Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Penanganan Kabut Asap Harus seperti Teroris

Penanganan Kabut Asap Harus seperti Teroris

ASAP MULAI PEKAT
Sketsanews.com – Kebakaran hutan dan lahan bukan terjadi pada 2015 saja. Namun, pada tahun-tahun sebelumnya sudah terjadi hal yang sama sehingga kebakaran itu adalah proses yang berulang. Persoalannya, penanganan pemerintah sering dirasa lamban.

Sekretaris Jenderal Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Tangerang (ISNU) Abdullah Ubaid punya pandangan bahwa kejadian itu bisa diatasi jika sejak awal pemerintah memiliki keseriusan mematikan sumber asap-asap itu agar tidak berdampak luas. Memberantas asap seperti mengejar teroris adalah cara tepat untuk menuntaskan bencana asap.

Melansir Okezone.com, Abdullah mengatakan, “Metode pemberantasannya seperti mengejar teroris. Mengejar teroris yang tak kelihatan saja bisa, masak menangani pemilihan lahan yang terbakar gak bisa, ini menyangkut jutaan jiwa yang terancam kehidupannya. Perlakukan para pembakar itu seperti teroris,” tuturnya kepada media, Rabu (28/10/2015).

Menurut dia, data pemilik lahan perkebunan atau mereka yang punya konsesi di lahan-lahan itu jelas nama perusahaan dan siapa pemiliknya. Mereka itulah, yang harus diminta pertanggungjawaban bila terjadi kebakaran hutan.

Abdullah menjelaskan, “Lahannya jelas, perusahaannya ada, pemilik dan pelaksana ada. Tangkap mereka dan lakukan proses hukum dengan tegas seperti memperlakukan teroris. Karena kalau setengah-setengah, kebakaran akan terus terjadi di lahan mereka,” jelasnya.

Masalah ini serius dan merembet kemana-mana. “Di media sosial sudah muncul meme-meme yang mulai mengecilkan upaya pemerintah dalam menangani masalah ini. Contohnya Di era Jokowi, napas aja susah,“ katanya. Menurut Abdullah, ini adalah bukti, bahwa rakyat Riau, Pekanbaru, Kalimantan Barat dan lain-lain daerah yang terdampak asap sudah amat memerlukan pertolongan segera.

Sementara, Presidium Aliansi Tarik Mandat (ATM) Jokowi Ujang Rizwansyah mengatakan, pokok dari persoalan yang ada selama ini, apakah soal asap, lemahnya penegakan hukum dan masalah ekonomi adalah lemahnya leadership di tingkat nasional sehingga berimbas terhadap kemimpinan di daerah. “Jika leadershipnya masih seperti sekarang, maka soal soal yang menimpa masyarakat tak akan mampu diselesaikan dengan baik,” ujar Ujang. (Su)

%d blogger menyukai ini: