Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Publik Tak Ingin Kursi Menteri dari PDIP Ditambah

Publik Tak Ingin Kursi Menteri dari PDIP Ditambah

survei-publik-tak-ingin-kursi-menteri-dari-pdip-ditambah-IGG
Sketsanews.com – Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menilai masyarakat menginginkan Presiden Joko Widodo melakukan perombakan atau reshuffle Kabinet Kerja jilid II. Keinginan masyarakat itu tercermin dari hasil survei CSIS yang tidak puas dengan kinerja Pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).

Ketua Departemen Politik dan Hubungan Internasional CSIS Philips Vermonte mengungkapkan, berdasarkan hasil survei CSIS sebanyak 52,7% responden setuju reshuflle Kabinet Kerja Jilid II. “Hasil survei kami menunjukkan sebanyak 52,7% publik ingin adanya reshuffle kedua,” ujar Philips di Century Park Hotel, Senayan, Jakarta Pusat, seperti dilansir Sindonews.com, Minggu (25/10/2015).

Philips mengatakan, ada hal menarik yang ditemukan CSIS dalam survei. Menurut dia, publik tak ingin Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai partai pengusung Jokowi-JK diberikan tambahan kursi. “Sebanyak 66,4% menyatakan PDIP tak perlu diberikan kursi tambahan bila ada reshuffle jilid II,” ucapnya.

Hasil survei CSIS, menunjukkan publik menginginkan Jokowi memilih orang-orang ahli dibidangnya atau dari kalangan profesional untuk masuk Kabinet Kerja. Alasan publik karena selama ini Presiden Jokowi terkesan lebih memberikan kursi kepada partai politik pendukungnya. “63,4% publik menyatakan perlu (menteri) dari kalangan profesional,” tutur Philips.

Namun, banyak responden yang menyatakan sebaiknya Presiden Jokowi juga tetap menjaga hubungan baik dengan PDIP selaku partai pengusung. Menurutnya, hubungan baik antara Jokowi dan PDIP diperlukan agar tidak terjadi perpecahan di internal pendukung Jokowi.

Dalam survei itu, banyak responden yang menilai Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri sebagai figur yang dipandang paling mempengaruhi kebijakan politik Jokowi. “Sebanyak 82,5% publik menyetujui pernyataan itu,” tandas Philips.

Survei CSIS dilakukan selama 14-21 Oktober terhadap 1.183 orang yang sudah memiliki hak pilih dan tersebar di 34 provinsi. Survei tersebut menggunakan metode multi stage random sampling dengan margin of error lebih kurang 2, 85% dengan tingkat kepercayaan 95%. (Su)

%d blogger menyukai ini: