Sketsa News
Home Berita Terkini, News Novi Dwi Istiwanti Korban Kebakaran Saat Mendaki Lawu Akhirnya Meninggal

Novi Dwi Istiwanti Korban Kebakaran Saat Mendaki Lawu Akhirnya Meninggal

Sketsanews.com – “Novi sempat kritis dan koma sebelum meninggal dunia. Ia juga diamputasi karena luka bakarnya infeksi,” ucap paman korban, Suharno, saat ditemui di rumah duka, Kamis (19/11/2015), dikutip dari Rimanews.

novi-siswa-mts-paron-ngawi-pendaki-lawu-terbakar

Suharno mengatakan kondisi luka bakarnya yang cukup parah mengharuskan korban menjalani delapan kali operasi. Terakhir berupa amputasi beberapa jari tangan dan pemulihan wajah.

novi-siswa-mts-paron-ngawi-pendaki-lawu-terbakar2a

Korban selama sepekan terakhir sempat mengalami kritis dan akhirnya meninggal dunia pada Kamis dini hari. Jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di Desa Brangol, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Sebelumnya, Novi, pelajar MTSN Paron, Ngawi, berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup bersama pamannya, Eko Nurhadi. Eko akhirnya juga meninggal setelah dirawat di RSUD dr Soetomo Surabaya pada akhir Oktober lalu.

Dengan meninggalnya Novi, maka korban tewas akibat kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu menjadi sembilan orang. Delapan korban sebelumnya adalah lima korban asal Ngawi, dua korban asal Jakarta, dan satu korban asal Kota Blitar.

Lima korban tewas asal Ngawi adalah, Sumarwan, Nanang Setia Utama, Rita Septi Hurika, Awang Pradika, dan Eko Nurhadi. Dua korban asal Jakarta adalah Joko Paryitno dan Kartini, serta korban asal Blitar adalah Aris Munandar.

Adapun, enam orang korban tewas asal Ngawi masih merupakan satu keluarga. Yakni Sumarwan dan kedua anaknya Nanang serta Novi, Eko Nurhadi yang merupakan paman dari Nanang dan Novi, serta Rita Septi yang merupakan keponakan dari Sumarwan. Sedangkan Awang adalah tunangan dari Rita Septi.

Korban yang masih satu keluarga itu berangkat mendaki Gunung Lawu pada Sabtu tanggal 17 Oktober lalu. Mereka mendaki Gunung Lawu untuk melihat suasana gunung tersebut yang banyak dikunjungi pendaki dari berbagai daerah saat bulan Muharam atau Suro.

(in)

%d blogger menyukai ini: