Sketsa News
Home Berita Terkini, News Syiah Rausyan Fikr Kaliurang, Jogja digeruduk FUI, FJI dan GPK

Syiah Rausyan Fikr Kaliurang, Jogja digeruduk FUI, FJI dan GPK

Sketsanews.com – Untuk kedua kalinya, puluhan orang dari berbagai ormas islam menggeruduk kelompok Syi’ah Rausyan Fikr di Jalan Kaliurang Kilometer 5,5, Pandega Wreksa, Manggung, Caturtunggal, Depok, Sleman, Jumat (23/10/2015).

** Suasana mediasi FJI, kelompok Syiah Rausyan Fikr, ketua RT, dan polisi. Foto: Metrotvnews.com/Ahmad Mustaqim

Gabungan Ormas yang terdiri dari Front Jihad Islam (FJI), Forum Umat Islam (FUI) dan Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) membawa atribut seperti bendera dan mengenakan surban ke lokasi sekira 14.20 wib.

** Puluhan Masa Ormas Islam Geruduk Jamaah Syi’ah Rausyan Fikr – Foto Cahyo ( via sorotjogja.com)

Perwakilan dari ormas Islam tersebut kemudian difasilitasi untuk melakukan mediasi dengan para jamaah syi’ah dengan penjagaan ketat oleh puluhan personel kepolisian dari Kepolisian Resort (Polres) Sleman, dilansir dari SorotJogja.

Kepala Polsek Bulaksumur, Kompol Adji Hartato, mengatakan tidak melarang kelompok Syiah tersebut berkegiatan. Namun, polisi akan mengawasi setiap kegiatan yang dilakukan.

“Apapun kegiatannya akan kami awasi. Untuk menjaga keamanan masyarakat,” ujarnya.

Ketua RT 9 RW 4 Manggung, Gunawan, membenarkan kalau kelompok Syiah itu selalu meminta izin setiap akan berkegiatan. Bahkan, anggota kelompok Syiah tersebut juga ikut kegiatan warga kampung, termasuk ke masjid untuk ibadah berjamaah.

“Masyarakat sekitar tak terganggu,” ujarnya, dilansir Metrotvnews.

Salah seorang pimpinan kelompok Rausyan Fikr, Sofwan, mengungkapkan telah meminta izin beraktivitas dengan perangkat desa dan kepolisian. Kegiatan yang mereka lakukan yakni kajian filsafat.

Sofwan juga mengungkapkan jika ada sebanyak 14 anggota di kelompok yang biasanya ikut melakukan kajian, baik filsafat barat maupun Islam. “Kami tidak memiliki pikiran tertentu dan tidak eksklusif. Kalau dituduh ada penyebaran yang sesat. Bisa dicek ke masyarakat,” ujar lelaki yang sudah tinggal 22 tahun di sana.

Komandan Laskar Dewan Pengurus Pusat (DPP) FJI, Abdurrahman, mengungkapkan jika pihaknya menentang keras adanya kegiatan kelompok syiah itu di Yogyakarta. Sebelumnya, aktivitas dari jamaah Syi’ah Rausyan Fikr memang sempat dihentikan dalam kurun waktu beberapa waktu yang lalu.

Namun, kali ini pihaknya kembali mencium munculnya kegiatan dari kelompok tersebut. “Di sini kami keberatan. Kami sudah melakukan pemantauan dan melihat adanya aktifitas lagi (jamaah Syi’ah Rausan Fikr),” ungkap Abdurrahman ditemui usai mediasi.

Senada juga diungkapkan oleh salah satu anggota laskar FUI, Amru. Ia mengatakan jika Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebelumnya juga sudah melarang adanya ajaran syiah di Indonesia. “Ajaran syiah di sini tidak ada. Kita bersinergi dengan kepolisian untuk menindak lanjuti Fatwa MUI yang melarang syiah,” ujarnya.

Setelah berlangsung selama kurang lebih 15 menit, menit akhirnya mediasi yang sempat berlangsung panas itu dapat di akhiri dengan kondusif dan secara damai. Masa kemudian segera berkumpul kembali dan membubarkan diri untuk meninggalkan lokasi.

(in)

 

%d blogger menyukai ini: