Sketsa News
Home Berita Terkini, Internasional, News Snowden, Amerika Tidak Cerdas dan Biang Munculnya ISIS

Snowden, Amerika Tidak Cerdas dan Biang Munculnya ISIS

Sketsanews.com – Edward Joseph Snowden, pembocor NSA yang muncul kembali lewat laman Russian Today mengatakan bahwa kemunculan ISIS disebabkan oleh kebijakan Amerika yang emosial, tidak cerdas dalam mengebom negara-negara Irak dan Timur Tengah.

“Tidak ada ISIS sampai kita mulai membom negara-negara ini (Irak dan Timur Tengah). Ancaman terbesar yang kita hadapi di wilayah tersebut lahir dari kebijakan kami sendiri,” kata Snowden, dalam wawancara dengan koran Dagens Nyheter Swedia, di sebuah hotel di Moskow, mengutip laporan Russia Today (RT), Sabtu, 07/11/15.

“AS berpikir sangat emosional, bukan pada kecerdasan, karena meluncurkan respon langsung yang tidak masuk akal,” kata Whistleblower NSA yang berbicara dari pengasingan, Rusia.

Terkait dengan drone yang bermasalah sehingga menimbulkan korban jiwa sipil -9 diantara 10 orang, Snowden mengatakan target drone berdasar sinyal ponsel. Hal ini terungkap dari dokumen rahasia AS “Drone Papers” yang diterbitkan The Intercept pada bulan Oktober lalu.

“Mereka tidak tahu apakah teroris memegang telepon ataukah ibunya yang memegangnya. Dan inilah mengapa begitu banyak serangan drone salah sasaran, mengapa begitu banyak pernikahan yang tertabrak,” katanya mengacu pada serangan drone AS yang banyak menyasar warga sipil.

“Ketika saya melihat Drone Papers, tidak ada pertanyaan dalam pikiran saya bahwa ini adalah cerita keamanan yang paling penting tahun ini,” katanya. “Program drone menciptakan lebih banyak teroris daripada membunuhnya,” tambahnya lagi.

Dia menambahkan bahwa program drone “menciptakan lebih banyak teroris daripada membunuh.”

** Somali Drone Victim Seeks Justice for U.S. Strike in German Courts | @dailyrapid

Snowden, mantan kontraktor untuk NSA, menjadi berita utama internasional pada tahun 2013 ketika ia terkena program surveilans massa rahasia pemerintah AS. Dia sekarang tinggal di Rusia, di mana ia diberikan suaka setelah Washington menuduhnya pencurian dan spionase.

Mengenai status whistleblower itu, Snowden menekankan selama wawancara bahwa “menjadi whistleblower bukan tentang siapa Anda; ini tentang apa yang telah Anda lihat. Whistleblower dipilih oleh keadaan, siapa pun bisa melakukannya. Ini tentang orang-orang yang melihat, berpikir, dan akhirnya merespon. ”

Itulah beberapa kutipan yang dihimpun dari Russia Today yang  menerbitkan wawancara Snowden dalam “I’m comfortable with my choices’: Snowden on CIA torture, ISIS and surveillance.” Lebih detailnya silahkan merujuk pada link laman tersebut adapun “Drone Papers” di link ini.

(in)

%d blogger menyukai ini: