Sketsa News
Home Berita Terkini, News Ini cara warga sentil Jokowi soal kabut asap dan kebakaran hutan

Ini cara warga sentil Jokowi soal kabut asap dan kebakaran hutan

Sketsanews.com – Bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan belum juga teratasi dengan baik. Padahal, pemerintah telah menurunkan ribuan personel Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri) serta sejumlah relawan baik nasional maupun lokal. Namun tetap saja api terus berkobar.

seniman Pekalongan buat batik motif asap. ((Foto merdeka.com)
seniman Pekalongan buat batik motif asap. ((Foto merdeka.com)

Prihatin atas kondisi yang mereka alami, berbagai cara dilakukan warga untuk menyentil Presiden Joko Widodo untuk segera merespons bencana tersebut.

Berikut cara-cara warga menyentil Jokowi soal kabut asap dan kebakaran hutan yang ditulis merdeka.com
1.Menggambar dan telepon
Ratusan siswa SD Palm Kids Palembang mencurahkan keluhan dan harapannya terkait kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan dalam bentuk gambar dan tulisan. Karya tersebut akan dikirim ke Presiden Joko Widodo melalui Twitter dan email pribadinya.

Kepala SD Palm Kids Palembang Dewi Indrawati mengungkapkan, saat ini terkumpul ratusan karya anak didiknya tentang kabut asap. Dari ratusan karya itu, disortir menjadi puluhan saja untuk dikirim ke Jokowi.

“Karya itu dibuat siswa sendiri minggu kemarin. Mereka kompak bikin satu-satu, ada juga yang dua,” ungkap Dewi kepada merdeka.com, Senin (26/10).

Agar lebih efektif, karya tersebut dikirim melalui Twitter dan email pribadi Jokowi. Sebab, jika melalui pos, kemungkinan besar akan terlambat atau bisa saja sama sekali tidak sampai.

“Hari ini kita kirim, sudah kita scanning. Kami minta Pak Jokowi merespon cepat keluhan anak-anak ini,” kata Dewi.

Jika tak ditanggapi dengan cepat oleh Jokowi, para siswa akan menelepon langsung ke nomor pribadi Jokowi. Itu sebagai puncak harapan siswa yang berbulan-bulan terhirup asap.

“Kami sudah dapat nomor Pak Jokowi. Nanti ada siswa kami yang menelepon langsung, biar cepat ditangani. Kalau mau demo itu kurang etis bagi siswa kami,” sambung Willius Ruslim, ketua yayasan.
Bikin video
Pembakaran hutan dan lahan di Indonesia mendapat sorotan dari berbagai masyarakat. Kabut asap akibat pembakaran tersebut telah menimbulkan banyak kerugian hingga menelan banyak korban.

Chanee Kalaweit melalui sebuah video yang diunggah melalui Youtube dengan judul ‘VIDEO: Pesan saya kepada Yth Presiden RI’, mengungkapkan kemarahannya akibat pembakaran hutan dan lahan. Menurutnya, industri kelapa sawit menjadi salah satu penyebab pembakaran tersebut.

Bahkan, pembuatan kanal-kanal di lahan gambut yang diklaim bisa mencegah terjadinya kebakaran, justru menjadi penyebab keringnya lahan gambut sehingga menjadikannya sangat rentan terhadap kebakaran.

Sebagai aktivis lingkungan, Chanee memberitahu Presiden Joko Widodo bahwa kesehatan masyarakat perlahan dicuri hanya untuk sebuah industri
Buat surat ke Jokowi
Lantaran bosan memakai masker untuk menghindari terhirup asap akibat kebakaran hutan dan lahan setiap hari, siswa SD Palm Kids Palembang membuat surat protes kepada Presiden Joko Widodo. Para siswa berharap, Jokowi segera menuntaskan bencana tersebut.

Surat tersebut disebar Natakesuma di akun Facebook-nya pada Jumat (23/10) sore. Kiriman surat itu menyebar ke sejumlah pemilik akun FB lainnya dengan cepat.

Dalam surat tertanggal 23 Oktober 2015 itu tertulis keluhan dan harapan siswa kepada Jokowi agar secepatnya menuntaskan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Sumsel dan sejumlah daerah lain.

Siswa mengaku sudah bosan setiap hari memakai masker saat kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bahkan, mereka tidak bisa lagi berolahraga di luar ruangan karena terancam mengidap penyakit pernapasan.

Saat dikonfirmasi, kepala SD Palm Kids Dewi Indrawati membenarkan surat tersebut ditulis siswanya, yakni gabungan dari siswa kelas VI. Itu merupakan ungkapan kekesalan terhadap kondisi udara yang semakin buruk sehingga jam pelajaran berkurang.

“Benar mas, surat itu ditulis siswa kami. Ada yang menyebarnya di Facebook,” kata Dewi saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (24/10).

Rencananya, kata dia, surat itu akan dikirim kepada Presiden Jokowi melalui kantor pos, Senin (26/10) nanti. Mereka berharap, Jokowi tanggap terhadap permintaan mereka.

“Senin kami kirim ke Istana Merdeka lewat pos,” kata dia.
4.Batik motif asap
Seperti salah satu seniman batik, Harris Riadi, membuat batik dengan tema asap. Hal tersebut, dilakukan wujud keprihatinannya dengan bencana asap yang terjadi di pulau Sumatera dan Kalimantan.

“Motif batik asap ini, sebagai bentuk keprihatinan kami dengan bencana asap yang terjadi,” ucapnya saat ditemui di galerinya Jalan Patriot, Kota Pekalongan, Jawa Tengah Senin (19/10).Seperti yang ditulis merdeka.com

Menurut Dia, bencana asap bukan lagi persoalan kehidupan masyarakat kota besar (pemerintah pusat) saja. Bencana ini juga sudah menjadi bagian permasalahan kita semua orang di Indonesia.

Untuk itu galerinya Green batik mencoba menciptakan batik tema asap. Tidak sekedar tema, cara pembuatannya juga khusus.

“Agar semakin berkesan, saya membuatnya dengan pewarna dari daun sampah kering. Atau pewarna alami,” ujarnya.

Ditambahkan, karya batiknya juga sudah diserahkan kepada pemerintah, melalui Badan Ekonomi Kreatif Indonesia.

“Saya sudah serahkan, salah satu batik motif asap dengan pewarna alami ke Badan Ekonomi Kreatif. Melalui sekretarisnya, Harry Waluyo,” ucapnya.

Ide pembuatan batik asap tersebut, juga didasari ingin menambah khasanah motif batik baru di Pekalongan, dengan mengambil momentum, bencana asap. Untuk terus mengingatkan masyarakat, jika ada bencana besar di negeri ini.

“Nantinya, saya juga ingin menyumbangkannya ke museum untuk mengenang memori ini,” tandasnya. (Ki)

%d blogger menyukai ini: