Sketsa News
Home Berita Terkini, News Unik, Polisi Nakal Hukumannya Ngaji dan Itikaf di Masjid Sebulan

Unik, Polisi Nakal Hukumannya Ngaji dan Itikaf di Masjid Sebulan

Sketsanews.com – Ada hukuman unik  yang diterapkan jajaran Kepolisian Resort Enrekang, Sulawesi Selatan, bila anggotanya melanggar disiplin dan etika yaitu dengan cara tinggal di Masjid, beribadah dan melayani jemaah di dalam masjid.

Kepala Kepolisian Resor Enrekang, Sulawesi Selatan, Ajun Komisaris Besar Leo Joko Triwibowo yang menggagas program ini menyakini, penjara bukan satu-satunya solusi efek jera bagi pelanggar disiplin anggotanya. Namun perbaikan pembentukan dan penguatan mental serta iman anggotanya yang melanggar.

Kepala Kepolisian Resor Enrekang, Sulawesi Selatan, Ajun Komisaris Besar Leo Joko Triwibowo | lenenna.com
Kepala Kepolisian Resor Enrekang, Sulawesi Selatan, Ajun Komisaris Besar Leo Joko Triwibowo | lenenna.com

“Sejak saya masuk menjabat Kapolres di Enrekang ini, saya menerapkan sanksi hukumannya di masjid untuk anggota yang beragama Islam,” ucapnya, dikutip dari Tempo.

Penerepannya cukup mudah, namun begitu terkesan bagi si pelanggar, Hukuman akan Ditentukan harinya, Bisa sampai satu bulan Full, si pelanggar tersebut akan bermalam di mesjid dan dibina oleh ulama atau tokoh agama setempat, dipantau langsung oleh Kapolres.

Sejauh ini, sudah 10 personil anggota yang merasakan hal tersebut, terakhir pelanggaran yang terjadi saat seorang anggota membawa mobil dinas ke tempat Rumah bernyanyi. “Karena saya merasa peraturan manusia masih kalah dengan peraturan Allah,” Ungkap Leo, Di Rumah Makan Dinda Kabupaten Enrekang, sesaat lalu dikutip dari FajarOnline.

Perubahan itu meliputi mental serta keimanannya. Mereka lebih rajin dan taat beribadah karena selama masa penghukuman selama 21 hari itu para pelanggar diharuskan menginap di masjid.

“Sesuai dengan jumlah hari penahanannya. Kalau pelanggaran disiplin biasanya 21 hari dan itu kami tidak kurung di penjara. Kami justru kurung anggota di masjid dan tidak boleh keluar selama masa hukuman,” tuturnya dikutip dari Tempo.

 

(in)

%d blogger menyukai ini: