Sketsa News
Home Berita Terkini, Headlines, News Kasus DDW, BNPT Ingatkan Pemuda 18-30 Tahun Hingga Birokrat

Kasus DDW, BNPT Ingatkan Pemuda 18-30 Tahun Hingga Birokrat

Sketsanews.com – Kasus menghilangnya seorang pejabat di Batam Dwi Djoko Wiwoho (DDW), BNPT menggelar dialog pencegahan terorisme dan menyinggung kepiawaian ISIS dalam merekrut Birokrat dan pemuda usia 18-30 tahun, pada Jum’at (6/11/2015) di Aula Asrama Haji Tanjungpinang.

“Para birokrat memang sudah kuat dalam segi ekonomi. Sehingga organisasi radikal ini menggalang anggota dari kalangan birokrat,” Kata Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) RI, Brigjen Pol Hamidin.

“Caranya dengan mempengaruhi paham atau ideologinya (birokrat-red) dan kemudian merekrutnya,” kata Hamidin dalam paparan materi faham radikal ISIS dalam dialog Pencegahan Teroris yang dilaksanakan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kepri, dikutip dari Tribunnews.

*** Menag @lukmansaifuddin Penandatangan MoU dgn BNPT di Yogyakarta tgl 28 Okt 2015. | @rudisub17

Hamidin juga menegaskan bahwa orang yang memiliki uang gampang digalang dengan ideologinya. Setelah terpengaruh oleh paham ideologi, merekapun rela menjual apa saja yang menjadi miliknya untuk kepentingan tersebut.

“Yang di Batam ini keluarga anak istri dibawa, aset-asetnya dijual, pergi ke Irak,” katanya, menyiratkan kasus DDW.

Baca Sebelumnya : Modus Umroh, Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu Batam diduga Gabung ISIS di Irak

Oleh karena itu, penanggulangan terorisme perlu dilaksanakan disemua daerah tanpa terkecuali. Terlebih, katanya, metode rekrutmen teroris saat ini juga jauh berbeda.

Metode pemberian pemahaman yang dilakukan organisasi teroris juga lebih cepat mengena ketimbang beberapa tahun lalu. Hanya saja, yang paling rentan tersusupi dari kategori usia adalah usia produktif atau antara usia 18-30 tahun.

“Harus waspada. Usia 18-30 sangat rentan terpengaruh teroris,” pungkasnya dikutip dari Tribunnews Batam pada 6/11/2015.

Dialog sehari itu diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, Lembaga Swadaya Masyarakat, Ormas dan tokoh perempuan Provinsi Kepulauan Riau.

 

(in)

%d blogger menyukai ini: