Sketsa News
Home Berita Terkini, News Ratusan Pendaki Terjebak Kebakaran Merapi

Ratusan Pendaki Terjebak Kebakaran Merapi

Sketsanews.com – Kebakaran hutan di puncak Lawu belum hilang dari ingatan kita, Kebakaran melanda hutan lindung di lereng Gunung Merapi, Boyolali, Jawa Tengah.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali bekerja ekstra cepat dengan mengevakuasi paksa pendaki agar tragedi terpanggangnya tujuh pendaki di puncak Lawu tak terulang.

Kebakaran di sisi barat daya Gunung Merapi, pantauan dari Pos GA Jrakah Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (1/11/2015). (Twitter/@JogjaUpdate/@yulia_angelina)
Kebakaran di sisi barat daya Gunung Merapi, pantauan dari Pos GA Jrakah Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (1/11/2015). (Twitter/@JogjaUpdate/@yulia_angelina)

Menurut data BPBD Boyolali, yang dikutip radarsolo.co.id, jumlah pendaki hari Sabtu (31/10) malam sebanyak 300 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 100 pendaki berhasil diturunkan Minggu (1/11). Sisanya masih dalam perjalanan turun gunung.

Tim SAR terpaksa melakukan evakuasi mengingat kobaran api terus mengarah ke jalur pendakian di antara pos 1 dan pos 2.

“Untuk itu tim Barameru bersama warga dan tim SAR segera melakukan evakuasi (pendaki). Jangan sampai terulang musibah di gunung Lawu,” harap petugas basecamp pendakian Gunung Merapi, Barameru, Gimar, Minggu (1/11).

Menurut laporan relawan di lapangan, pendaki yang sudah lewat pos 1 dinyatakan aman dari api. Sedangkan yang masih berada di atas pos 2 dan pos 3, relawan berusaha mengejar pendaki agar tidak turun karena ada api yang mengarah ke pos 2.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Boyolali Kurniawan Fajar Prasetyo mengatakan, pihaknya menerjunkan sebanyak 200 personel yang terbagi dalam dua regu. Regu pertama bertugas mengevakuasi pendaki agar selamat saat turun gunung. Sedangkan regu lainnya memadamkan api.

“Kami mulai evakuasi pendaki pukul 11.00. Ada sekitar 200 pendaki dari berbagai daerah yang masih berada di puncak saat hutan terbakar,” kata Kurniawan.

Menurut dia, kebakaran di atas gunung berbeda dengan di dataran rendah. Api di gunung bisa cepat merambat karena tiupan angin kencang ditambah banyaknya ranting dan dahan kering.

Sampai saat ini tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. Relawan dari berbagai daerah terus berdatangan ke Selo untuk membantu evakuasi.

Titik api dari kebakaran tersebut terlihat jelas dari Pasar Selo. Satwa liar mulai turun ke lahan pertanian warga.

Pada September lalu, kebakaran juga melanda Taman Nasional Gunung Merapi di wilayah Magelang, Jawa Tengah. Hal ini disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.

“Hutan di Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) seluas 39 hektare di Dusun Gunung Pasir, Desa Ngablak, Kecamatan Srumbung, Magelang, Jawa Tengah kembali terbakar pada Rabu 23 September 2015 pukul 18.30 WIB,” ujar Sutopo dalam pernyataan tertulisnya, seperti yang dilansir Liputan6.comKamis 24 September 2015.

Saat itu 275 personel gabungan dari BPBD, TNI, Polri, TNGM, relawan dan masyarakat dikerahkan memadamkan api. Api ketika itu mengarah ke utara puncak Merapi. Semak belukar dan alang-alang yang kering menyebabkan api cepat meluas.(Ki)

%d blogger menyukai ini: