Sketsa News
Home Berita Terkini, News Relawan Berjibaku Lawan Api Merapi, Ratusan Pendaki Aman Terevakuasi

Relawan Berjibaku Lawan Api Merapi, Ratusan Pendaki Aman Terevakuasi

Sketsanews.com – Hingga kemarin, tim relawan gabungan masih direpotkan dengan angin kencang dan medan terjal. Namun, seluruh pendaki yang jumlahnya mencapai ratusan pada sabtu malam (31/10)dipastikan telah turun gunung.

kebakaran hutan di puncak Merapi.
kebakaran hutan di puncak Merapi.

Seperti yang dikabarkan Jawa Pos Radar Solo, ada empat titik api di hutan Merapi. Yaitu di atas Desa Klakah, Desa Lencoh, blok Lumutan di barat pos 1 dan di atas Watugajah. “Api awalnya dari ladang warga di Dusun Bakalan, Desa Jrakah, terus merembat ke atas. Ada (warga) yang bakar-bakaran dan lupa mematikan,” jelas anggota relawan organisasi Pengurangan Risiko Bencana Desa Samiran, Selo, Suparno Gondor, Senin (2/11).

Kepala Resort Selo Balai Taman Nasional Gunung Merapi ( BTNGM) Suwignya menekankan, sedikitnya seluas 20 hektare lahan yang didominasi tumbuhan akasia dan semak belukar hangus. Untuk mencegah korban jiwa seperti yang terjadi di Gunung Lawu, BTNGM secara resmi menutup akses ke Merapi.

“Sampai kapan (penutupan jalur pendakian), ya sampai waktu yang belum bisa ditentukan. Karena api masih membara,” tegasnya.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Boyolali Kurniawan Fajar Prasetyo menambahkan, upaya pemadaman terhalang medang terjal dan angin kencang. Ditambah semak belukar yang mongering membuat kobaran api cepat meluas. “Masih sama (cara pemadaman) dengan gepyok (ranting pohon) dan sabit oleh tim relawan gabungan dari unsur masyarakat, TNI dan Polri, Search And Rescua (SAR) serta elemen lainnya,” beber Kurniawan.

BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran hutan Merapi. Seluruh pendaki yang jumlahnya mencapai ratusan orang telah dievakuasi pada Minggu pukul 18.00. Artinya saat ini Merapi bersih dari aktivitas pendakian.

Kepastian itu diperoleh petugas setelah melakukan sinkronisasi data pendaki di basecamp Barameru. “Secara keseluruhan (pendaki) sudah sampai bawah semuanya,” tandas Kurniawan.

Sementara itu, Balai Taman Nasional Gunung Merapi untuk sementara melakukan penutupan pendakian ke Gunung Merapi setelah terjadi kebakaran yang terjadi di Selo, Boyolali dan wilayah Jurang Jero, Kabupaten Magelang.

“Kami sementara ini menutup jalur pendakian dari Selo, Boyolali karena sampai saat ini api masih belum sepenuhnya berhasil dipadamkan, meski petugas gabungan sudah diturunkan untuk memadamkan api,” kata Kepala Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) Edy Sutiyarto di Sleman,dikutip antarnews.com Selasa (3/11).

Menurut dia, penutupan pendakian ke Gunung Merapi ini telah dilakukan sejak Senin (2/11), dan diharapkan kebakaran hutan di wilayah TNGM segara teratasi.

“Kegiatan yang dilakukan di dalam kawasan TNGM dan sifatnya bermalam di dalam kawasan, ditutup sementara. Rencananya dibuka kembali pada Senin, 30 November. Semoga kebakaran hutan dapat segera teratasi,” katanya.
(Ki)

%d blogger menyukai ini: