Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News, Opini Walikota Bima Arya Larang perayaan Asyura Syiah di Bogor, Alasan, Kontroversi dan Jawaban

Walikota Bima Arya Larang perayaan Asyura Syiah di Bogor, Alasan, Kontroversi dan Jawaban

Sketsanews.com -Kebijakan Wali Kota Bogor Bima Arya mengeluarkan Surat Edaran bernomor 300/1321-Kesbangpol, yang berisi larangan kegiatan perayaan hari raya dan aktvitas mobilisasi massa lainnya yang dilakukan jemaat Syiah di Kota Bogor menuai pujian sekaligus cacian.

Dilansir dari Pemkot Bogor.go.id, surat edaran Nomor: 300/ 1321- kesbangpol berisi tentang himbauan pelarangan perayaan Asyura (Hari Raya Kaum Syiah) di kota Bogor. Menurut Kepala Bagian Humas Setdakot Bogor, Encep Moh. Ali Alhamidi, pada Jum’at (23/10/2015) menyebutkan surat edaran ini lahir dengan memperhatikan setidaknya tiga hal.

Pertama, sikap dan respon Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor Nomor: 042/SEK-MUI/KB/VI/2015 tentang faham syiah. Kedua, surat pernyataan ormas Islam di kota Bogor tentang penolakan segala bentuk kegiatan keagaan Syiah di kota Bogor, dan terakhir, ini hasil rapat musyawarah pimpinan daerah,” beber Encep.

Encep pun menyambung adanya surat edaran ini hasil dari silaturahim unsur muspida kota Bogor ke tempat-tempat kegiatan ritual Syiah. “Dengan mempertimbangkan kondusifitas kantibmas di Bogor, maka Walikota memandang perlu mengeluarkan surat edaran ini,” jelasnya.

Encep merinci ada dua inti surat edaran ini. Pertama, sebutnya, melarang kegiatan perayaan yang dilakukan jemaat Syiah di kota Bogor. “Kedua, melarang kepada jemaat Syiah agar tidak memobilisir masyarakat baik internal, antar desa/ kelurahan atau mendatangkan anggota Syiah dari luar kota Bogor,” ucapnya.

Berdasarkan informasi dari berbagai pihak, lanjut Encep, termasuk pantuan dari Kesbangpol hari ini Jum’at (23/10/2015) tidak ada kegiatan kumpulan massa jama’ah Syiah di lokasi yang diperkirakan akan menjadi tempat perayaan. “Situasi wilayah terpantau aman dan kondusif,” kata Encep.

** Himbauan Pelarangan Asyura yang ditantangani Walikota Bogor,  Bima Arya (via @Rio_Ramabaskara)

 

Gugatan Larangan Perayaan Asyuro

Ketua Komisi Kerukunan Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Slamet Effendy Yusuf menilai larangan perayaan Asyuro bagi penganut Syiah di Kota Bogor yang dikeluarkan oleh Walikota Bogor, Bima Arya sebagai tindakan yang sangat berlebihan. Pemerintah daerah tidak seharusnya bereaksi hingga mengeluarkan pelarangan terkait kegiatan keagamaan tersebut.

 

** Aneka aksi Syiah memperingati Asyura di luarnegeri (via Twitter.com)

“Orang bisa saja tidak setuju terhadap syiah, namun melarang kegiatan agama seperti Asyura oleh institusi negara adalah berlebihan,” kata Slamet Effendy Yusuf saat dihubungi Tempo, Sabtu, 24 Oktober 2015.

** Sempat di bully :: Aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) Zuhairi Misrawi, melalui akun Twitter, mantan caleg DPR dari PDIP tersebut prihatin dengan Bima Arya yang disebutnya wali kota Depok. “Saya tdk habis pikir, sahabat saya Bima Arya, Walikota Depok menjadi pemimpin yang anti-pluralisme dgn menolak perayaan Syiah @BimaAryaS,” katanya melalui akun @zuhairimisrawi. Zuhairi melanjutkan, “KotabBogor melarang perayaan Syiah, apa Bogor sdh menjadi bagian dari Arab Saudi? @BimaAryaS.”

Protes antara lain muncul dari tokoh nasional pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA.

“Inikah Indonesia yang kita inginkan? Inikah Indonesia yang akan kita wariskan ke anak cucu? Yaitu Indonesia di mana kepala daerah dari agama atau kepercayaan yang dominan dibolehkan melarang kegiatan agama atau kepercayaan minoritas di wilayahnya?” ujar pendiri LSI itu dalam keterangannya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (25/10).

Menurutnya, persepsi dan kebijakan yang dilakukan kepala daerah seperti Bima Arya telah menjadikan Indonesia sebagai satu dari negara terburuk di dunia dalam menjaga keberagaman.

 

Bagaimana Bima Arya menanggapi protes itu?

“Saya sangat memahami kontroversi yang akan terjadi. Namun saya bersama sama Muspida mengambil keputusan untuk mencegah terjadinya hal yang akan memberikan dampak jangka panjang yg luas bagi warga Bogor,” papar Bima Arya kepada Tribunnews.com, Minggu (25/10/2015).

Denny JA menilai persepsi dan kebijakan yang dilakukan kepala daerah seperti Bima Arya telah menjadikan Indonesia sebagai satu dari negara terburuk di dunia dalam menjaga keberagaman.

Namun hal itu dibantah oleh Bima Arya.

“Tugas saya sebagai wali kota melindungi keselamatan dan jiwa warga saya tanpa terkecuali, apapun agama dan keyakinannya,” ujarnya.

** Walikota Bogor Bima Arya (twitter.com)

Oleh karena itu, lanjut Bima Arya, meskipun terjadi kontroversi dan merugikan popularitas dan persepsi tentang kredibilitasnya namun itulah risiko pemimpin harus berani mengambil kebijakan. Selain itu menurutnya, “Kota bogor tidak pernah ada konflik sosial dan fisik karena masalah agama dan keyakinan. Jangan sampai itu terjadi,” tekannya lagi.

***

Video dari Youtuber zafar karbalai, mungkin bisa memberikan gambaran, mengapa ritual ” sadis dan mengerikan” ini dilarang di Indonesia, disamping alasan akidah sebagaimana fatwa MUI. Bagi yang tidak kuat melihat konten keras, sebaiknya tidak menonton video dibawah ini.

 

** Fatwa MUI tahun 2006 tentang penegasan paham Sunni yang benar dan diakui di Indonesia, fatwa tahun 2007 tentang pedoman penetapan kriteria aliran sesat, serta fatwa MUI Jawa Timur tahun 2012 bahwa Syiah imamiyah 12 atau samarannya mazhab ahlul bait sesat menyesatkan.

Fatwa MUI selengkapnya dapat diklik pada link/tautan ini.

Fatwa Pendiri NU Hasyim Asy’ari Terkait Kesesatan Syiah, File dalam bentuk .pdf klik/baca/link dibawah ini :
Fatwa Pendiri Nahdhatul Ulama Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari (1292-1366 H, 1875-1947 M) Tentang Syi’ah  bisa dibaca dilink ini.

 

(in)

%d blogger menyukai ini: