Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, Internasional, News Dua Aktivis Penentang ISIS Tewas Ditembak dan Dipenggal Kepalanya

Dua Aktivis Penentang ISIS Tewas Ditembak dan Dipenggal Kepalanya

Sketsanews.com – Ibrahim Abdul Qadir dan temannya Faris Hamadi aktivis propaganda yang mengekspos kekejaman ISIS, ditemukan tewas di apartemennya di kota Urfa, Turki pada Jumat pagi (30/10/2015). Kedua aktivis dari kelompok Raqqa Is Being Slaughtered Silently (RBSS) tersebut ditemukan dalam keadaan terpenggal kepalanya dan tertembak.

*** #Syrian Activist Group “Raqqa Being Slaughtered Silently” 2 Members Slaughtered In #Urfa #Turkey- Report. FP | Terrormonitor.org ‏@Terror_Monitor

 

Abu Ibrahim Raqqawiy selaku pimpinan kelompok tersebut mengatakan, “Kami tidak tahu siapa yang melakukannya atau di mana mereka sekarang. Kami hanya tahu bahwa itu Isil, “katanya, dikutip dari Telegraph.

Dugaan Turki, pembunuh diduga berasal dari jaringan ISIS yang berada di perbatasan, setelah serangkaian serangan teroris yang ditujukan pada kelompok tersebut. Kelompok RBSS di Turki merupakan kepanjangan aktivis yang meliput kekejaman ISIS di Raqqa secara diam-diam dan mempublikasikannya di Turki.

Di kota Raqqa, para anggota RBSS yang tertangkap dihukum penjara atau bahkan dieksekusi mati, karena dianggap sebagai duri dari sisi Jihadis. ISIS/ISIL mengontrol penuh kehidupan kota dengan syariah yang melingkupi kekuasaannya, dan ini bertentangan dengan apa yang dipublikasikan oleh aktivis RBSS.

*** Salah satu liputan kelompok RBSS | @Raqqa_Sl: #Raqqa And still sons Of Raqqa Executed By #ISIS #FreeRaqqa Raqqa is Being Slaughtered Silently ” | @enlightenedkurd – 30 Agt 2014 – 21.29

Akun media Pro-ISIS mengklaim atas pembunuhan itu, tetapi belum ada rilis resmi tanggung jawab dari ISIS seperti yang biasa mereka lakukan. Jika ISIS merilis keterlibatannya dalam pembunuhan tersebut, akan dikenal sebagai pembunuhan pertama di Turki, diluar Suriah.

Abdul Qadir melarikan diri ke Turki setahun yang lampau, akibat tekanan yang kuat pada kelompok tersebut, sehingga memaksanya bergeser. Beberapa anggotanya telah tertangkap di Raqqa bahkan ada seorang bapak dari pendiri RBSS yang tewas saat dipenjara ISIL.

RBSS pada tahun ini menjadi pemenang dalam International Press Freedom Award, sebuah penghargaan dari Committee to Protect Journalists sebagai pengakuan akan keandalan lingkup laporan.

“RBSS dibentuk disamping untuk mendokumentasikan kekejaman Negara Islam, anggotanya juga melaporkan secara kritis atas pemboman pemerintah Assad, pasukan pemberontak lainnya, dan korban sipil yang disebabkan oleh serangan udara yang dipimpin AS,” katanya.

Untuk memastikan keamanan maksimum, aktivis RBSS biasanya beroperasi sendirian, tanpa sepengetahuan tentang siapa lagi yang bekerja untuk tujuan mereka.

Kiriman dikomunikasikan melalui telepon kepada anggotanya di Turki, dan kemudian disebarluaskan di media sosial. ISIL ternyata memaksa keluar para aktivis, namun mereka bersikeras akan melanjutkan pertarungan dengan senyap.

“Ini pilihan yang sulit, tapi kami tidak akan berhenti,” kata Abu Ibrahim.

(in)

%d blogger menyukai ini: