Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, Internasional, News Pesawat Rusia Hancur di Ketinggian lalu Tersebar

Pesawat Rusia Hancur di Ketinggian lalu Tersebar

The Russian airplane crash site on the Sinai Peninsula is pictured in this handout photo satellite image provided by Russian Emergencies Ministry on November 1, 2015. An Airbus A321, operated by Russian airline Kogalymavia under the brand name Metrojet, carrying 224 passengers crashed into a mountainous area of Egypt's Sinai peninsula on Saturday shortly after losing radar contact near cruising altitude, killing all aboard. The fact that fragments of the Russian airplane were scattered over a wide area suggests that the Airbus A321 broke up in the air at a great altitude, Alexander Neradko, head of Russian aviation agency Rosaviatsia told Russia 24 television, Interfax reported on Sunday. REUTERS/Press Service of Russian Emergencies Ministry/Handout via Reuters ATTENTION EDITORS - THIS PICTURE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. REUTERS IS UNABLE TO INDEPENDENTLY VERIFY THE AUTHENTICITY, CONTENT, LOCATION OR DATE OF THIS IMAGE. FOR EDITORIAL USE ONLY. NOT FOR SALE FOR MARKETING OR ADVERTISING CAMPAIGNS. THIS PICTURE IS DISTRIBUTED EXACTLY AS RECEIVED BY REUTERS, AS A SERVICE TO CLIENTS.
Sketsanews.com – Pesawat Airbus A321 pembawa 224 orang yang mengalami kecelakaan di Sinai, Mesir sejatinya telah hancur saat pesawat berada di ketinggian. Setelah hancur, puing-puing pesawat tersebar hingga 20 kilometer persegi.

Direktur Komite Aviation Intergovernmental, Viktor Sorochenko mengatakan, “Kehancuran itu terjadi di ketinggian, dan fragmen tersebar di area yang seluas sekitar 20 kilometer persegi,” ujarnya, seperti dikutip Sindonews.com, Senin (2/11/2015).

Kepala Transportasi Udara Rusia, Alexander Nerdko, juga berpendapat serupa. Yakni pesawat Metrojet dari masakapai Kogalymavia yang mengalami kecelakaan mengerikan pada hari Sabtu pekan lalu itu telah hancur saat berada di ketinggian. Hanya saja, luasan area penyebaran puing berbeda. “Bidang puing-puing yang tersebar lebih dari 6 mil persegi menunjukkan bahwa pesawat hancur pada ketinggian,” ucapnya.

Data Airbus A321 dan perekam suara kokpit juga telah ditemukan. Menteri Transportasi Rusia Maxim Sokolov mengatakan, bahwa semua data masih akan dipelajari. Kejadian itu saat pesawat dalam perjalanan dari Bandara Internasional Sharm El-Sheikh, Mesir menuju St. Petersburg, Rusia. Namun, pesawat hilang dari pantauan radar 23 menit setelah lepas landas.

Sehari setelah tragedi pesawat Rusia, kelompok militan Sinai yang berafiliasi dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengklaim menembak jatuh pesawat itu dengan roket sebagai balasan atas agresi Rusia di Suriah. Namun, klaim itu dibantah Rusia.

Penasehat keamanan Mesir, Sayed Ghoniem mengatakan, bahwa militan di Sinai tidak memiliki teknologi pelacakan radar dan kemampuan rudal anti-pesawat yang dibutuhkan untuk menembak pesawat di ketinggian 30 ribu kaki. Pejabat penerbangan Mesir lainnya, Ayman al-Muqadem, mengatakan pilot melaporkan ada kesulitan teknis dan berusaha untuk mendarat di bandara terdekat beberapa menit sebelum kecelakaan.

Sebagian besar korban adalah wisatawan Rusia. Sharm El-Sheikh sendiri merupakan tujuan wisata populer, yang terkenal dengan pantai dan scuba diving. Korban termuda dalam tragedi itu adalah bayi berusia 10 bulan bernama Darina Gromova. (Su)

%d blogger menyukai ini: