Sketsa News
Home Berita Terkini, News SE/6/X/2015 Dinilai Mengekang Kebebasan Berbicara

SE/6/X/2015 Dinilai Mengekang Kebebasan Berbicara

Sketsanews.com – Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengeluarkan SE bernomor SE/6/X/2015 tentang Penanganan Ujaran Kebencian atau hate speech pada 8 Oktober 2015. Surat ini bertujuan untuk menindak netizen yang mengutarakan kebencian hingga berpotensi menimbulkan konflik sosial.

Presiden RI Joko Widodo.
Presiden RI Joko Widodo.

Namun oleh sebagian kelompok masyarakat menilai, surat Edaran (SE) Nomor SE/6/X/2015 tentang Penanganan Ujaran Kebencian (hate speech), mengekang kebebasan berbicara.

Pasalnya setiap ekspresi atau kritik yang dilontarkan masyarakat terhadap kinerja pemerintah, tidak bisa dihadapi dengan cara represif. Meski kritik yang dilontarkan itu membuat orang lain jadi tak suka kepada pemerintah.

Demikian dikemukakan pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Agung Suprio kepada wartawan di Jakarta, dikutip jawapos.com Selasa (3/11).

Dia menegaskan, SE tersebut, menunjukkan bahwa proses demokrasi di era pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla mengalami kemunduran.

Kritik yang dilontarkan, menurut Agung lagi sebenarnya bertujuan baik, dalam artian memperbaiki dan mempercepat kinerja pemerintah.

“Pengkritik, seharusnya tidak bisa ditangkap dengan surat edaran tersebut dan jika itu dilakukan sama artinya membungkam rakyat dan membunuh demokrasi itu sendiri,” ujarnya.(Ki)

%d blogger menyukai ini: