Sketsa News
Home Berita Terkini, Internasional, News, Wawancara Kisah Bebasnya Pastor Jack Murad yang di Tawan ISIS selama 84 Hari

Kisah Bebasnya Pastor Jack Murad yang di Tawan ISIS selama 84 Hari

Sketsanews.com – Jack Murad, Seorang pastor yang pernah ditawan oleh ISIS selama tiga bulan dan terancam dieksekusi mati, menceritakan pertama kalinya dalam wawancara dengan BBC Arabic’s setelah dirinya dibebaskan.

** Release of Father who was kidnapped 5 months ago from Mar Elian monastry in . (twitter.com @fdaoulb)

 

Awal Mula Kisah Jack Murad di culik oleh ISIS

Kisahnya berawal saat dia diculik bersama Botros Hanna, asistennya dari tengah kota Al-Qaryatain, Suriah pada bulan Mei tahun lalu.

Dengan tangan diborgol dan mata tertutup, Ia bersama asistennya dimasukkan kedalam mobil dan dibawa melesat meninggalkan kota menuju daerah sekitar pegunungan Al-Qaryatain.

Setelah 4 hari menginap, mereka membawanya pergi lagi dengan perjalanan yang lama dalam kondisi mata tertutup dan tangan diborgol.

Rupanya mereka membawa dirinya ke wilayah Raqqa, wilayah yang dikontrol penuh oleh ISIS. Disinilah ia ditawan selama 84 hari.

Dalam wawancaranya dengan BBC Arabic’s, Jack menjelaskan bahwa saat ia berada di sel wilayah Raqqa, ISIS tidak menyiksa dirinya dan diberikan cukup makanan serta perawatan medis.

Hanya saja gangguan verbal dengan ucapan “Kafir” secara berulang kali dan menyatakan akan kesesatan agamanya yang menyimpang menurut Islam – sesuai yang dianut oleh ISIS.

Mereka berusaha untuk mengajaknya berdialog. “Mereka akan bertanya tentang teologi saya – Tuhan, Tritunggal Kudus, Kristus, dan Penyaliban,” katanya.

Ia tidak meladeni ocehan tersebut karena ia anggap sia-sia saja. “Apa gunanya berdebat dengan seseorang yang menempatkan Anda di penjara dan menunjuk senapan mereka pada Anda?” tanyanya retoris.

“Ketika saya dipaksa untuk menanggapi, saya akan mengatakan ‘Saya tidak siap untuk mengubah agama saya’.” ujarnya lagi.

 

Ancaman Kematian

Para militan itu bila ia bertemu dengan tahanan akan ditakut-takuti, mereka mengatakan bahwa mereka akan dibunuh jika mereka menolak untuk memeluk Islam.

“Bagi mereka, nasib saya karena menolak untuk masuk Islam adalah kematian. Untuk menakut-nakuti kami, mereka bahkan akan memberitahu kami secara rinci bagaimana kita akan mati. Mereka benar-benar berbakat dalam menggunakan kata-kata dan citra untuk meneror,” ingat Jack.

Pastor itu mengatakan pengalamannya agar memperkuat imannya, meskipun pada saat itu ia terancam akan dipenggal.

“Pada hari ke 84, hari terakhir, seorang amir, pejabat ISIS tiba, memberitahu kita, bahwa orang-orang Kristen dari al-Qaryatain telah meminta untuk bertemu dengannya dan ingin Ia kembali, jadi kita akan mendatanginya.”

“Kami melewati Palmyra dan Sawwaneh, kemudian mobil menghilang ke terowongan. Kami dibawa keluar dari mobil, dan sang Amir menuntun saya menuju pintu besi yang besar. Dia membukanya, dan saya melihat dua orang dari paroki saya berdiri di sana.”

Mereka memeluknya dan kemudian Jack mendongak untuk menemukan sebuah adegan menakjubkan.

“Semua orang Kristen dari al-Qaryatain, seluruh paroki saya, anak-anak saya berada di sana. Saya kaget. Mereka terkejut dan bahagia. Mereka semua datang untuk memeluk saya.”

Saat itu kota al-Qaryatain telah ditakhlukkan oleh ISIS. Mereka semuanya ditahan selama 20 hari.

**  video on conquest al-Qaryatain, , incl. elderly fighter, prayer during battle, 3 “martyrdom operations” (twitter.com)

 

Akhirnya, pada 31 Agustus, Jack dipanggil oleh beberapa ulama ISIS. Mereka ingin menyampaikan kebijakan pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi yang telah memutuskan tentang nasib orang-orang Kristen dari al-Qaryatain.

Berbagai pilihan disodorkannya, termasuk membunuh para pria dan memperbudak para wanita.

Sebaliknya pemimpin ISIS memilih untuk memberikan “hak untuk hidup sebagai warga negara di wilayah yang dikuasai oleh Negara Islam,” yang berarti mereka dapat pulang ke kampung halamannya. Namun demikian orang-orang Kristen tersebut harus menyerahkan rumah dan membayar uang sebagai syarat perlindungan ISIS.

** Christian People In al-Qaryatain City, Southeast  (Twitter.com)

 

Tanah Takhlukan

Jack mengatakan kepada mereka segala sesuatu yang ia ditanya tentang gereja-gereja dan biara di al-Qaryatain, tapi menghindari saat menyebutkan makam Saint Elian, berharap ia bisa menyisihkan dari kehancuran.

** El Ejército Islámico destruyó en Siria el monasterio San Elian, en la ciudad de Al Qaryatain. (Twitter.com @fnmaldonadop)

Tapi itu sulit untuk menipu militan ISIS.

“Mereka tahu segala sesuatu, setiap detail. Kita cenderung menganggap mereka sebagai tak berbudaya, Badui bodoh. Sebaliknya benar, Mereka pintar, berpendidikan, dengan gelar universitas, dan teliti dalam perencanaan mereka,” kata Pastor Jack.

**  Terror Group Impose & To Christian People In al-Qaryatain City, Southeast  (Twitter.com)

 

Selama ditawan biara telah disita oleh ISIS sebagai rampasan perang selama pertempuran untuk al-Qaryatain dan hancur.

Ulama ISIS membacakan kepadanya ketentuan kesepakatan antara orang-orang Kristen dari al-Qaryatain dan Negara Islam.

Berdasarkan kesepakatan itu, mereka bisa bepergian kemana saja di dalam wilayah ISIS yang jauh seperti Mosul, tetapi tidak untuk Homs atau Mahin (yang lebih dekat, tetapi di luar kendali ISIS), “karena bagi mereka, ini adalah tanah takhlukan.”

Namun, Jack bersama relawan Botros Hanna, berhasil meninggalkan wilayah ISIS.

“Daerah ini medan perang. Di satu sisi, angkatan udara menembaki. Di sisi lain, kita tidak tinggal aman di al-Qaryatain. Saya merasa bahwa selama aku ada di sana, orang-orang akan tinggal. Jadi saya merasa Aku harus pergi untuk mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama.”

Tapi tidak banyak lagi yang mengikutinya setelah itu.

** (twitter.com)

“Bahkan banyak ingin tinggal karena mereka punya tempat lain untuk pergi. Beberapa tidak dapat menerima ide dengan mengungsi dan lebih baik mati di rumah. Lainnya yakin Negara Islam ISIS, yang mereka memiliki kontrak dengannya, akan melindungi mereka.”

** INTENSE RUSSIAN AIR STRIKES ON PROVINCE. At least 50 dead civilians. (twitter.com) 

Jack mengatakan lebih dari 160 orang Kristen yang tersisa di al-Qaryatain.

“Mereka telah tinggal karena mereka ingin. Kami memohon kepada Tuhan untuk melindungi mereka karena kota kami adalah medan yang berbahaya. Tidak ada tempat tinggal yang aman.”

Wawancara BBC Arab dengan reporter Assaf Abboud dan Rami Ruhayem,  video by Dina Demrdash.

(in)

 

%d blogger menyukai ini: