Sketsa News
Home Berita Terkini, News Setelah Sandal Berlafadz Allah, Kini Heboh Permen Yaowo

Setelah Sandal Berlafadz Allah, Kini Heboh Permen Yaowo

Sketsanews.com – Setelah beberapa minggu dihebohkan dengan sandal berlafalz Allah, publik kembali dikejutkan dengan kasus penemuan permen kontroversial.

Bukan karena mengandung narkotika seperti yang ramai beredar belakangan, tapi terdapat redaksi kontroversial di bungkus permen.

Permen produksi PT UPA ini memiliki kamus gaul di bagian belakang bungkusnya. Masalahnya, salah satu kata gaul yang terdapat dalam bungkus permen tersebut membuat amarah umat muslim. Bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) memuncak.

 DIMUSNAHKAN: Sebanyak 2.700 boks permen rainbow produksi PT UPA Surabaya dimusnahkan, Jumat (23/10). Foto Radar Surabaya/JawaPos.com

DIMUSNAHKAN: Sebanyak 2.700 boks permen rainbow produksi PT UPA Surabaya dimusnahkan, Jumat (23/10). Foto Radar Surabaya/JawaPos.com

Dalam produksinya, dengan menggunakan kode #008, di situ dituliskan kata Yaowo, yang menurut kamus gaul tersebut memiliki arti sebagai Ya Allah. Karena itu sejumlah pihak meminta produsen permen tersebut dimusnahkan.
Akibatnya, sebanyak 2.700 boks permen Rainbow produksi PT Ultra Prima Abadi (UPA) itu dimusnahkan di kawasan Jalan Panjang Jiwo, Surabaya, seperti yang dilansir radar Surabaya/Jawapos.com, Jumat (23/10).

Pemusnahan diawasi langsung pihak Polsek dan Kodim Tenggilis, serta dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

Head of Coorporate and Marketing PT UPA Yuna Eka Kristina menyatakan, jika pemusnahan permen bertuliskan kata Yaowo ini merupakan desakan dari MUI. Pengumpulan 2.700 boks permen tersebut merupakan hasil penarikan selama seminggu terakhir.

Yuna, mengatakan jika penarikan produk langsung dilakukan di seluruh Indonesia. Hal itu setelah permen kontroversial tersebut beredar di media sosial pada tanggal 15 Oktober dan memicu amarah netizen.

“Yang dimusnahkan saat ini (kemarin) merupakan penarikan dari wilayah Surabaya dan sekitarnya,” ujarnya di sela-sela pembakaran permen kontroversial itu. (Ki)

%d blogger menyukai ini: