Sketsa News
Home Berita Terkini, Internasional, News Syeikh Syiah Nimr al-Nimr Segera Dieksekusi Hukuman Mati?

Syeikh Syiah Nimr al-Nimr Segera Dieksekusi Hukuman Mati?

Sketsanews.com – Pemimpin Syiah di Provinsi Qatif, Arab Saudi divonis hukuman mati. Saudara Nimr, Muhammad al-Nimr, mengatakan kepada media ViceNews bahwa keputusan hukuman mati terhadap Nimr telah ditetapkan dan tidak bisa diganggu gugat. Hidupnya sekarang bergantung pada pengampunan Raja Salman.

** Mahkamah Agung Saudi telah menjatuhkan hukuman mati kepada Syeikh Syiah Nimr al-Nimr (Twitter.com @Vicenews)

“Setelah konfirmasi hukuman mati Sheikh Nimr oleh Pengadilan Tinggi dan kemudian Mahkamah Agung, hidupnya bergantung di tangan Raja Arab Saudi Salman yang dapat mendukung hukuman atau menangguhkan eksekusi,” Muhammad al-Nimr pada Minggu (25/10/2015), seperti dikutip dari laman AlJazeera.

Dikutip dari Tempo yang melansir dari AlJazeera, Mohamed Nimr memperingatkan, “Eksekusi mati dapat membangkitkan reaksi yang tidak kami inginkan, karena Sheikh Nimr memiliki pendukung Syiah di seluruh dunia Islam.” Dia berharap Raja Salman membuktikan sebagai pemimpin bijaksana dengan menghentikan eksekusi terhadap saudaranya dan enam warga Syiah lain.

** Protes Pembebasan Sheikh Syiah Nimr pada 26 Oktober 2015 (twitter.com @IraqAnalysis)

Di antara orang-orang yang dijatuhi hukuman mati, “Terdapat saudara laki-laki saya, Ali al-Nimr. Dia ditahan karena terlibat unjuk rasa anti-pemerintah di Provinsi Timur,” ucapnya kepada kantor berita AFP.

Keputusan eksekusi mati, khususnya terhadap Ali al-Nimr, mendapatkan reaksi dari berbagai penjuru dunia dengan meminta otoritas Saudi membatalkan keputusannya terhadap pemuda Syiah tersebut.

Iran, yang dianggap musuh Arab Saudi, memperingatkan Riyadh untuk tidak mengeksekusi ulama tersebut. “Eksekusi terhadap Sheikh Nimr akan memiliki konsekuensi mengerikan terhadap Arab Saudi,” tutur Wakil Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Abdollahian.

Pada 2009, Sheikh Nimr menyerukan agar pengikutnya di Qatif dan Al-Ihsaa, Provinsi Timur, memisahkan diri dari Kerajaan Arab Saudi untuk bergabung dengan kaum mayoritas Syiah di Bahrain. Akibat ulahnya itu, pada 2014, pengadilan khusus di Riyadh menjatuhkan hukuman mati.

Sekitar dua juta warga Syiah tinggal di Arab Saudi. Mereka kerap berunjuk rasa karena merasa dipinggirkan. Mereka tinggal di wilayah paling timur Arab Saudi, daerah yang memiliki cadangan minyak besar.

(in)

%d blogger menyukai ini: