Sketsa News
Home Berita Terkini, News Korban hate speech Pertama, Satpam Bank di Ponorogo Pembuat Meme Polantas

Korban hate speech Pertama, Satpam Bank di Ponorogo Pembuat Meme Polantas

Sketsanews.com – Multi tafsir dari “hate Speech,” Surat Edaran (SE) tentang Penanganan Ujaran Kebencian, menelan korban Imelda Syahrul (24), seorang Satpam Sebuah Bank di Ponogoro  sekaligus Facebooker yang membuat meme Polantas karena jengkel dirinya tertilang.

Pembuat Meme Polantas di tangkap – jawapos | roda2blog

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menyayangkan tindakan  anggota polisi lalu lintas, Bripda Aris Kurniawan, yang  melaporkan Imelda Syahrul, satpam bank asal Desa Doho, Kecamatan Dagangan, Madiun, Jawa Timur yang membuat gambar jenaka (Meme) fotonya ke Polres Ponorogo.

Ia pun mengimbau anggotanya untuk lebih bijak menghadapi permasalahan demikian. Ia menilai lebih tepat jika dilakukan langkah mediasi terlebih dahulu.

“Enggak bisa langsung ditindak,” kata Kapolri wartawan disela-sela acara silaturahmi dengan Pemimpin Redaksi(pemred) dan media masa di Mabes Polri, Kamis (5/11/2015), dikutip dari media Kriminalitas.

Namun, dugaan menyeruak bahwa Imelda ditangkap menyusul surat edaran Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, SE/06/X/2015 tentang Penanganan Ujaran Kebencian (hate speech) melalui media sosial. Apalagi kapolri mengaku tengah meneliti 180 ribu akun media sosial dan menarget satu akun.

 

Kronologi Pengunggah Foto meme Polantas Ponorogo

Imelda Syahrul mengunggah foto Bripda Aris Kurniawan yang diedit ulang dengan tambahan kata lucu-lucuan yang tidak lucu menurut polisi, ke Grup Facebook Info Cegatan Polisi Wilayah Ponorogo, Jumat (30/10/2015) sekira pukul 10.00 wib, dikutip dari Jawapos.

Merasa dilecehkan, Bripda Aris melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK). Dia mengaku tak terima dengan aksi Imelda. Penyebabnya, Imelda memosting fotonya, lewat Facebook yang diedit dan ditandai kata-kata sindiran (meme). Terlebih korban tidak mengenal dengan pelaku.

Petugas yang mengetahui langsung mencokok pelaku pada jumat sore di tempat kerja. Imelda Syahrul pun mengakui perbuatannya saat ditanya petugas.

“Saya tahu dari teman polisi bahwa foto saya dilecehkan di Facebook. Saya langsung lapor ke SPK,” katanya pada wartawan, Kamis (5/11/2015), dikutip dari Jawapos.

Wakapolres Ponorogo Kompol Suharnoto mengatakan, saat ini masih dilakukan pendalaman dan memeriksa motif pelaku. Namun pihaknya merasa dilecehkan baik secara perorangan maupun instansi.

Terlebih foto yang diunggah merupakan anggota polisi yang berseragam lengkap tengah mengatur lalu lintas. Atas perbuatannya, pelaku bakal dijerat Pasal 32 ayat 1 UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Pelaku terancaman pidana penjara 8 tahun atau denda Rp 2.000.000.000. “Pelaku sampai sekarang masih diperiksa, tapi tidak ditahan hanya wajib lapor. Kalau pasal dan alat bukti saya rasa sudah cukup,” kata Suharnoto.

(in)

%d blogger menyukai ini: