Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Terduga Teroris di Luwu Timur Dibebaskan dan Berikut Nama-Namanya

Terduga Teroris di Luwu Timur Dibebaskan dan Berikut Nama-Namanya

Sketsanews.com – Aparat Polres Luwu Timur akhirnya membebaskan 8 orang yang sebelumnya ditangkap karena diduga teroris dan terkait dengan jaringan kelompok radikal, Selasa (27/10/2015).

“Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan, tidak ditemukan bukti yang cukup untuk menjerat delapan orang yang diamankan pada hari Minggu (25/10/2015) lalu. Makanya mereka kami bebaskan secara bersyarat. Mereka juga kami pantau dan wajib lapor satu kali seminggu,” jelas Kapolres Luwu Timur, AKBP Mokhamad Alfian Hidayat.

Terduga teroris yang ditangkap polisi di Hotel Sumber Urip, Kecamatan Tomoni, Luwu Timur, Minggu (25/10/2015). 8 orang yang sebelumnya dutangkap di Luwu Timur akhirnya dibebaskan oleh polisi karena tidak cukup bukti. | POJOKSULSEL – CHAERUL BADERU
Terduga teroris yang ditangkap polisi di Hotel Sumber Urip, Kecamatan Tomoni, Luwu Timur, Minggu (25/10/2015). 8 orang yang sebelumnya dutangkap di Luwu Timur akhirnya dibebaskan oleh polisi karena tidak cukup bukti. | POJOKSULSEL – CHAERUL BADERU

Sebelumnya diberitakan, aparat Polres Luwu Timur mengamankan 8 orang yang diduga terkait jaringan kelompok radikal atau kelompok terlarang. Penangkapan berlangsung di Hotel Sumber Urip Tomoni pada Minggu (25/10/2015) lalu sekitar pukul 14.00 Wita.

Dari hasil pengembangan dan interogasi yang dilakukan, didapatkan sejumlah pesan pendek (SMS) di beberapa handphone yang digunakan oleh kelompok ini mengarah pada gerakan terlarang atau jaringan radikal.

Dari keterangan beberapa orang yang ditangkap, juga terungkap bahwa kelompok ini sedang melaksanakan sosialisasi perekrutan anggota “ Koperasi Syariah”. Polisi juga mengamankan tiga buah flashdisc berisi sejumlah file yang mengarah petunjuk-petunjuk ajaran teroris.

Adapun delapan orang yang diamankan adalah Arif Mujianto (38) asal Ponorogo, Triono (35) asal Karang Anyar, Muh. Moutohar (38) asal Boyolali, Muhlis (36) asal Mangkutana, Sultan Agung Tandi Raga asal Towuti, Heri P. Sukamaju (38) asal desa Pasi-Pasi Malili, Muh. Toha (40) asal Mangkutana dan Heri Suprianto (40) asal Wotu. (Ais/pojoksulsel.com)

%d blogger menyukai ini: