Sketsa News
Home Berita Terkini, Internasional, News Pengaruh Serangan Teror di Paris di Berbagai Negara

Pengaruh Serangan Teror di Paris di Berbagai Negara

Sketsanews.com – Serangan teroris ke berbagai lokasi, terjadi di Paris Perancis. Serangan yang serentak di gedung pertunjukan, restoran dan stadion Stade de France, pada Jumat malam atau Sabtu WIB. Menyebabkan paling sedikit menewaskan 127 dan melukai sekitar 200 orang di kota itu, menurut data korban kepolisian Seperti dikutip AFP.

Petugas medis membawa korban dari lokasi kejadian.(foto BBC)
Petugas medis membawa korban dari lokasi kejadian.(foto BBC)

Setidaknya ada tiga ledakan besar terdengar dari luar stadion pada babak pertama pertandingan Timnas Jerman melawan Prancis di Stade de France .

Kemudian terdengar lagi ledakan di dekat restoran McDonald’s yang disebabkan oleh seorang pembom bunuh diri

Akibat dari kejadian itu, Tim sepak bola Jerman terpaksa bermalam di dalam Stadion Stade de France di Paris utara setelah laga persahabatan melawan tuan rumah Prancis ketimbang mengambil risiko berkendara menembus ibu kota Prancis itu ke hotel mereka setelah serangan tersebut.

“Para pemain sangat khawatir, informasi sangat simpang siur, dan kami tidak ingin mengambil risiko berada di jalan, oleh karena itu kami memutuskan tidak berkendara menembus Paris.. (yang) 100 persen tidak aman dan oleh karena itu kami tetap di kamar ganti,” kata manajer Timnas Jerman Oliver Bierhoff.

“Tim sangat terpengaruh, dan untuk itu kami memutuskan untuk memberi mereka libur sehari pada hari ini, agar mereka bisa pulang ke rumah, dan bersama dengan orang-orang tercinta mereka,” kata dia seperti dikutip AFP.

Bierhoff mengatakan timnya hanya membahas soal ledakan itu sewaktu berada di ruang ganti di mana para pemain sibuk menjawab pesan teks dari keluarga dan sahabat mereka yang cemas.

Ketika ditanya apakah Jerman siap bertanding lagi melawan Belanda Selasa pekan depan, Bierhoff menjawab, “Pertandingan jalan terus namun kami pasti membahas ini secara internal.” Keamanan ditingkatkan.”

Teror Paris juga berakibat dibatalkan semua pertandingan olah raga di Paris. Semua pertandingan besar olah raga di Paris ditunda menyusul serangan maut Jumat kemarin di ibu kota Prancis ini yang menewaskan paling sedikit 120 orang dan melukai sekitar 200 orang, lapor TV ITele Prancis seperti dikutip Reuters.

Kebetulan tidak ada jadwal pertandingan sepak bola divisi utama Prancis Ligue 1 pada akhir pekan ini.

Pertandingan persahabatan Prancis melawan Inggris Selasa pekan depan di London kemungkinan juga dibatalkan.

Federasi Sepak Bola Inggris mengaku akan akan berhubungan dengan Federasi Prancis mengenai apakah pertandingan persabatan itu akan digelar.

Prancis sendiri sedang bertanding melawan Jerman di Stade de France dalam rangka pertandingan persahabatan ketika serangan ke Saint-Denis terjadi di luar stadion.

Liga Profesional Rubby Eropa juga menyatakan bahwa semua pertandingan Piala Champions dan Piala Challenge di Prancis akhir pekan ini dibatalkan.

Semua pertandingan bola basket dan bola voli di negeri ini juga dibatalkan, kata federasi kedua cabang olah raga ini.

Sementara di Philipina, Pemerintah Filipina, berkomitmen “meningkatkan keamanan” bagi para pemimpin dunia dalam Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (KTT APEC) di Manila, pekan depan, pasca-tragedi serangkaian serangan bersenjata tersebut.

KTT APEC pada 18 dan 19 November 2015 di Manila, akan dihadiri Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama, pemimpin Tiongkok, Jepang, Australia, Kanada dan 15 negara lainnya .

Wakil Menteri Luar Negeri Filipina, Laura del Rosario, mengemukakan bahwa anggota panitia KTT APEC memutuskan: “Keamanan ditingkatkan.” Hal itu disampaikannya melalui pesan kepada kantor berita Prancis (AFP).

Juru bicara Departemen Luar Negeri Filipina, Charles Jose, menambahkan, “Para pejabat keamanan kami sedang memantau dan menilai situasi, serta mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjamin keselamatan, keamanan dan kesejahteraan semua delegasi.”

Hal serupa juga terjadi di singapura. Pemerintah tersebut memutuskan meningkatkan kewaspadaan keamanan setelah gelombang aksi teror penembakan dan pengeboman di Paris, Prancis.

Dalam pernyataannya, Menteri Urusan Dalam Negeri Singapura, K. Shanmugam menyebutkan bahwa tak ada negara kebal terhadap serangan teroris.
“Serangan itu menunjukkan bahwa tak ada negara kebal, bahkan ketika keadaan darurat keamanan diperkuat,” katanya.

Ia menimpali, “Di Singapura hari ini, kami menaikkan tingkat kewaspadaan kami. Kami meningkatkan langkah keamanan, pemeriksaan perbatasan dan waspada.”

“Setiap orang bersama-sama memainkan peran menjaga Singapura aman dan nyaman. Kami mendorong tiap orang waspada dan laporkan kepada pihak berwajib jika ada kegiatan atau orang mencurigakan,” katanya.

Menteri Pertahanan Ng Eng Hen mengatakan, pihak berwenang juga meningkatkan keamanan di pangkalan-pangkalan udara dan laut.

“Kami juga meningkatkan kewaspadaan di kamp-kamp lokal kami, khususnya di pangkalan-pangkalan laut dan udara,” kata Ng dalam pernyataannya di Facebook.

“Lembaga keamanan kami memantau situasi secara cermat. Mari semua waspada dan jagalah satu sama lain aman,” katanya.

Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dalam pernyataannya di Facebook Sabtu pagi mengatakan ia “kaget ketima mendapat kabar tentang serangan-serangan teroris di Paris”.

Maskapai penerbangan Singapore Airlines menyarankan para calon penumpang yang pergi ke dan dari Paris untuk memeriksa status dari penerbangan mereka di laman perusahaan itu “sementara situasi cair” di ibu kota Prancis itu menyusul seranga-serangan terkoordinasi pada Jumat malam
Para calon penumpang juga disarankan untuktiba di bandar udara lebih awal karena penundaan penerbangan bisa terjadi karena pengecekan keamanan ditingkatkan.(Ki)

%d blogger menyukai ini: