Sketsa News
Home Berita Terkini, Citizen-Jurnalism, News Viral : 14 Pertanyaan dari Pierre Vogel Bikin Makjleb yang Menuduh Islam Teroris

Viral : 14 Pertanyaan dari Pierre Vogel Bikin Makjleb yang Menuduh Islam Teroris

Sketsanews.com – Islamofobia, tuduhan bahwa Islam adalah teroris dan pembunuh serampangan dapat dibantah dengan mudah lewat 14 pertanyaan yang digagas oleh Pierre Vogel, seorang ulama muda asal Jerman.

  1. Siapakah yang menyulut perang dunia pertama?
  2. Siapakah yang menyulut perang dunia kedua?
  3. Siapakan yang selalu menjajah sebuah negara damai, aman, tenteram hanya untuk kepentingan ekspansi?
  4. Siapa yang selalu menyiarkan sebuah ajaran agama dengan cara menjajahnya terlebih dahulu?
  5. Siapakah yang menjatuhkan bom atom atas Hiroshima dengan keji, tidak berperikemanusiaan, dan mengorbankan jutaan rakyat sipil?
  6. Siapakah yang membantai 20 juta suku Aborigin di Australia?
  7. Siapakah yang membantai lebih dari 100 juta suku indian merah di Benua Utara Amerika?
  8. Siapakah yang membantai lebih dari lebih dari 50 juta Indian merah di benua Selatan Amerika?
  9. Siapakah yang menjadikan lebih dari 150 juta manusia dari Afrika sebagai budak (apartheid), Diantara 77 % dari mereka mati di perjalanan dan dikubur di lautan Atlantik?
  10. Siapa yang selalu tertarik untuk menguasai serta “merampas” minyak suatu negara baik dengan cara mengadu domba negara tersebut, mendanai oposisinya, menyebar fitnah bom, membuat negara tersebut tak kunjung ada kedamaian?
  11. Siapa renternir dunia (IMF) yang justru membuat negara pasiennya jadi tambah sengsara dengan system busuk dan kejinya?
  12. Siapa pelaku dan pendukung penjajahan, perampasan lahan masyarakat, pembantaian warga Palestina dari tahun 1948 hingga sekarang?
  13. Siapa pelaku dan pendukung krisis dibeberapa negara dengan cara membuat nilai dollar (dengan cara licik) menjadi tinggi hingga negara tersebut tidak sanggup membayar utang dollar dan harus menjual berbagai asetnya?
  14. Siapa pelaku yang selalu menghina dan melecehkan sebuah ajaran agama baik dengan menghina tokoh agamanya atau membakar kitabnya?

**

Pierre Vogel dan Presentasi Islam di hadapan Kristiani dan Komunis :

Pria kelahir 20 Juli 1978 di Frechen ini adalah mantan petinju profesional dari klub Sauerland yang tidak terkalahkan. Namun perubahan hidupnya terjadi ketika tahun 2001, saat Vogel menyatakan memeluk Islam. Ia kemudian terlibat dalam kursus-kursus studi Islam di Jerman hingga berkesempatan belajar di Madina.

Kini,  mantan penganut Kristiani yang dahulu dikenal sebagai sosok yang sangat membenci Islam ini telah berganti nama menjadi Abu Hamzah dan dikenal sebagai pendakwah.

Atas izin Allah Subhanahu Wata’ala, keseriusannya dalam berdakwah banyak menjadikan  masyarakat Jerman mendapat hidayah melalui perantaranya.

Satu hal yang saya kagumi darinya, yaitu kesungguhan nya dalam mempelajari Islam. Ia bahkan menguasai bahasa Arab dengan baik. Kemanapun pergi, ia selalu mendengarkan kajian melalui iPod miliknya. Akhlaknya juga sangat mencerminkan kemuslimannya.

Ia bercerita, suatu hari di tahun 2011 saat sedang mempresentasikan Islam di hadapan rakyat Jerman yang kebanyakan menganut agama Kristiani dan Komunis, tiba-tiba ada seseorang yang berteriak “Islam? ajaran teroris apakah masih laku?”

Vogel pun dengan tersenyum dan memanggil orang itu untuk naik ke atas mimbar. Di hadapan ribuan pengunjung saat itu ia berkata dengan kalimat-kalimat yang membuat orang terperangah.

  • “Perang Dunia Pertama 17 juta orang tewas, apakah disebabkan oleh orang Islam?

  • Perang Dunia Kedua 50-55 juta tewas, apakah juga disebabkan oleh perbuatan orang Islam?

  • Di Nagasaki bom atom menewaskan lebih dari 200 ribu orang, apakah disebabkan oleh orang Islam?

  • Perang di Vietnam telah menyebabkan lebih dari 5 juta orang tewas, apakah pelakunya Muslim?

  • Perang di Bosnia / Kosovo yang menewaskan lebih dari 500 ribu tewas, apakah pelakunya Muslim?

  • Perang di Iraq (sejauh ini) telah menelan korban 1,2 juta orang, apakah disebabkan oleh orang Islam?

  • Apakah Anda masih berpikir bahwa Islam adalah masalah, apakah Islam Teroris?”, begitu kalimatnya kala itu.Siapa mau menjawab? tantang Vogel.

“Seharusnya kalian berfikir, kenapa Islam difitnah? Itu tandanya ada sesuatu yang tersimpan di dalamnya. Kalian bisa menciptakan produk terbaik untuk dunia ini apakah kalian tidak bisa memaksimalkan akal kalian untuk mencari kebenaran tersebut?” tambah pria yang menikahi Muslimah asal Maroko ini, dikutip dari Hidayatullah.

Islamofobia di Wikipedia

Islamofobia adalah istilah kontroversial[1] yang merujuk pada prasangka dan diskriminasi pada Islam dan Muslim.[2] Istilah itu sudah ada sejak tahun 1980-an,[3]tapi menjadi lebih populer setelah peristiwa serangan 11 September 2001.[4] Pada tahun 1997, Runnymede Trust seorang Inggris mendefinisikan Islamofobia sebagai “rasa takut dan kebencian terhadap Islam dan oleh karena itu juga pada semua Muslim,” dinyatakan bahwa hal tersebut juga merujuk pada praktikdiskriminasi terhadap Muslim dengan memisahkan mereka dari kehidupan ekonomi, sosial, dan kemasyarakatan bangsa. Di dalamnya juga ada persepsi bahwa Islam tidak mempunyai norma yang sesuai dengan budaya lain, lebih rendah dibanding budaya barat dan lebih berupa ideologi politik yang bengis daripada berupa suatu agama.[5] Langkah-langkah telah diambil untuk peresmian istilah ini dalam bulan Januari 2001 di “Stockholm International Forum on Combating Intolerance”. Di sana Islamofobia dikenal sebagai bentuk intoleransi seperti Xenofobia dan Antisemitisme .[6]

Berbagai sumber telah mensugestikan adanya kecenderungan peningkatan dalam Islamofobia, sebagian diakibatkan serangan 11 September,[7] sementara yang lainnya berhubungan dengan semakin banyaknya Muslim di dunia barat.[8] Dalam bulan Mei 2002 European Monitoring Centre on Racism and Xenophobia(EUMC) mengeluarkan laporan berjudul “Summary report on Islamophobia in the EU after 11 September 2001”, yang menggambarkan peningkatan Islamofobia di Eropa setelah 11 September.[9]

Para penyanggah mengkritik konsep itu, diduga ada penyalahgunaan saat menggali kritik Islam yang sah,[10][11] dan menyebutnya sebagai “mitos”.[10] Penulis novel Salman Rushdie dan teman-temannya menandatangani manifesto berjudul Together facing the new totalitarianism di bulan Maret 2006 menyebut Islamofobia a “konsep yang buruk yang mencampurkan kritik terhadap Islam sebagai agama dengan stigmatisasi terhadap para penganutnya.”[12]

(in)

%d blogger menyukai ini: