Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Modus Umroh, Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu Batam diduga Gabung ISIS di Irak

Modus Umroh, Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu Batam diduga Gabung ISIS di Irak

Sketsanews.com – Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, merilis pernyataan tentang dugaan Dwi Djoko Wiwoho Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Badan Pengusahaan Kawasan Batam bersama keluarganya bergabung dengan kelompok radikal ISIS, pada Kamis (5/11/2015).

*** #ISIS great danger to Iraq oil industry | @RT_com

“Sudah ditelusuri, dari Densus 88 Mabes Polri sudah turun. Beberapa orang sudah diambil keterangan,” kata Kapolri kepada wartawan disela-sela acara silaturahmi dengan Pemimpin Redaksi(pemred) dan media masa di Mabes Polri, dikutip dari media Kriminalitas.

Kapolri menerangkan, Polri sudah menghubungi kepolisian di berbagai negara untuk turut melacak terkait keberadaan Dwi Djoko Wiwoho.

“Kita juga sedang berkoordinasi dengan kepolisian negara lain,” ungkap mantan Wakapolri ini.

 

Kronologi Menghilangnya Dwi Djoko Wiwoho Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan di duga bergabung dengan ISIS

Laman SindoNews mewartakan, Djoko cuti dengan alasan menjalankan umrah bersama keluarganya, pada Agustus lalu. Ayah tiga anak itu harusnya masuk kerja 2 September 2015, tapi sampai kini tak diketahui keberadaannya.

“Dia cuti umrah sebulan, mulai Agustus dan seharusnya masuk kerja awal September,” ungkap Direktur Humas dan Promosi BP Batam Purnomo Andiantono, kepada wartawan, kemarin (5/11/2015).

*** Rumah Dwi Djoko Wiwoho di Batam Digeledah Polisi |@SINDOnews

Menghilangnya Djoko sebenarnya sempat tercium karena beberapa kali tak menghadiri kegiatan BP Batam. Posisinya acap kali diwakili Kasubdit Pelayanan Terpadu (KP2T) PTSP dan Investasi BP Batam Gunadi.

Gunadi akhirnya diangkat untuk mengisi posisi Djoko di kantor PTSP. Menurut Andi, Badan Kepegawaian telah melayangkan dua kali surat peringatan ke rumah Djoko yang sudah sekitar 20 tahun mengabdi di BP Batam itu.

Surat dilayangkan karena Djoko tak kunjung masuk kerja. Namun, surat peringatan Djoko itu tak pernah berbalas. Upaya untuk mengetahui keberadaan Djoko melalui pihak keluarga juga tak membuahkan hasil.

“Akibatnya Djoko diberi sanksi administrasi dan dikembalikan ke kementerian tempatnya pertama mengajukan diri sebagai PNS. Sekarang dia bukan pegawai BP Batam lagi, sudah dikembalikan ke kementerian,” katanya.

Menghilangnya Djoko jadi perbincangan hangat karena dia adalah seorang direktur. Dia mengepalai PTSP, tempat pintu masuknya investor ke Batam. PTSP tak hanya jadi sorotan para pemodal, tapi juga pemerintah pusat.

 

BNPT Pastikan 85% Dwi Djoko terlibat ISIS

Deputi Pencegahan BNPT Brigjen Polisi Hamidin mengatakan Dwi Djoko Wiwoho sudah diidentifikasi sejak beberapa bulan lalu oleh petugas BNPT. “Kami berkoordinasi dengan instansi terkait dalam menangani permasalahan itu,” kata dia, di Tanjungpinang, Jumat (6/11/2015), dikutip dari RimaNews.

Menurut Hamidin, Direktur PTSP BP Batam itu terlibat dalam gerakan ISIS setelah dilakukan pendalaman. Dwi bersama keluarganya sudah tidak berada di Indonesia dan diduga kini sudah  berada di Irak. “Ini menunjukkan ISIS sudah masuk ke berbagai kalangan,” katanya.

“Ada warga Batam yang menginformasikan, sekaligus mempertanyakan permasalahan itu. Saya katakan, 85 persen Dwi Djoko terlibat ISIS,” tandas dia.

Informasi yang dihimpun di lapangan, sejak sekitar empat bulan lalu, Dwi Djoko tidak pernah masuk kantor. Baru-baru ini, anggota Densus 88 memeriksa kediaman Dwi Djoko. Dwi beserta keluarganya sudah meninggalkan rumahnya.

(in)

%d blogger menyukai ini: