Sketsa News
Home Berita Terkini, News Tujuh Napi Kabur, Kapolsek Dicopot

Tujuh Napi Kabur, Kapolsek Dicopot

Sketsanews.com – Buntut dari larinya 7 napi dari Mapolsek Ciracas pada Senin pagi (19/10/2015), berimbas dengan dicopatnya jabatan Kapolsek Kompol Budi Santoso.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Mohammad Iqbal mengatakan Budi dimutasi dari jabatannya saat ini lantaran dianggap telah melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Kapolsek Ciracas dimutasi, atau demosi. Dua hari lalu turun suratnya, kalau mutasinya mungkin dua hari ke depan yah. Ini bagian dari evaluasi karena adanya diduga pelanggaran SOP,” kata Iqbal kepada wartawan, Jakarta, Selasa (27/10/2015) dikutip dari OkeZone.

Sebagai informasi, pencopotan jabatan terhadap Budi terhitung sejak Jumat, 23 Oktober 2015 malam. Kabarnya dia akan digantikan oleh seorang Polisi Wanita (Polwan) berpangkat AKP dari Polres Metro Jakarta Selatan.

Seperti diketahui tujuh tahanan Mapolsek Ciracas yang melarikan diri pada Senin pagi  sekira 05.30 wib dengan menggunakan gergaji, hingga kini belum tertangkap kembali. Mereka kabur setelah salah seorang tahanan bernama Ahmad Farok mengatakan ke petugas jaga bahwa dalam ruang tahanan hanya tinggal satu tahanan atas nama Albar Sitanggal.

** Ilustrasi Penjara (twitter.com)

Tujuh tahanan yang kabur itu berdasar data yang dihimpun CNN adalah:

  1. Rudyana alias Ryan alias Botak (24), tahanan kasus Narkoba.
  2. Ledi Sofyan Hadi (32), tahanan kasus uang palsu.
  3. Agustiar alias Agus, tahanan kasus pencurian dengan pemberatan.
  4. Stephanus Theodorus alias Yos (42), tahanan kasus pencurian dengan pemberatan.
  5. Parmonongan Samosir (43), kasus percobaan pencurian dengan kekerasan.
  6. Rinto MH Sidobalok (38), tahanan kasus percobaan pencurian dengan kekerasan.
  7. Budi Aprian (27), tahanan kasus narkoba

Upaya melibatkan tim IT, dengan pelacakan GPS pada HP salah satu tersangka, pernah mendeteksi di wilayah Serang, namun saat petugas kesana sudah kehilangan jejak. “Sudah dilacak melalui IT, GPS hasilnya didapatkan salah satu tersangka ada didaerah Serang, namun saat petugas kesana mereka hilang jejak,” paparnya.

Kesulitan lainnya, para buron sudah tidak menggunakan komunikasi lewat HP yang bisa tersadap. Namun ada dua napi yang sudah menyerahkan diri yaitu Parmonangan Samosir (41) dan Rinto MH Sidobalok (38). “Untuk itu langkah kedepannya, setelah imbauan penyerahan diri diacuhkan, akan kami masukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO),” jelasnya.

(in)

%d blogger menyukai ini: