Sketsa News
Home Berita Terkini, Internasional, News Bashar Assad: Serangan Ini Karena Kebijakan Keliru Prancis

Bashar Assad: Serangan Ini Karena Kebijakan Keliru Prancis

Sketsanews – Presiden Suriah Bashar Al-Assad mengatakan bahwa teror penembakan yang terjadi di Paris, tak terlepas dari kebijakan keliru pemerintah Prancis di bawah kepemimpinan Francois Hollande.

Sebuah restoran yang menjadi target pelaku penembakan. (Fpto AFP)
Sebuah restoran yang menjadi target pelaku penembakan. (Fpto AFP)

“Serangan teroris yang ditargetkan ke Ibukota Prancis, Paris, tidak terlepas dari apa yang terjadi di ibukota Libanon Beirut akhir-akhir ini,” kata Assad di Damaskus, Sabtu (14/11) sebagaimana dilansir Washington Post.

‘Apa yang telah terjadi, tidak terlepas juga dari apa yang terjadi di Suriah selama lima tahun terakhir dan di daerah lain,” tambah Assad.

Sebagaimana diketahui, Prancis telah bersatu dengan Amerika dalam memerangi ISIS di Suriah. Mereka juga ikut berkontribusi dalam perburuan target-target pemimpin ISIS. Tak sedikit dari serangan Amerika dan sekutunya yang justru menyasar pemukiman penduduk sipil.

Kepastian keterlibatan ISIS dalam teror yang terjadi di Paris, semakin diperkuat dengan ditemukannya paspor Syria di salah satu tubuh pelaku bom bunuh diri.

Hal ini diumumkan oleh Kepala kepolisian Paris sebagaimana dilansir oleh Associated Press (AP).

Satu paspor Syria ditemukan di tubuh pelaku bom di stadion Paris,” demikian bunyi informasi terbaru tersebut.

Sebelumnya Presiden Prancis Francois Hollande memastikan bahwa kelompok Negara Islam (IS) sebagai pelaku teror di 6 lokasi di Paris, Jumat (13/11) malam waktu setempat yang mengakibatkan ratusan orang tewas. Dengan nada geram, Hollande akan menuntut balas atas aksi IS yang telah menebarkan peperangan.

“Apa yang terjadi kemarin di Paris dan Saint Denis adalah tindakan perang dan negeri ini perlu membuat keputusan tepat untuk menghadapi peperangan ini. Aksi ini dilakukan oleh pasukan teror, Islamic State melawan kita, melawan negeri yang bebas berbicara kepada dunia,” ujar Hollande seperti dikutip laman Guardian.

Menurutnya, aksi itu direncanakan dan disiapkan dari luar Prancis. Karenanya, Prancis pun akan menggandeng negara lain untuk menginvestigasi serangan itu.(Ki)

%d blogger menyukai ini: