Sketsa News
Home Berita Terkini, Internasional, News Mengejutkan, 4.500 Remaja Malaysia Ternyata Hamil Diluar Nikah

Mengejutkan, 4.500 Remaja Malaysia Ternyata Hamil Diluar Nikah

Sketsanews.com – Kajian Kementerian Kesehatan menemukan rata-rata setiap tahun sebanyak 18.000 remaja perempuan hamil pada usia antara 10 dan 19 tahun dengan 4.500 orang dilaporkan tidak menikah.

Hasil penelitian tersebut memperlihatkan bahwa sebanyak 50 remaja perempuan di negara ini disahkan hamil setiap hari pada usia yang sangat muda, dilansir dari Media Malaysia Utusan.

** Ilustrasi : Pelancaran Program Generasiku Sayang oleh DYMM Raja Permaisuri Johor | Noor Hisham Abdullah @DGHisham

Dalam hubungan itu, Permaisuri Johor, Raja Zarith Sofiah Sultan Idris Shah menyatakan keprihatinan terhadap masa depan remaja tersebut yang seharusnya menjadi kontributor produktivitas dan kesejahteraan negara.

Raja Zarith Sofiah merangkap pelindung Program Generasiku Sayang (GKS) berkata, suatu penelitian di tingkat nasional menunjukkan tingkat pengetahuan kesehatan sosial dan reproduksi di kalangan remaja masih kurang dan mengakibatkan terjadinya berbagai gejala sosial.

*** Permaisuri Johor, Raja Zarith Sofiah melancarkan program ‘Generasiku Sayang’ Peringkat Kebangsaan 2015 di Putrajaya | @Twt_Larkin

“Untuk masalah remaja hamil di luar ikatan pernikahan yang cukup merajalela sekarang, pastinya memiliki kaitan dengan masalah pembuangan bayi dan remaja menemui ajal akibat melahirkan anak seorang diri. Ini perlu disesali, tampaknya nyawa manusia itu tidak lagi bernilai,” kata Raja Zarith.

“Kehamilan banyak memberi implikasi dan tekanan dan ini akan membuat remaja perempuan mudah mengambil keputusan di luar kewarasan yang terkadang berakhir dengan kematian,” kata baginda selama pidatonya meresmikan Program GKS Tingkat Nasional, di sini hari ini.

Yang turut hadir, Menteri Kesehatan, Datuk Seri Dr. S. Subramaniam dan Direktur Kesehatan, Datuk Dr. Noor Hisham Abdullah.

Raja Zarith Sofiah berkata, penekanan terhadap pengetahuan berhubungan kesehatan seksual dan reproduktif seumur hidup dari kecil sampai dewasa sangat penting.

Sehubungan itu, beliau mengucapkan selamat kepada Departemen Kesehatan yang mengambil inisiatif memperluas Program GKS dengan menciptakan pusat GKS untuk memberi perlindungan dan kehidupan baru kepada kelompok sasaran.

Sementara itu, Subramaniam dalam konferensi pers mengatakan, masalah kehamilan remaja di usia muda di negara ini melibatkan berbagai faktor, diantaranya kurang pendidikan seks, agama, kerapuhan lembaga keluarga, pengaruh teman sebaya, media sosial dan sosiobudaya.

Menurutnya, hamil pada usia muda karena menikah atau tidak, akan berkontribusi pada masalah putus pelajaran dalam kalangan generasi muda.

Sehubungan itu, ia mengatakan, Unit Koordinasi Pelaksanaan (ICU), Departemen Perdana Menteri telah mengeluarkan perintah agar isu sosial menjadi salah satu agenda utama dalam Rapat Dewan Aksi Negeri, Dewan Aksi Federasi Negeri dan Rapat Komite Kerja Aksi Daerah atau Bagian di seluruh negara.

“Oleh karena itu, kementerian telah membuat 10 pusat GKS di beberapa negara termasuk Sarawak dan akan diperluas ke tingkat daerah. Ini untuk meningkatkan kesadaran dalam kalangan masyarakat sehingga tidak bersikap menghukum tetapi bergandengan tangan, “katanya.

(in)

%d blogger menyukai ini: