Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, Internasional, News Jet-jet Rusia Lenyapkan 1.623 Target Teroris di Suriah dalam Sebulan

Jet-jet Rusia Lenyapkan 1.623 Target Teroris di Suriah dalam Sebulan

A frame grab taken from a footage released by Russia's Defence Ministry shows smoke caused by airstrikes carried out by the country's air force at an unknown location in Syria, October 26, 2015. REUTERS/Ministry of Defence of the Russian Federation/Handout via Reuters ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. REUTERS IS UNABLE TO INDEPENDENTLY VERIFY THE AUTHENTICITY, CONTENT, LOCATION OR DATE OF THIS IMAGE. IT IS DISTRIBUTED EXACTLY AS RECEIVED BY REUTERS, AS A SERVICE TO CLIENTS. FOR EDITORIAL USE ONLY. NOT FOR SALE FOR MARKETING OR ADVERTISING CAMPAIGNS. NO RESALES. NO ARCHIVE.
Sketsanews.com – Militer Rusia mengumumkan bahwa pesawat-pesawat jet tempur Angkatan Udara Kremlin dalam sebulan telah melenyapkan sekitar 1.623 target teroris di Suriah, termasuk kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Di antara target yang dihancurkan itu adalah 249 pos komando, 51 kamp pelatihan militan, 131 depot amunisi dan bahan bakar dan 786 basis lapangan. Data itu disampaikan Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia, Jenderal Andrey Kartapolov, pada hari Jumat (30/10/2015).

Dalam serangan sebulan, Rusia juga telah menewaskan 28 pemimpin teroris. Dengan bantuan serangan udara Rusia, tentara Suriah juga berhasil membebaskan lebih dari 50 kota dan desa di beberapa provinsi seperti Aleppo, Latakia, Idlib, Homs dan Damaskus.

Kartapolov mengatakan, “Meskipun ISIS mengalami kerugian yang cukup besar dan mengalami serangan massal, terlalu dini berbicara tentang kemenangan penuh atas teroris di Suriah,” tuturnya.

Menurut dia, militan teroris terus melawan pasukan Pemerintah Suriah di sejumlah daerah. ”Tapi upaya serangan balik (teroris) secara tepat waktu dapat ditekan oleh Angkatan Darat Suriah,” imbuhnya.

Komandan dari beberapa kelompok militan yang merupakan bagian dari Al-Nusra, telah memutuskan untuk bergabung dengan barisan yang disebut oposisi moderat. ”Dengan cara ini mereka berharap dapat menerima dukungan politik dan finansial dari luar negeri,” pungkasnya, seperti dikutip Sindonews.com. (Su)

%d blogger menyukai ini: