bashar al-Assad.

Jet tempur Rusia menembakkan rudal
Jet tempur Rusia menembakkan rudal

serangan Rusia (viva.co.id)
serangan Rusia (viva.co.id)

“Jika Anda melihat peta, Anda dapat dengan mudah memahami bahwa mereka tidak menyerang kelompok ISIS, tapi kelompok oposisi lainnya,” ucapnya seperti dilansir dari Reuters, Kamis (22/10/2015).

Angkatan Udara Rusia telah melakukan lebih dari 780 sorti terhadap hampir 800 target di Suriah sejak 30 September lalu. Seperti yang terjadi pada baru-baru ini dimana jet-jet milik Rusia mencapai target di enam lokasi, dimana enam lokasi tersebut tidak dikuasai oleh ISIS.

“Tujuan utama dari serangan udara ini adalah mendukung serangan darat yang dilakukan oleh tentara Suriah,” terang Golts.

Pernyataan ini seolah membantah laporan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertahanan Rusia. Dalam laporannya, Rusia menyatakan telah menyerang 64 lokasi sejak Presiden Vladimir Putin memerintahkan serangan udara pada tiga minggu lalu. Dari target tersebut, maksimal 15 target berada di bawah kekuasaan ISIS berdasarkan survei lokasi pasukan musuh di Suriah yang disusun oleh Institut Study Perang.

Serangan udara yang dilakukan oleh Rusia memang kerap dicurigai untuk memerangi kelompok pemberontak, bukan hanya memerangi ISIS. Namun, para pejabat di Rusia menolak tuduhan tersebut dan berulang kali menyatakan bahwa mereka menargetkan ISIS, disamping kelompok lain yang diklasifikasikan sebagai kelompok teroris Islam. Mereka mengatakan, Moskow dan Barat memerangi musuh bersama.

Rusia ingin menunjukkan existensinya kepada dunia

Sementara itu mengutip laporan BBC Indonesia Svetlana Banit, pengajar di Universitas St. Petersburg, Rusia,mengatakan, Presiden Vladimir Putin tidak segan-segan mengirimkan pesawat tempur ke Suriah untuk membantu pasukan pemerintah memerangi kelompok-kelompok pemberontak, termasuk kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.

.
“Karena dianggap sebagai jawaban Rusia terhadap Amerika Serikat (bahwa) bukan Amerika Serikat sendiri yang hebat. Rusia juga hebat,” jelas Svetlana Banit, pengajar di Universitas St. Petersburg.

Mendongkrak popularitas putin.

Serangan Rusia terhadap kelompok militan ISIS di Suriah, rupanya berdampak positif terhadap popularitas orang nomor satu di Negeri Beruang Merah, Vladimir Vladimirovich Putin, atau yang dikenal dengan nama Vladimir Putin.

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan lembaga riset VTsIOM (Pusat Penelitian Opini Publik Rusia) menunjukkan, rating sang presiden kini mencapai angka tertinggi sejak Juni 2015 dengan tingkat dukungan mencapai 89,9 persen. Rating ini melewati angka dukungan sebelumnya, yaitu 89,1 persen pada Juni 2015.

Serangan Rusia terhadap kelompok militan ISIS di Suriah yang berlangsung sejak 30 September 2015, dianggap memiliki andil dalam mendongkrak tingkat dukungan terhadap sang Gray Cardinal (Kardinal Abu-Abu), julukan Putin. Julukan itu disematkan pada Putin karena perannya di belakang layar perpolitikan Rusia, sebelum menjabat menjadi Perdana Menteri pada 1999.(Ki)

%d blogger menyukai ini: